Melody Cinta Nayla

Melody Cinta Nayla
Bab 73- Rintangan kah?


__ADS_3

Bima terus mengumpat sudah lebih dari satu jam ia menunggu di depan dealer ia sengaja minta izin setengah hari di tempat magangnya untuk mengantar Nay ke dealer motor tapi sampai sekarang kakak nya itu tak juga tiba.


Setengah jam lalu Kakaknya berkata akan berangkat tapi sampai sekarang masih belum sampai juga.


"Apes punya kakak bikin keki.." Bima menendang botol air mineral hingga terpental..


Bukk..


"Auh.." Bima meringis botol yang ia tendang mengenai SPG yang sedang memberi brosur pada pejalan kaki.


Bima berbalik memunggungi seorang gadis yang mengumpat dan mencari siapa yang menendang botol tersebut.


Bima merasakan punggungnya di tepuk dari belakang ia menoleh dan mendapati gadis cantik berseragam SPG dia terlihat cantik meski make upnya agak tebal,juga pakaian nya yang ketat dan se xy, Bima menormalkan wajah yang terkejut menjadi biasa saja. "Kamu yang nendang botol ini?" tanya gadis itu.


"Huh bukan, kenapa mbak?" Bima berlagak bodoh.


"Mbak.. mbak.. saya bukan Mbak kamu..heh jangan sembarangan ya saya tau mas nya yang tadi nendang botol ini trus kena ke kepala saya,bukannya minta maaf malah pura pura gak tau"


Bima meringis "Saya gak..."


Buk.... tiba tiba gadis itu menimpuk kepala Bima dengan botol air mineral yang tadi di tendang Bima.


"Nah.. impas kan" serunya lalu gadis itu memasukan botol tersebut ke tong sampah. lalu menepuk tangannya.


"Gak perlu minta maaf, karna saya juga gak bakal minta maaf" gadis itu lalu menghampiri Bima lagi dan menyerahkan brosur kearah Bima "Daripada Mas nya bengong mending liat brosur saya trus beli kedalem" lalu gadis itu menyeringai "Itu pun kalo mas nya punya uang" gadis itu pergi dengan mengibaskan rambutnya.

__ADS_1


Bima ternganga melihat gadis itu "Sombong" dengusnya, Bima mengambil ponselnya lalu menghubungi Nay, setelah panggilan tersambung Bima langsung berteriak kesal.


"Masih dimana sih jadi gak ini!!!"


"Iya Bim ini lagi di jalan"


"Lama.." Bima kepalang kesal.


"Iya maaf ini macet.." Nay meringis.. macet dihati maksudnya.


Bima mematikan ponselnya ia sungguh kesal menunggu lama dan berurusan dengan gadis spg yang sombong.


Sedangkan Nay tidak enak hati sekarang,


"Udah dong sayang nanti biar aku jelasin ke Bima" kata Rey,mereka sedang di mobil Rey untuk menemui Bima.


Rey mendesah, Nay benar ia masih harus melewati satu rintangan lagi yaitu Bima,dan Ibu Nay,dan mungkin itu tak akan mudah, tapi Rey tidak akan menyerah ia akan berusaha mendapatkan restu dari Bima dan Ibu.


"Aku akan lakukan apapun" Rey menggenggam tangan Nay "Aku akan berjuang untuk mendapatkan kamu,dan meminta dari Ibu dan Bima" Nay melihat manik mata Rey yang tengah menatap jalanan satu tangannya memegang setir dan satu tangannya lagi menggenggam tangan Nay lalu mengecupinya sambil sesekali melihat kearah Nay dan tersenyum hangat.


"Asalkan kamu tetap bersamaku" Nayla mengangguk haru "Aku gak sabar untuk hidup berdua denganmu" kecup Rey lagi tangan Nay.


"Berdua??" tanya Nay.


"Huum" Rey mengangguk pasti.

__ADS_1


"Kamu salah Rey, bertiga... kan sama Naura" Rey menegang ia lupa ada Naura diantara mereka, Nay melihat raut Rey yang tadi hangat mulai mendingin "Dan aku mau mulai sekarang kamu harus bersikap baik sama Naura" Nayla melihat kearah Rey bahkan kini ia menyilangkan duduknya agar berhadapan dengan Rey.


"Aku gak bisa"


"Dia anak kamu Rey" Rey menggeleng.


"Setiap aku melihatnya aku teringat wanita itu" Rey bahkan tak mau menyebut nama Sonia.


"Tapi Naura gak bersalah Rey,cobalah buka hati kamu agar kamu bisa menyayangi Naura"


"Kenapa kamu membela dia,aku merasa dia dan Ibunya bahkan sama sama akan menjadi penghalang kita"


"Gak gitu Rey,gak akan ada yang berubah antara kita,dia tetap anak kamu,darah daging kamu,dan juga jika kamu harus memilih antara Aku dan Naura aku mau kamu memilih Naura" lirih Nay.


"Jangan berkata seperti itu!" Rey berkata dengan dingin.dan penuh penekanan.


"Tapi Rey?"


"Kita sudah sampai"


__________


Nah loh,, mampukah mereka melewati rintangan ini?


Bisakah Rey menyayangi Naura juga mendapat restu ibu dan Bima?

__ADS_1


Mau di lamain atau di cepetin nih?


__ADS_2