Melody Cinta Nayla

Melody Cinta Nayla
Bab 53- Kegelisahan Rey


__ADS_3

Rey baru saja tiba di rumah pukul enam sore,ada yang aneh biasanya ada yang memekik senang ketika ia pulang lebih awal,tentu saja itu termasuk lebih awal, karna Rey selalu pulang larut,Rey tak hiraukan bukankah bagus dia paling tak suka berisikknya anak itu.


Rey memasuki kamarnya memasuki walkin closet untuk menuju kamar mandi, selama setengah jam Rey berendam, mata Rey memejam merasai nyamannya air hangat dan wangi aroma therapi.


Mata Rey yang memejam meneteskan bulir bening "Sayang, aku menunggu,menunggu jalan tuhan yang akan mempertemukan kita kembali,tapi kenapa rasanya begitu lama,apakah kamu memang bukan untuk ku, bolehkah aku mencarimu?"


Rey berjalan keluar dari kamar mandi lalu meraih piyama tidurnya, Rey memakai nya menghadap cermin, "Hai sayang hari ini aku pulang lebih cepat tapi aku tetap saja lelah, apa yang kamu jalani hari ini??" tak ada yang menyahut hanya keheningan. Rey tersenyum getir tentu saja tak akan ada yang menjawab karna Rey berbicara pada bingkai poto yang terpampang besar di walkin closetnya.


Rey mengusap lembut wajah cantik yang terpampang di hadapannya "I miss u honey".


.


.


Rey terbangun di pagi hari,suara ketukan pintu terdengar "Tuan saya Daniel"


"Masuklah" Daniel membuka pintu dan masuk dengan menunduk. "Ada apa Dan, ini masih pagi"


"Maaf tuan ada sesuatu yang lupa saya sampaikan kemarin" apa tuannya ini belum tau kalau nona muda tidak pulang,ah dia benar benar tak peduli pada anaknya sendiri.


"Katakanlah cepat aku belum mandi" Rey berjalan ke arah walkin closet dan membuka pintu lebar.

__ADS_1


Di depan pintu Daniel masih menunduk "Begini tuan, kemarin saya tidak berhasil bicara dengan wali kelas nona Naura dan dia tetap menolak bicara dengan saya,dia ingin bertemu langsung dengan anda"


"Kau terlalu berbasa basi Dan,pecat saja dia" Rey membuka kancing piyamanya ia sangat sibuk hari ini, di hari minggu tentu saja Rey bekerja setiap hari. dengan menjadikan waktunya sesibuk mungkin maka ia bisa melupakan sejenak seseorang yang tak bisa hilang dari ingatannya. "Ini hari minggu kau tak perlu repot mengurusi ini, istirahatlah!!"


"Tapi tuan bu guru itu membawa nona Naura, sejak kemarin Nona tidak pulang"


Rey mengerutkan keningnya, "Anak itu tidak pulang?"


Daniel mendongak untuk melihat raut Rey, apa dia terlihat khawatir atau tidak mendengar putrinya tak pulang semalam, namun tatapan Rey tetap datar "Apa maunya?"


"Dia ingin berbicara dengan anda langsung tentang nona Naura"


"Bu Na.." perkataan Daniel terhenti saat ia melihat Rey berdiri di depan foto besar seorang wanita catik yang memegang buket bunga di tangannya, Daniel mengerjap beberapa kali takut ia salah lihat, 'Itu bukannya guru nona Naura yang baru' meski agak berbeda dengan sekarang tapi ia yakin itu adalah orang yang sama.


Daniel mendekat benar dia pernah merasa melihat guru Naura itu namun dia sempat lupa rupanya ia melihatnya disini, Daniel memang tak sering memasuki kamar tuannya namun ia pernah beberapa kali masuk dan melihat foto itu,ia pikir mungkin itu istri tuannya karna ia tak pernah melihat wajah istri Rey, sejak pertama ia bekerja.


Rey melihat kearah Daniel yang tak kunjung menjawab pertanyaannya, rahang Rey mengeras ketika Daniel tengah melihat foto wanitanya,Rey meremas kerah kemeja Daniel "Lancang kau, jaga pandanganmu" bentak Rey.


Daniel gelagapan "Maaf tuan saya tidak bermaksud," Daniel menundukan kepalanya.


"Jangan pernah melihat wanita ku meski itu hanya gambarnya" kata Rey tajam.

__ADS_1


"Pergilah jangan pernah masuk ke ruang gantiku lagi" Rey melepaskan jeratan tangannya.


"Maaf tuan " Daniel melangkah mundur "Maaf tuan nama guru itu Na.. Nayla" kata Daniel takut takut, selama ia bekerja ia tak pernah melihat wajah Rey yang sekarang meski di kantor ia selalu arogan namun wajah ini baru sekarang dilihatnya,wajah yang terlihat menyeramkan.


Rey kembali melihat kearah Daniel untuk memastikan pendengarannya benar "Apa kau bilang" apa dia terlalu sensitif saat mendengar nama itu,nama Nayla tak cuma satu, tapi ada ratusan bahkan mungkin ribuan.


"Dia... bernama Nayla tuan " Dengan keberaniannya yang tersisa ia menunjuk foto wanita yang menjadi pusat Rey marah padanya "I..tu dia.. wajahnya seperti itu?"


Rey melangkah kearah Daneil, Daniel mundur takut takut dia salah lagi dan berakhir babak belur "Kau yakin?"


"Y..ya tuan" kali ini Daniel melihat wajah Rey berbinar kenapa dengan tuannya dalam hitungan detik wajah Rey berubah lagi..


"Baiklah kita akan kesana, sekarang juga, ingatkan aku untuk memberimu bonus bulan ini" Rey menepuk pipi Daniel.


Rey hendak pergi dengan piyama yang sudah terbuka kancingnya. "Ayo cepat kau tau bukan alamatnya" kata Rey tak sabar.


"Maaf tuan apa anda akan pergi seperti itu?"


Rey melihat penampilannya astaga dia baru bangun tidur, belum mandi, dan... "Ya kau benar aku harus mandi dulu" Rey berjalan kearah kamar mandi namun ia malah kembali lagi dan berjalan lagi menuju kamar mandi "Ya tuhan ada apa denganku?" gumamnya.


Rey bergerak tak tentu hatinya gelisah benarkah setelah sekian lama ia menunggu ini saatnya tuhan memberinya jalan lagi bertemu dengan gadisnya,Rey bersumpah kali ini ia benar benar tak akan melepaskan Nayla lagi, tak akan ada yang menghalanginya kini.

__ADS_1


__ADS_2