
Rey menghubungi asisten ibunya dan meminta ibunya segera datang ke indonesia.
"Daddy..?"
"Hmm.." Rey sudah berusaha berdamai dengan hatinya,meski masih terlihat kaku.
"Daddy..?"
"Apa?" Rey kini memusatkan pandangannya pada Naura.
"Daddy sayang bu Nay" Rey mengeryit.
"Ya"
"Naura juga, katanya kalo Daddy sama Bu Nay nikah, bu Nay jadi mommy Naura"
"Katanya kalo aku mau punya mommy, daddy harus nikah dulu, kapan daddy nikah sama Bu Nay"
"Kamu mau bu Nay jadi mommy kamu?"
Naura mengangguk "Naura suka bu Nay dia baik juga sayang sama Naura"
"Daddy sedang berjuang,itu gak gampang" Rey mulai meluluh mendengar Naura menginginkan Nayla jadi mommynya.
"Apa ibu Nay gak mau?" tanyanya.
"Bukan tapi Ibunya bu Nay yang gak setuju"
"Nenek? nenek juga sayang sama Naura,om ganteng juga"
"Iya mereka baik" tanpa Rey sadari ia mengobrol dengan Naura lebih lama bahkan untuk pertama kalinya.
.
.
.
__ADS_1
.
Ibu Rey,begitu senang saat menerima kabar bahwa Rey memintanya datang semoga ini awal yang baik.
"Ibu yakin, mau menemui kak Rey?" tanya Meylani, ibu masih berada di rumah Meylani karna suaminya masih berada di luar negeri dan ibu memutuskan untuk tinggal bersama Meylani "Ibu jangan bikin masalah disana"
"Iya ibu tau, ibu gak akan buat Rey marah lagi"
"Sebentar" Meylani mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang "Mas.. aku boleh ke Indonesia ketemu kak Rey?"
...
"Gak.. cuma ibu akan kesana aku cuma khawatir kak Rey marah lagi"
...
"Ya makasih mas" Meylani menutup panggilannya.
"Kamu mau ikut?" tanya ibu.
"Iya"
"Dia nyusul nanti kalo kerjaannya selesai"
"Ya sudah"
Ibu dan Meylani bersiap tak perlu tiket untuk di pesan, suami Meylani cukup kaya dan mereka memakai pesawat pribadi,Meylani hanya perlu menghubungi Asisten suaminya dan semua terkendali.
.
.
.
Nayla masih mengurung diri di kamar dan ibu mendiamkannya, jika dulu ibu akan khawatir karna trauma yang di derita Nay waktu kecelakaan,Nayla akan sakit kepala jika terlalu banyak berfikir, namun sekarang trauma Nay sudah sembuh pasca terapi yang dijalani nya,, biarlah Nay merenung sementara, pikir ibu.
.
__ADS_1
.
.
Ibu Rey, meylani baru saja mendarat di siang hari,tiba di bandar sudah disambut oleh Daniel mereka berjalan ke parkiran dan saat Daniel memasuk kan beberapa koper milik nyonya nya ia melihat sang nyonya tengah berbincang dengan seseorang yang mereka temui tanpa sengaja saat akan keluar dari bandara.
"Ibu senang bertemu ibu disini?"
"Ya jadi kamu juga baru datang Amanda" ya perempuan yang tengah berbincang dengan ibu Rey adalah Amanda yang tidak lain adalah sepupu suami meylani.
Meylani hanya mendelik tak suka, sejak bertemu dengan Amanda, Meylani tak pernah menyukainya, apalagi ia pernah melihat Meylani menggoda Jefry suaminya,mereka memang sepupu tapi sepupu jauh dan itu yang membuat Amanda berani pada Jefry, beruntung Jefry tak pernah menghiraukan nya, dan entah mengapa ibu bisa akrab dengan wanita ular itu.
"Kamu menginap dimana?" tanya ibu pada Amanda.
"Amanda mau cari hotel bu"
"Kamu sudah dapat?"
"Belum karna mendadak jadi tidak sempat pesan hotel"
"Oh kasihan, bagaimana kalau ikut kami kamu bisa menginap dirumah Rey"
"Bu.." Meylani menyela.
"Bolehkah?" tanya Amanda,tatapannya seolah menantang Meylani,dan itu membuat Mey semakin geram.
"Kenapa tidak" Ibu tersenyum pada Amanda
"Terimakasih bu" girang Amanda 'Yes' batinnya
Meylani menghela nafasnya "Aku gak akan bela ibu kalau sampai ibu bikin kak Rey marah"
"Kamu kenapa sih Mey, dia kan sepupu suami mu, masa ibu abaikan"
"Terserah" Meylani masuk kedalam mobil tanpa menghiraukan ibu dan Amanda yang masuk dan duduk di kursi belakang.
________
__ADS_1
Nah loh si Ibu malah ngajak uler ke rumah Rey...