
Nayla bersiap dengan stelan yang dipakainya kemeja biru lengan panjang juga rok span hitam,rambutnya di ikat kuda dengan ojek online sudah menunggu di depan rumahnya.
Oh ya mereka menempati rumah baru sejak 6 bulan lalu, dengan jarak yang dekat dengan toko kue yang dikelola ibunya,juga tidak perlu memasuki gang sempit.
Ibu Nayla memutuskan pindah setelah memikirkan semua hal yang membuat mereka selalu merasa di ikuti kenangan ayah Nayla, bukan karna mereka ingin melupakan namun mereka ingin memulai kehidupan baru, tanpa mengingat kesedihan yang pernah hadir apalagi di hati Nayla.
"Bim kakak berangkat dulu ya" kata Nayla pada Bima yang tengah memakan sarapannya.
"Gak bareng aja kak?" Bima masih mengunyah makanannya.
"Gak usah lagian sekolahnya juga beralwanan arah sama tempat magang kamu"
Bima memang sedang magang di salah satu perusahaan yang cukup besar, ia di tawari pihak kampusnya untuk magang di perusahaan tersebut.
"Ya udah hati hati kak"
"Ya, nanti anterin sarapan buat Ibu, tadi ibu perginya buru buru jadi belum sempet makan"
__ADS_1
"Okey"
.
.
Nayla memasuki sekolah yang di dominasi oleh anak anak berumur 4 sampai 6 tahun mereka di bagi beberapa bagian sesuai umur mereka, sekolahnya cukup besar juga bertarap internasional mungkin karna itu gaji yang di tawarkan cukup besar "Tk nya orang kaya" gumam Nayla sambil mengagumi isi dari sekolah tersebut.
"Nah bu Nayla itu ruang musik dan kesenian,disini juga ada ruang lukis, juga kepribadian disini anak anak di arahkan sesuai dengan kemampuan mereka" Nayla tengah tour keliling sekolah tersebut agar mengenal seluk beluk sekolah.
"Tapi bukannya anak anak seusia mereka seharusnya tak boleh di tekankan ya" Nayla merasa dulu ketika ia menempati bangku kanak kanak disekolahnya lebih banyak bermain dari pada belajar.
"Sebenarnya dilihat dari mereka gak jarang juga yang terpaksa, nah tugas kita adalah mendampingi agar mereka tak bosan dan mengadu pada orang tua mereka apalagi anak dari penyalur dana tetap kalau sampai mereka mengadu pada orang tuanya bahwa kita bikin masalah, kita bisa auuut" bisik Lala sambil mengerakan tangannya menyayat leher. "Tau kan orang kaya" bisiknya lagi lalu tertawa.
Nayla ikut terkekeh Nayla tak menyangka akan menemui guru sejenis Lala disini yang humoris lalu tiba tiba dia berdehem "Mari bu Nayla kita lanjutkan" kata Lala lagi.
Nayla menggeleng dalam hitungan detik raut Lala kembali anggun.
__ADS_1
Lala kembali membisikan sesuatu pada Nayla "Kamu liat anak itu" Bu Lala menunjuk seorang anak yang sedang duduk sendiri tak berkawan "Kamu jangan coba coba usik dia, dia anak pemilik yayasan ini kamu tau gara gara dia udah ada 10 guru yang di pecat padahal dia baru masuk satu tahun terakhir, kebayang gak berkuasanya anak itu"
"Masa sih?"
"Iya, dan.... ehmm beban ini akan di serahkan sama kamu, semoga kamu guru terakhir yang masuk tahun ini karna menggantikan guru yang di pecat, kamu akan mengajar di kelas anak itu"
Nayla memperhatikan gadis dengan rambut kuncir dua itu, Nayla tak bisa melihat rautnya karna bocah itu tengah membelakangi mereka. "Siapa namanya?"
"Naura.."
Triiiing...
"Ah udah bel ayo kita siap masuk kelas kita juga harus menggiring mereka supaya masuk ke kelas, tadi udah aku tunjukkan kelas kamu" Nayla mengangguk.
__________
Aku mau fokus dulu sama yang ini untuk maid make me crazy aku stop dulu, nanti abis ini tamat aku lanjut lagi
__ADS_1
Terimakasih sudah membaca π jangan lupa likeπ,coment, juga vote hadiah juga bolehπππ