Melody Cinta Nayla

Melody Cinta Nayla
Bab 41- Perjanjian (2)


__ADS_3

Tepat setelah Rey bertemu Sonia seperti katanya Rey dan Bram menemui tuan Raksa mereka bahkan datang tanpa membuat janji terlebih dahulu, tak ada tata krama, hilang sudah rasa peduli dalam diri Rey, mereka membuat Rey tak punya harga diri untuk di pertahankan,bahkan apa yang akan dirinya lakukan saat ini adalah menjatuhkan harga dirinya.


Sekertaris mengabarkan pada Raksa bahwa Rey ingin menemuinya,Raksa mengeryit bingung ada apa?bukankah Rey sedang ada janji makan dengan Sonia, bahkan anaknya itu begitu bahagia ketika mengabarkan bahwa Rey mengajaknya bertemu."Persilahkan dia masuk"


Rey dan Bram pun masuk "Ada apa Rey bukankah kau sedang ada janji dengan Sonia.?"


"Urusan kami sudah selesai bahkan dengan sangat cepat hanya tinggal menunggu persetujuan anda tuan Raksa" kata Rey datar tak ada expresi sama sekali di wajahnya. "Aku kemari ingin mengajukan syarat untuk menikahi anakmu"


"Kau bersedia?"


"Tentu jika anda setuju dengan syaratku"


Rey menyimpan berkas di hadapan Raksa berkas kepemilikan 25% Saham yang harus di berikan atas mana Rey.


"Kau bercanda Rey 25% jumlah yang sangat banyak bahkan lebih dari yang ku punya" cecar Raksa.


"Anda pikir aku semurah itu? Anda dan putri anda yang menginginkan ini, jadi jangan harap aku akan menurunkan hargaku"


"Jadi maksudmu aku harus membelimu begitu" cibir Raksa.

__ADS_1


"Bukankah sejak awal seperti itu, anda menawarkan kerjasama, namun jika tidak aku harus terima akibatnya, sekarang aku sedang menjual diriku, jadi aku harus mendapatkan harga sepadan, karna aku akan hidup dengan orang yang sama sekali tidak ku cintai"


"Jika aku tidak mau?" tantang Raksa.


"Tidak masalah jika anda tidak bersedia, maka batalkan pernikahan ini dan jangan pernah mengangguku lagi"


Raksa benar benar murka namun juga tak bisa berbuat apa apa, di satu sisi ada putrinya, yang begitu mencintai pria brengsek dihadapannya ini jika ia tak menyetujuinya maka anak semata wayangnya akan hancur,lagipula jika Rey menikah dengan Sonia berarti milik Rey menjadi milik Sonia bukan,itu berarti ia akan memberikan ini kepada putrinya juga.


"Baiklah aku setuju"


"Silahkan tanda tangan tuan" Bram menujuk dimana Raksa harus tanda tangan.


"Baiklah tuan tiga hari lagi akan ada pertunangan dan dalam sepuluh hari akan ada pernikahan dan harus sudah ada berkas lengkap tentang sahamku"


"Kau gila sepuluh hari terlalu cepat untuk mengurus semuanya." Raksa kembali terkejut,ia bahkan harus membeli sisa saham yang belum dimilikinya,karna saat ini ia hanya memiliki 10 persen saham di perusahan keluarga Rey.


"Anda pikir aku peduli, lagi pula aku juga harus segera pergi dari sini dan kembali ke Inggris bukan"


"Jika begitu bisakah semuanya ku urus setelah pernikahan"

__ADS_1


"Maka jangan berharap ada pernikahan,anggaplah itu sebagai mahar untukku"


"Tapi mahar di berikan oleh pihak pria" kata Raksa makin geram.


Rey terkekeh "Itu jika pengantin pria menginginkannya sedangkan aku, sama sekali tak sudi menikah dengan anakmu"


"Kau..!" Raksa nyaris mengeluarkan amarahnya.


"Tahan tuan Raksa,ini bahkan belum dimulai,bukankah anda akan melakukan apapun untuk kebahagiaan putri anda,dan jangan lupakan bahwa untuk itu kalian sudah mengahancurkan kebahagiaanku"


Rey segera bangkit dari duduknya "Baiklah tuan Raksa semoga bisnis ini dapat menguntungkan ku" Rey berjalan diikuti Bram yang menghela nafasnya berat.


Meninggalkan Raksa yang benar benar murka.


Tiba di mobil Rey menyandarkan tubuhnya di sandaran kursi tubuh dan batinnya begitu lelah. "Tuan anda yakin melakukan ini" Bram melihatnya dari kaca spion mobil yang menampakan raut lelah Rey.


"Jangan pikir ini terlalu kejam, bahkan mereka lebih kejam padaku" Rey mendesah "Aku bahkan merasa ingin mati menahan rinduku pada Nayla" Rey melihat kearah luar jendela.


Baru tiga hari ia tak bertemu dengan Nayla,namun rasa nya begitu menyiksa 'Aku merindukanmu.. sayang'.

__ADS_1


__ADS_2