
Sudah satu minggu sejak pertemuannya dengan Rey terakhir kali Nayla tak pernah bertemu dengan Rey, Nay juga mematikan ponselnya hingga dia tak tau apapun tentang Rey.
Nayla bekerja seperti biasa bernyanyi sekaligus menjadi pelayan di Cafe ABG. menutupi rasa sedihnya dengan menyibukkan diri.
"Nay bisa tolong anterin ke meja no 8 aku kebelet banget" seorang pelayan meminta Nayla untuk menggantikannya.
"Oh Oke" Nayla mengambil nampan berisi dua minuman dan dua cake di atas nampan.
"Pesanannya kak, selamat menikmati"
"Makasih.." kata mereka berbarengan.
"Sama sama kak"
Kata Nayla pada Dua perempuan berseragam rapi sepertinya mereka kerja kantoran, saat hendak berbalik Nay mendengar kedua gadis itu tengah berbicara.
"Eh liat itu kalo anak konglomerat pasangannya sama anak konglomerat juga, mana ganteng lagi cowoknya" seorang gadis menunjuk majalah di depannya.
"Hmm.. tapi yah biasanya pernikahan kaya gitu kebanyakan karna di jodohin, istilahnya di sebut pernikahan bisnis buat keuntungan, kalo istilah artis tuh cuma setingan" kata temannya menimpali.
Nayla yang penasaran melihat sedikit kearah majalah tersebut.
Degh..
"Kak, boleh liat bentar?" kata Nay.
"Oh boleh" Nayla mengambil majalah tersebut benar matanya tak salah lihat itu Rey dan Sonia, mereka berpasangan dan terlihat serasi Rey tengah menyematkan cincin di jari manis Sonia, hati Nayla terasa sakit, tak sanggup membaca lebih jauh Nayla memilih mengembalikan majalah tersebut ke dua perempuan tersebut.
"Makasih kak" kata Nayla lirih.
"Iya sama sama kamu kenal mereka?" kata salah satu dari dua perempuan tersebut.
"Enggak juga kok kak,mana kenal sama konglomerat kaya gitu, yang ada aku mah kolongmelarat" canda Nay.
"Haha bisa aja kamu, eh kamu yang tadi nyanyi kan"
__ADS_1
"Iya kak"
"Mau Request boleh?"
"Boleh kak lagu apa?"
"Aku lagi suka lagu ini, bisa gak?" perempuan itu mengulurkan hapenya ke arah Nayla.
"Oh siap kakak?"
"Aku Risa dan ini temen ku Diva" Nayla pun berjalan kearah dapur untuk menyimpan nampan tersebut.
Nayla benar benar meresa tak sanggup ia ingin menangis, tapi tidak bisa karna Nay masih harus bekerja 'Kuat Nay,bukankah ini mau kamu' Nay naik ke atas panggung sambil menyiapkan gitar,seperti biasa di belakang ada yang menemani pemain drum,dan keyboard setelah membisikan lagu yang harus dimainkan Nay berbicara di depan mix "Buat kakak yang disana yang cantik cantik kakak Risa dan Kak Diva, lagi suka lagu sedih ya, tapi semoga dikehidupan nyata kalian selalu bahagia"
Aku yang lemah tanpamu
Aku yang rentan karena
Cinta yang t'lah hilang darimu
Selama mata terbuka
Sampai jantung tak berdetak
Selama itu pun aku mampu untuk mengenangmu
Darimu, kutemukan hidupku
Bagiku , kaulah cinta sejati
Yeah, huu, huu
Bila yang tertulis untukku
Adalah yang terbaik untukmu
__ADS_1
'Kan kujadikan kau kenangan
Yang terindah dalam hidupku
Namun takkan mudah bagiku
Meninggalkan jejak hidupmu
Yang t'lah terukir abadi
Sebagai kenangan yang terindah
Lagu dari Samsons (Kenangan terindah) itu mengalun indah, Nayla nyaris mengeluarkan nada sumbang di akhir karna ingin menangis. ah kenapa yang request malah lagu sedih sih, sama banget sama keadaannya saat ini..
Jam sembilan malam Nayla sudah bersiap pulang, Cafe sudah tutup beberapa karyawan juga sudah pulang "Nay?" Vina melihat Nay yang masih memasukan barangnya kedalam tas.
"Ya" Nay menoleh ke arah Vina.
"Lo baik baik aja?"
"Baik, kenapa?"
"Gue udah tau semuanya Nay"
"Lo bisa cerita sama gue, gimana pun juga itu gak gampang, gue tau lo kuat tapi kadang lo juga perlu nangis buat luapin semua"
Nayla tersenyum "Gue udah nangis dari kemaren, gue emang gak baik baik aja Vin, tapi ya, mau apa lagi? kalo gue terus nangis dia bakal balik lagi ke gue, atau Ibu sama Bima bakal baik baik aja liat gue terpuruk"
"Gue sakit iya, gak mungkin enggak, sakit banget, tapi ini udah jadi keputusan gue" Vina memeluk Nay dan mengusap bahu Nayla pelan.
Mata Nay sudah berkaca kaca, akhir akhir ini Nay lebih perasa, gampang menangis "Gue yakin lo kuat, nangis yang puas abis itu gak usah nangis lagi" Nayla mengangguk dan menangis di pelukan Vina.
Dibalik pintu Meilani ikut menangis sambil menggenggam ponselnya,Kakaknya Rey memintanya untuk melihat keadaan Nayla tepat saat tiba Cafe sudah tutup namun ada beberapa karyawan yang baru mau keluar, saat akan masuk ia berpapasan dengan Vina, lalu Mei menceritakan pada Vina tentang keadaan Nayla, hingga Vina tau semua, sebenarnya Vina sudah curiga melihat Nayla tak seceria biasanya dalam satu minggu ini.
Meilani ingin bertemu dengan Nayla namun dirinya mendadak kelu ketika mendengar kata kata Nayla pada Vina.
__ADS_1
Mei keluar dari cafe dan menempelkan ponselnya di telinga "Kakak udah dengerkan? aku gak bisa ketemu kak Nay, aku gak sanggup" Meilani menutup ponselnya lalu masuk kedalam mobil untuk pulang "Jalan pak!".