Melody Cinta Nayla

Melody Cinta Nayla
Bab 77- Mendekati Naura (2)


__ADS_3

Nayla dan Naura menunggu Rey yang berganti baju karna Rey yang sudah mengenakan stelan kerja "Dan.. undur jadwalku aku akan datang sedikit siang" tanpa banyak bicara Rey menutup panggilannya pada Daniel.


Rey sudah bersiap akan memasuki mobil "Ayo.." Nayla malah berdiri bersisian dengan Naura.


"Sayang ayo..!"


"Kami akan naik motor" jawab Nay.


"Apa??tidak ayo naik mobil saja"


"Tapi Rey kita mau jalan jalan, naik motor lebih seru"


"Sayang motor panas lebih baik mobil saja"


Naura melihat kearah Rey dan Nay bergantian,anak itu hanya bisa mendengar ucapan Rey dan Nay yang tak biasa.


"Baiklah tanya Naura saja, Naura kamu mau naik mobil atau motor?" tanya Nayla.


"Mo..bil" dan dengan tersenyum Rey menyodorkan tangannya dan disambut Naura dengan senyuman,mereka bertos ria.


"Ishh mentang mentang daddynya di belain" gerutu Nay, namun Nay terseyum melihat interaksi Rey "Ya sudah ayo naik mobil" Nayla mengandeng Naura untuk masuk kedalam mobil.


Sedangkan Rey masih memaku di tempatnya,dan melihat telapak tangannya yang tadi bersentuhan dengan Naura, ia tak bermaksud melakukan itu, itu terjadi begitu saja.


Nayla menghampiri Rey setelah mendudukan Naura di kursi penumpang.


"Semua yang kamu banyangkan tidak terjadi bukan" Nay mengenggam tangan Rey dan mengusap telapak tangannya "Ayo kita rawat Naura,jangan sampai ia melakukan hal yang sama dengan ibunya, dan sekarang itu akan bergantung dengan cara apa kamu mendidiknya"

__ADS_1


"Kamu hanya takut, dan menjadikan Sonia sebagai bayangan dalam diri Naura, maafkan dia agar kamu bisa berdamai dengan hatimu, agar kamu bisa melihat Naura juga sebagai anakmu"


Rey terenyuh,Nayla benar selama ini ia masih menyimpan kebencian pada Sonia hingga ia melampiaskannya pada Naura.


Rey mengusak lembut rambut Nayla "Kamu dari dulu memang selalu bijak dalam segala hal, bahkan aku kalah dalam hal itu"


"Huum, apa kamu tak malu umur" Rey terkekeh.


"Jangan ingatkan soal umur sayang, situa ini adalah yang membuat seorang gadis tergila gila" Rey mengecup ujung rambut Nay.


Nayla mencebik "Tidak sadar diri situa itu yang lebih tergila gila pada si gadis"


"Ya dan situa itu aku" mereka tertawa,tanpa mereka sadari Naura melihat dari dalam mobil.


"Ya sudah ayo tukang bubur nya keburu tutup"


Mereka mendatangi tempat makan bubur favorit Nay,"Disini??" tanya Rey.


"Iya buburnya enak ayo" Nayla turun dan mengajak Naura.


"Bang buburnya tiga"


"Eh neng Nayla seperti biasa ya neng"


"Iya bang, pake sate usus sama ampela ya"


"Siap neng"

__ADS_1


Nayla duduk di kursi kayu dengan Naura di sebelahnya, Rey ikut duduk di depan Nayla "Yakin disini sayang " bisik Rey ,Nayla mengangguk.


Rey, dan Naura memandang bubur ayam di depannya dengan segan, sedang Nayla sudah melahapnya, Nayla memang sudah sarapan di rumah namun ia tak akan menolak untuk makan bubur ayam favoritnya.


"Kok diem sih? nih coba dulu" Nayla menyendok bubur dan di sodorkan pada Rey, dengan enggan Rey membuka mulutnya "Enak kan?"


Nayla melihat kearah Naura "Daddy suapi Naura ya" pintanya pada Rey dengan kedipan mata.


Rey tercengang mendengar panggilan Nay, ada rasa yang membuncah di hatinya "Ayo dong daddy" Rey menghela nafasnya pelan, lalu menyodorkan bubur ke Naura, tentu saja Naura mau dan langsung melahapnya.


"Sekarang Naura suapi ibu aaaa" katanya. begitu seterusnya mereka saling menyuapi bahkan Nay bisa melihat raut Naura yang bahagia disuapi oleh Rey, anak itu tak berhenti tersenyum di balik kunyahannya.


Mereka tak peduli orang disekitarnya memperhatikan mereka dengan tatapan iri bagai keluarga bahagia.


Rey tersenyum kearah Nayla dan sesekali melihat Naura yang tak hentinya tersenyum padanya, Nayla benar Rey harus belajar melepaskan semua kebenciannya bagaimana pun juga Naura adalah anaknya, meski tak pernah diinginkannya.


Sekarang giliran Nay yang harus bertanya pada Naura bolehkah ia masuk kedalam kehidupan Naura dan Rey.


Meski Nay yakin Rey tak peduli dengan pendapat Naura tapi bagi Nayla ini sangat penting karna Nay tak mau ada pertentangan dari siapa pun termasuk keluarga Rey, ah Nayla hampir lupa dengan ibu Rey, yang dulu juga menentang hubungannya dengan Rey.


like👍👍


komen💭💭


hadiah 🌹🌹☕☕


vote❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2