
Rey mengantar Nay pulang setelah mengantar Meilani. Sepanjang jalan Rey hanya tersenyum sesekali melihat ke arah Nay.
Ketika tiba di depan gang Rey membuka pintu mobil sebelum Nay "Tunggu" katanya lalu berjalan memutar untuk membukakan pintu untuk Nay "Silahkan.." Nayla mengulum senyumnya walau dalam hati dirinya berkata lebay namun tak urung juga dirinya tersipu.
Rey berjalan menyusuri gang untuk mengantar Nay sampai kerumahnya ketika tiba didepan pagar Rey menghentikan langkahnya "Ehmm.."
"Aku lusa kembali ke inggris"
Nayla mendongak melihat ke arah Rey meski Nay cukup tinggi namun tetap saja Rey lebih tinggi darinya. "Aku harap kamu sudah memikirkan tentang kita"
"Ak..aku.."
"Tidak apa masih ada hari esok pikirkanlah" Rey mengusap pipi Nay lalu mengecup bibir Nay lembut hanya kecupan tanpa nafsu yang menggebu. Rey mencoba menyalurkan perasaannya agar Nay bisa tau betapa tulusnya Rey.
__ADS_1
Pria matang yang ingin segera menjadikan Nayla sebagai miliknya. Rey ingin segera mendapat persetujuan Nay dan memperkenalkannya pada Ibu dan Papinya.
"Ya sudah masuk sana aku gak mampir soalnya udah malem" Nay hanya mengangguk lalu membuka pagar dan masuk sesekali Nay melihat kearah belakang dan masih mendapati Rey yang melihatnya sambil tersenyum.
Nay memejamkan matanya sambil memikirkan ucapan Rey tadi Apakah dia harus menikah secepat ini, Nay bangkit dan mencari Ibu "Bu..?"
"Ya Ibu disini Nay" Ibu sedang di dapur membuat adonan kue untuk pesanan besok "Kenapa?"
"Rey.. maksud Nay.. emm.." Nay ragu untuk mengungkapkannya
"Ih.. Ibu.. Itu Rey mau minta Nay jadi pacarnya" Ibu menghentikan kegiatannya dan menatap Nay lekat. "Menurut Ibu gimana? apa Nay harus terima atau Nay tolak aja"
"Perasaan Nay gimana?"
__ADS_1
"Kok Ibu malah balik nanya sih" keluh Nay.
Ibu menghela nafasnya lalu mencuci tangannya dan duduk disisi Nay "Dengar Ibu, keluarga mereka berbeda dengan kita dan kalau Rey bisa menerima kamu gimana kalau keluarganya enggak? dan andai pun mereka semua setuju apa Nay bisa mengimbangi mereka,Nay udah siap sama itu semua? Ibu gak akan melarang kamu, tapi Ibu cuma minta kalau kamu harus siap dengan segala sesuatunya, apalagi kamu masih terlalu muda untuk menikah"
"Nay kan cuma pacaran Bu, belum tentu juga bakalan nikah sama Rey"
"Ya sudah kalau cuma pacaran kenapa kamu minta pendapat Ibu, Ibu kira dia ngelamar kamu, mana Ibu udah bicara panjang lebar lagi, tapi jangan kelewatan ya pacarannya, yang sehat sehat aja"
Ibu beranjak dan melanjutkan pekerjaannya. "Sini Nay bantu"
"Nah gitu dong dari tadi kek bantuinnya,anak perawan tuh harus rajin jangan males males"
Rencana Rey untuk pulang lusa tidak terlaksana nyatanya Bram menghubungi ada situasi yang mendesak dan Rey harus segera pulang.Malam itu juga Rey terbang ke Inggris.
__ADS_1
Rey mencoba menghubungi Nay namun tak di angkat mungkin Nay sudah tidur karna malam sudah larut, baiklah Rey akan menghubungi Nay begitu tiba disana saja.
Esoknya Nay bekerja seperti biasa, Nay melihat ponselnya sama sekali tak ada notifikasi dari Rey, "Katanya mau jawaban tapi kok gak nelpon sih" hingga malam tiba tak ada tanda tanda Rey akan menemuinya, Nay mencoba abai dan bekerja seperti biasa namun tetap saja seperti ada sesuatu yang hilang ketika tak bersama Rey.