
Rey mematut dirinya di depan cermin, dia terlihat segar bahkan Rey menyempatkan untuk mencukur jambangnya terlebih dahulu "Bagaimana keadaanmu,apa kamu sudah melupakanku" tapi walaupun sudah, Rey akan berusaha membuat Nay kembali padanya bahkan jika Nayla sudah menikah pun Rey akan merebutnya dari suaminya, Rey tak peduli jika tuhan kali ini benar benar mempertemukannya lagi dengan Nayla, itu berarti Nayla adalah takdirnya seperti yang di katakan Nayla.
["Ayo kita lihat apakah kita berjodoh atau tidak, sejauh apapun aku berlari jika kamu jodohku aku akan kembali padamu"
"Dengan siapapun kamu sekarang kamu akan tetap temukan jalan kembali padaku"
"Lepaskan semuanya, mari kita lihat kemana jalan kita akan berakhir"]. Bab 38-Terakhir kali.
Itu adalah kata kata Nayla yang selalu di ingat Rey, meski sakit Rey berusaha menunggu berharap tuhan kembali mempertemukannya dengan Nayla.
Bisa saja Rey mencari Nayla dan dengan mudah menemukan Nayla namun Rey ingin melihat hingga kemana takdir akan membawanya.
Dan sekarang ia akan menagih janjinya pada Nayla jika mereka bertemu, janji untuk hidup bersama.
Hari itu Nayla berjanji akan menikah dengannya, jika tuhan benar benar mempertemukan mereka kembali.
["Selamat untuk pertunanganmu, maaf sepertinya aku tidak bisa menghadirinya"
Rey terus menggeleng "Nay?"
Nayla mengecup kening Rey untuk yang terakhir kali. Rey menyerukan kepalanya di dada Nay yang masih berada dipangkuannya.
"Aku akan tetap mencintaimu."
__ADS_1
Nay tersenyum "Rey....???"
"Hmm" Rey masih memeluk Nayla.
Nayla terkekeh,sambil mengelus rambut Rey "Jika nanti kamu menduda jangan cari yang lain, aku yang akan menikah denganmu"
Rey merenggangkan pelukannya lalu menatap manik Nayla "Kalau begitu aku akan menduda dengan cepat"
Nayla menggeleng "Bukan begitu cara kerjanya, biarkan takdir tuhan yang mempertemukan kita kembali maka aku akan menepati janjiku, jangan mencariku biarkan kita bertemu dengan keinginan tuhan"]. Bab 38- terakhir kali.
Daniel sudah menunggu di depan mobilnya,setelah melihat Rey keluar dari rumahnya Daniel membuka pintu belakang untuk Rey.
"Kau yakin tau dimana rumahnya Dan?"
Di persimpangan jalan dia berpapasan dengan motor yang keluar dari pagar rumah yang terbuka,Rey melihatnya itu seorang pria namun ia tak bisa melihat wajahnya karna tertutup helm.
Sejenak ia berpikir, ia keluar dari rumah yang di datanginya apakah itu suami Nayla, persetan ia tak peduli apapun akan Rey lakukan untuk mendapatkan Nayla kembali.
"Kau yakin ini rumahnya?" ini rumah berbeda dari yang dulu yang harus masuk kedalam gang kecil,apakah benar guru yang akan ia temui adalah Naylanya bagaimana jika bukan.
Rey turun dari mobil berjalan untuk mengetuk pintu rumah, Namun sudah berulang kali mengetuk tidak ada yang membuka pintu "Tidak ada orang Dan, apa kau salah alamat?"
"Tidak tuan ini alamatnya benar, begini aku akan bertanya ke orang yang di sebelah rumah tentang penghuni rumah ini"
__ADS_1
"Ya cepatlah" Daniel bergegas untuk menemui tetangga rumah Nayla untuk bertanya.
Saat Rey menunggu Daniel terdengar teriakan yang Rey hapal suara siapa itu "DADDYYY" Rey menoleh benar saja itu suara Naura, namun seperti biasa Rey enggan melihat raut Naura,yang ia lihat adalah wajah cantik yang ada di sebelah Naura "Nayla" gumamnya.
Nayla yang sekarang sedikit berbeda dengan terakhir ia bertemu, Nayla terlihat semakin dewasa dan semakin se xy, Nayla tengah mengenakan lejing ketat setengah betis juga kaos ketat yang menampilkan kulit perutnya.
Antara terpesona dan murka Rey bersumpah tak akan membiarkan Nayla berpakaian seperti ini lagi Rey berusaha menyembunyikan kemarahannya melihat Nayla yang agak linglung Rey akan menghampiri namun dengan cepat Nayla mengangkat tangannya untuk mencegah Rey mengahampiri nya. Rey menatap Nayla dengan penuh kerinduan, Rey ingin segara memeluk gadisnya, sudah lama dia menahan rindu ini.
Namun yang Rey lihat hanya tatapan datar dari Nayla,apakah Nayla tak merindukannya,atau cinta Nayla untuknya sudah hilang.
Jantung Rey berdegup kencang saat Nayla berjalan kearahnya.
"Bu Nay, ini Daddyku" Naura tersenyum bangga.
Nayla tersenyum kearah Naura,lalu melihat kearah Rey "Anda akan menjemput Naura?"
Rey tak menjawab,namun matanya terus memandang Nayla,Nayla melewatinya begitu saja dan berjalan kearah pintu "Saya akan mengambil barang Naura yang ada di dalam" Nada suara Nayla sudah bergetar, ia tak sanggup bicara lebih lama, kenapa seperti ini kenapa mereka harus bertemu saat Rey sudah memiliki anak,apakah dia hidup bahagia dengan istrinya,apakah Rey sudah melupakan nya bahkan mereka memilik tanda cinta, ya Nayla sekarang ingat,Naura mengingatkannya pada seseorang Naura benar benar mirip dengan... Sonia, istri Rey.
Langkah Nayla terhenti tangannya yang akan memegang pintu mengambang diudara.
"Apa kamu tidak mengingatku"
__ADS_1