
Rey baru saja bangun saat mendengar suara bel berbunyi,"Kenapa Bram tidak langsung membuka pintu,berisik sekali" Rey menggerutu sambil menuruni tangga,semalam Rey tidur di jam 2 malam setelah mengantarkan Nay,Rey kembali bekerja.
Rey hampir menyemburkan amarahnya karna tidurnya terganggu namun bibirnya langsung terkatup rapat ketika melihat siapa yang datang Rey menghela nafasnya "Kenapa Dad kemari?" Rey melihat ke arah Daddynya yang tentu saja tak datang sendiri, selalu ada Asisten dan bodyguard yang menemani.
"Apa begini caranya menyambut daddymu" Rey menepi untuk mempersilahkan Daddynya masuk. "Kau lebih menyukai apartmen kecil ini dari pada tinggal dengan Ibumu" Sam duduk di Sofa ruang tamu.
"Ada apa Dad kemari, aku bahkan akan pulang besok"
"Jika kau pulang memang kita bisa bertemu" bahkan dalam setahun bisa dihitung dengan jari Rey berkunjung ke mansion daddynya.sisanya mereka akan bertemu dikantor jika mengadakan rapat direksi.
Rey mendudukan dirinya di depan Daddynya. "Jadi ada hal penting apa yang ingin dad katakan?"
"Dad sudah berbicara dengan Raksa,Dad mengundangnya untuk makan malam sekaligus merayakan ulang tahunmu"
"Kenapa tidak membicarakan dahulu padaku" desah Rey.
"Kau hanya perlu menuruti dad, Rey,datanglah malam ini, dan jangan membantah" Sam berdiri dan hendak pergi sebelum Rey kembali bertanya.
"Apa rencana Dad sebenarnya"
"Turuti saja Dad"
Sam pun pergi dengan diikuti para bodyguardnya.
Tak lama selepas Sam pergi Bram datang dengan beberapa map ditangannya, Bram melihat kearah Rey yang sedang memijat keningnya,penampilannya masih berantakan bahkan Rey belum mencuci muka sebangun tidur tadi.
"Tuan, ini hasil yang anda minta"
Rey mengabil map yang diberikan Bram dan membacanya "Astaga Bram aku tidak percaya ini" Rey mengusap wajahnya frustasi.
"Jadi bagaimana tuan?"
__ADS_1
"Kita lihat apa yang sebenarnya mereka inginkan" Rey meremas jarinya "Aku ingin menemui Nay dan mengajaknya ke acara malam ini"
"Kau yakin tuan,itu mungkin berdampak untuk hubunganmu kedepannya"
"Aku tau, tapi aku hanya akan menikah dengan Nay tidak yang lain" Rey beranjak untuk segera mandi,sekaligus mendinginkan kepalanya yang terasa panas.
Nay berjalan sambil bersenandung ketika turun dari Bis hari ini tak ada motor yang menemani karna Rey berjanji akan menjemputnya sepulang kerja,
Nay memilih lagu dari hape yang menyambung ke headset yang dipakainya,hingga tak menyadari seseorang sedang mengendap mengikutinya.
Hingga suara keras menyentaknya sambil mencabut Headset yang dipakai Nay "DUARRR"
"AAAAA" Nay melotot kaget kearah Rey tertawa terbahak bahak "Ya ampun bikin kaget aja" Nay memukul bahu Rey, tentu saja tak berpengaruh untuk Rey.
Rey terus tertawa hingga memegang perutnya,sungguh lucu raut kaget Nay.
"Sudah selesai" Nay melipat tangannya di dada.
"Ish minggir aku mau kerja" kata Nay ketus.
Nay berjalan cepat meninggalkan Rey yang masih terkekeh,"Ehh ngapain?" Nay merasakan tangannya di tarik Rey berlawanan arah dengan Cafe. "Rey aku harus kerja"
"Hari ini kamu libur" Rey menariknya kearah mobil yang terparkir di pinggir jalan,tadi Rey melihat Nay dijalan hingga menepikan mobilnya dan berencana sedikit menjahili Nay, dan berhasil. Nay terkejut.
"Gak bisa"
"Bisa aku udah ijin sama bos kamu"
"Kok bisa?"
"Ya bisa lah bila perlu aku beli sekalian Cafenya"
__ADS_1
"Sombong" Rey membuka pintu dan memasukan Nay di bangku penumpang. "Mau kemana sih?"
"Jalan jalan" Rey menyalakan mobilnya dan mulai melaju.
Rey memberhentikan mobilnya disebuah parkiran "Tumben ngajaknya kesini" Nay melihat kearah depan Taman bermain D***n.
"Ya begini kalo kencannya sama Abege,mesti nurunin ego, maunya sih kencan nya dihotel tapi.." belum selesai Rey bicara Nay sudah menutup mulut Rey.
"Jangan ngomong sembarangan" kata Nay."Kamu tau aku gak suka kayak gitu" Nay tau betul untuk ukuran bule seperti Rey di usia yang matang, apalagi diluar negeri kehidupan bebas sudah biasa.
"Iya sayang aku cuma bercanda, ayo turun" Rey membuka pintu dan mengandeng tangan Nay.
Nay begitu antusias begitu memasuki taman bermain tersebut,segala jenis permainan di naiki nya tentu saja Rey selalu menemaninya. Rey tak henti tersenyum melihat raut bahagia dari Nay.
Tak terasa siang mulai berganti sore dan sore mulai menenggelamkan matahari,Nay dan Rey kini tengah bergandengan di sekitaran pantai A****l menikmati angin sore "Makasih aku seneng banget" kata Nay.
Tangan Rey beralih kebahu Nay dan merapatkan dengannya, mereka masih terus berjalan jalan "Nay"
"Hm?"
"Aku ulang tahun hari ini"
"Oh ya?" Nay mendongak melihat kearah Rey,Rey mengangguk.
"Aku gak tau maaf,pasti aku pacar yang buruk" Rey menggeleng.
"Kamu pacar terbaik"
Nay tersipu "Ya udah kamu mau hadiah apa?"
"Aku minta yang paling berharga"
__ADS_1