Melody Cinta Nayla

Melody Cinta Nayla
Bab 50-Ketahuan


__ADS_3

Nayla baru saja tiba dirumah. hanya sepuluh menit berjalan dari toko kue Nay sudah sampai dirumah.


Suasana sepi Bima belum pulang dari magang hanya ada ia dirumah, hari masih siang menjelang sore, Nay yang tadinya ingin mandi malah duduk di tepi ranjang, Nay mengingat lagi ucapan ibunya "Apakah sudah saatnya? Haruskah?"


Nayla melihat kearah jendela "Apa kabar kamu Rey? apa kamu baik baik saja? apa kamu sudah melupakanku? kenapa aku tidak bisa? apakah kamu sudah mencintai istri kamu? pasti sudah, dan kalian mungkin sudah punya anak!" Nayla tertawa pedih ini sudah 6 tahun pastilah Rey sudah lupa dengannya.


"Apa ini yang di sebut menyesal, menyesal menyuruhmu pergi" Nayla memejamkan matanya tak ada kenangan apa pun,barang, bahkan foto satu lembar pun tentang Rey tapi kenapa sungguh sulit melupakannya.


Esoknya..


Nay berangkat mengajar seperti biasa kelas di mulai pukul 8: 30, dan ini baru pukul 7:30 masih ada satu jam entah apa yang akan Nay lakukan, Nay hanya ingin pergi dari rumah menghibur diri, berharap bisa melupakan seseorang yang sejak dulu tak pernah hilang dari otaknya.


"Pagi pak" Sapa Nay kepada satpam yang berjaga.


"Pagi bu guru,semangat ya bu mengajarnya,masih satu jam lagi loh"


"Iya kemarin ada yang ketinggalan soalnya,jadi saya mau cari dulu,permisi ya pak"


"Oh iya silahkan bu guru"


Nayla berjalan sambil menyusuri setiap ruangan untuk ke ruangan guru,langkah Nay terhenti saat melihat ruang yang bertuliskan 'Ruang musik' Nay membuka pintu dan terpampanglah beberapa alat musik "Wow, lumayan lengkap ternyata" gumamnya.


Nayla berjalan kearah sebuah alat musik tangannya terangkat menyusuri setiap lekuknya piano, "Udah lama gak main ini" Nay duduk lalu mulai menekan not pada piano tersebut namun belum juga jarinya menari suara dari belakang ruangan terdengar.


Nayla bergegas bangkit dan melihat siapa yang terjatuh, keluar dari ruang musik dan menuju arah belakang melihat seorang gadis cilik yang sedang berjongkok "Naura?"


____________

__ADS_1


Seorang pria sedang menikmati sarapannya dalam hening di rumah besar yang terasa sepi meski rumahnya di penuhi para maid yang bekerja,namun pria tersebut seolah acuh dalam duniannya sendiri.


"Tuan jadwal anda hari ini.." seorang asisten membacakan jadwal tuannya sambil berdiri di belakangnya.


"Daddyyy" teriak gadis cilik yang sudah siap dengan seragam sekolahnya, diikuti pengasuh yang membawa tasnya menuju meja makan.


"Jangan berteriak Naura" tegas sang daddy.


Gadis itu mencebik "Kapan daddy pulang, kenapa sekarang sudah ada di rumah" Naura mengambil duduk di sisi sang daddy yang tak acuh hanya mengunyah makanannya. "Daddy bawakan pesananku?"


"Daniel.."


Daniel mengangguk lalu mengambil sebuah paperbag berwarna pink "Silahkan nona" Naura mengambil hadiahnya,masih dengan senyum diwajahnya.


"Daddy bisa antarkan Naura ke sekolahkan?"


"Daddy sibuk,Naura pergi dengan Daniel saja" Naura melihat sang daddy yang menyampirkan jas ditubuhnya, lalu pergi dengan dingin.


Daniel mengikuti langkah tuannya lalu membuka kan pintu mobil yang akan di naiki oleh tuannya "Silahkan tuan Rey"


Ya ia adalah Reymond Sanjaya Frederick, pria dengan tatapan dingin, dan tak tersentuh.


"Setelah mengantar Naura segera ke kantor kita ada rapat penting" Rey memasuki mobilnya.


"Baik tuan" Daniel mengangguk dan mengangkat kepalanya ketika mobil tuannya keluar dari gerbang.


Naura melihat kearah mobil yang terus melaju dengan mata memerah dan tangan terkepal "Mari nona" seru Daniel ia harus cepat mengantar Naura karna ia akan sibuk di kantor hari ini.

__ADS_1


Di dalam mobil Naura hanya diam matanya melihat kearah jendela, pandangannya yang memancarkan amarah,dan Daniel tahu itu karna apa.


Entah terbuat dari apa tuannya hingga tak pernah memperhatikan anaknya, dia begitu dingin, Rey memang selalu memberi apapun yang di inginkan Naura namun ia tak pernah melihat atau memperhatikan Naura, hatinya terlalu keras dan kejam, Daniel sudah bekerja selama empat tahun terakhir sejak Rey masih di Inggris dan pindah sejak satu tahun terakhir, sejak itu pula ia tak pernah melihat ke raut anaknya atau terlihat bercengkrama dengan Naura.


Naura turun dari mobil begitu tiba di sekolah, sekolah masih lenggang karna belum waktunya dan Naura terbiasa dengan itu kesibukan Daniel yang mengharuskannya siap lebih pagi.


Naura terus berjalan melewati kelasnya dan menuju kearah belakang sekolah Naura mengambil barang yang disimpannya dan di sembunyikan diantara tumpukan barang yang tak terpakai, Naura mengambil satu persatu barang itu dan di masukan kedalam kantung untuk ia buang, Naura tekejut kala mendengar suara piano di tekan,Naura berlari ia tak ingin ketahuan namun kakinya malah tersandung dan jatuh.


Bruk.. suara benda berjatuhan.


Naura meringis lututnya tergores dan berdarah.


"Naura?" Nayla berjalan kearah Naura yang berjongkok memegangi lututnya "Kamu ngapain,ya ampun kamu berdarah" Nayla menggendong Naura, Nayla melihat benda yang berceceran di lantai dan salah satunya botol air,dan pensil warna, "Kita obati luka kamu dulu" Nayla menggendong dan membawa Naura ke arah ruang kesehatan.


"Naura bilang sama ibu kalau sakit" Nayla membersihkan luka Naura dan memberi cairan anti septik lalu membubuhkan obat cair yang berwarna merah kehitaman "Tahan ya".


Naura meringis lalu memegang tangan Nayla "Udah, gak sakit lagi kan?" Kata Nayla sambil meniup niup luka Naura.


"Kamu diam disini sebentar,ibu nanti balik lagi" Naura mengangguk.


Setelah beberapa saat Nayla kembali dengan membawa kantung yang tadi Naura jatuhkan, Wajah Naura menunduk juga menahan tangis.


"Bisa jelasin sama ibu, ini apa?" Nayla menunjuk botol air "Ini punya Doni kan? yang ini punya Jeny, dan Ini punya Anina" Nayla membaca semua barang yang ada lebel nama pemiliknya di setiap benda.


"Kamu mencuri.."


___________

__ADS_1


Siapa yang nyangka Naura anaknya Rey, ya..iya lah kan ini cerita tentang Nay dan Rey🤪🤪 tenang tokohnya gak akan di ganti jadi Udin kok 🤣🤣


Terimakasih sudah membaca 🙏 jangan lupa like👍,coment, juga vote hadiah juga boleh😁😁😁


__ADS_2