
6 tahun yang lalu
Hari itu setelah Rey dan Sonia menikah,mereka kembali ka Inggris, sejak mereka menikah Rey tak pernah berbicara pada Sonia,Sonia di abaikan mereka tinggal di kamar yang berbeda,bahkan Rey tak pernah terlihat di rumah, Rey terus pulang malam demi menghindari Sonia,sungguh ia membenci Sonia yang egois dan memaksa menikah meski Rey tak mencintainya.
Sonia mengira jika mereka sudah menikah dan tinggal bersama cinta Rey akan tumbuh,namun tetap saja Rey tak melihatnya, dengan segala usaha Sonia berusaha merayu,dengan berpakaian se xy juga telan jang di depan Rey, namun tetap saja Rey tak tergoda.
Bahkan setelah dua bulan pernikahan Rey tak pernah menyentuhnya, jangankan menyentuh, berbicara saja tidak pernah. Rey hanya pulang untuk tidur lalu pagi pagi pergi kembali untuk bekerja,bahkan lebih sering tak pulang sama sekali.
Sonia mulai frustasi sedangkan perjanjiannya menikah dengan Rey hanya satu tahun,ia tak boleh kehilangan Rey satu satunya cara agar Rey tak meninggalkannya adalah melahirkan anak,namun bagaimana dirinya bisa memiliki anak jika Rey tak pernah menyentuhnya.
Malam itu Sonia bertekad akan melakukan sesuatu,dia sengaja memasukan sesuatu kedalam minuman Rey yang dibawa oleh pelayan dan biasa Rey minta untuk diantar kekamarnya.
"Tuan minuman anda"Pelayan menyimpan botol beserta,gelas di meja Rey.
Rey biasa menghabiskan malam dengan minum lalu mabuk dan tidur,hanya itu yang bisa ia lakukan jika lelah namun tak bisa memejamkan mata,harinya selalu teringat gadisnya yang menyerah berjuang dan memilih mengakhiri hubungan mereka.
Nayla
Rey berhenti minum ketika merasa ada keanehan dalam tubuhnya,kepalanya mulai berat dan hawa panas mulai muncul dari tubuhnya, ada apa bahkan Rey belum menghabiskan setengah botol, biasanya Rey harus menghabiskan beberapa botol untuk tidur.
Sonia masuk ke kamar Rey dengan lingerinya, Rey menyadari sesuatu itu makin mendesak dari tubuhnya "Shi it apa yang kau masukan dalam minumanku"
__ADS_1
"Hanya sesuatu yang akan menjadikanmu milik ku" Sonia mendekat tangannya mulai bergeriliya di tubuh Rey. jari lentiknya membelai dada Rey.
"Brengsek kau ja lang" Rey mendorong Sonia hingga memekik terjatuh,Rey memasuki kamar mandi dan mengguyur seluruh tubuhnya dengan air dingin,namun bukannya reda rasanya tubuh Rey semakin panas sial berapa banyak yang di masukan wanita itu.
Rey keluar dari kamar mandi bahkan kesadarannya sudah mulai memudar, Sonia belum menyerah kini dirinya merebahkan diri di kasur Rey bahkan sudah telanjang bulat "Ayolah sayang jangan tahan dirimu lagi,kamu bisa mati karna menahan nya" Dengan kesadaran yang hampir habis Rey akhirnya menerjang Sonia.
Rey sudah merasa tak waras hawa panasnya terasa makin membara,pandangannya sudah memudar yang ia rasa hanya rasa sakit yang teramat dari intinya yang berontak ingin dilepaskan.
Pagi harinya Rey terbangun dengan kepala yang berdenyut dan berat,Rey tertegun setelah mengingat kejadian semalam meski tak semuanya ia ingat,namun Rey tau apa yang mungin ia lakukan.
Rey berusaha bangun dan menuju kamar mandi,namun langkahnya terhenti saat terdengar suara dari dalam.
"Kamu gila dia bisa mati jika tidak melepaskannya,satu saja dia bisa menerjangmu semalaman"
"Ya aku tau,karna kalo cuma satu dia masih bisa menahannya,karna itu aku memasukan lebih"
"Ya dan beruntung dia bisa melepaskannya"
"Huum,sekarang hanya tinggal menunggu tumbuh Rey junior di rahimku dan Rey tidak bisa menceraikan ku karna aku melahirkan anaknya"
"Kau gila Sonia" orang di sebrang sana terkekeh.
__ADS_1
"Kau tau aku sudah melakukan hal hal gila sebelum ini,termasuk memalsukan hasil tes kesehatanku di depan papaku"
"Ya semoga tuhan tidak benar benar memberimu kangker itu"
"Tentu saja tidak akan,..kau pikir kenapa papa mau melakukan itu memaksa dan melakukan berbagai cara agar Rey menikah denganku jika dia tidak takut kehilangan putri satu satunya ini"
Rahang Rey mengetat giginya bahkan gemelutuk,tangannya mengepal kuat bahkan hingga buku bukunya memutih ia tak sadar melakukan itu bersama sonia semalam,pantas saja dosis yang dimasukan ja lang itu memang banyak.
Rey membuka pintu keras hingga Sonia terkejut, bahkan gerakan Rey sangat cepat saat tangan Rey meraih leher Sonia, menekannya kuat "Ah.. Rey.. sa..kit" nafas Sonia tersengal menahan tangan Rey yang mencekiknya kuat.
"Ja lang sialan,brengsek kau, aku akan membunuhmu" mata Rey merah tajam bahkan Sonia bergidik takut.
Sonia sudah tak bisa bicara nafasnya mulai memendek,matanya sudah terlihat memutih.
Rey melempar tubuh Sonia hingga tergeletak dilantai, Sonia terbatuk dan mencoba menormalkan lagi nafasnya.
Rey berjongkok dan meraih rahang Sonia, "Kamu fikir ini akan seperti keinginan kamu,aku sudah mengabaikanmu dan membiarkanmu hidup tenang namun kau melebihi batasanmu, lihatlah mulai hari ini neraka sesungguhnya akan di mulai" Rey menghempaskan rahang Sonia dengan keras hingga kepalanya kembali membentur lantai.
_________
Nah kan siapa yang kemaren nyangka Rey dikasih obat perangsang,kan aku udah bilang alurnya mudah di tebak. masih ada satu flashback lagi sampai kelahiran Naura dan kematian Sonia.
__ADS_1