Melody Cinta Nayla

Melody Cinta Nayla
Bab 96- Tembakan


__ADS_3

Diluar sana Bram dan Daniel masih mengahadapi para preman yang di sewa Amanda,"Si al mereka banyak dimana polisi polisi itu" gerutu Bram, bahkan anak buahnya sudah mulai kewalahan.


Dor..


Dor.. suara tembakan terus mengudara.


Polisi yang Daniel hubungi masih belum menampakan hidungnya, Daniel yang tak biasa melakukan perkelahian sedikit kewalahan, ia selama ini hanya dilatih untuk menjadi asisten bukan anggota mafia, namun situasi gila yang mendesak ini memaksanya menggunakan senjata entah dari mana Bram mendapatkan pistol ditangannya sekarang, beruntung dia menyukai film film action hingga dia merasa sedang menghidupkan imajinasinya.


"Kak Bram peluruku habis.." Daniel bersembunyi di balik pilar.


"Dobel sh it" erangnya,beberapa anak buahnya juga ada yang tertembak, entah berapa banyak uang yang Amanda keluarkan hingga preman preman itu tak habis habis,Bram butuh bantuan butuh pistol baru , beruntung saat itu juga polisi datang dan mulai menembaki dan membekuk para preman tersebut,satu polisi melempar pistol kearah Bram.


Bram berlari kearah gudang dimana Nay dan Rey berada namun Daniel menahannya "Tunggu kak kita tak boleh tergesa, bisa saja mereka dalam bahaya" Bram mengangguk lalu mulai mengintip perlahan.


.


.


Nayla belum menyerah, lebih baik dirinya mati dari pada menyerahkan kehormatannya, Nayla terus menggerakkan kakinya mundur, namun gerakannya terhenti saat punggungnya menyentuh dinding.


Tidak ini bukan akhir.. Nayla membenturkan kepalanya pada dinding demi menahan sakit diintinya yang ingin disentuh darah mulai keluar dari dahinya merambat di wajah cantiknya,Rey terus mengerang saat Nayla menyakiti dirinya sendiri ,tidak Nay saja tidak menyerah maka dia juga tak boleh menyerah sebelah tangannya yang memegang senjata mengepal mengeratkan tangannya.

__ADS_1


Dor..


Akkh.. Rey menembak tangan salah satu pria yang meraba tubuh Nay.


Dor.. satu tembakan mendarat lagi di punggung pria satunya yang tengah mengungkung Nayla, pria bertubuh besar itu langsung ambruk.


"Ouh sudah mulai berani rupannya" Amanda menekan pelatuknya "Baiklah kita akhiri saja, biarkan dia mati maka kamu pun akan mati"


Dor..


Bram datang saat Amanda mengerahkan pistolnya kearah Nayla,tembakan tepat di pergelangan tangan Amanda yang memegang senjata.


Amanda menjerit kaget saat merasakan tangannya tertembus peluru Bram.


Sisa anak buah Amanda yang berada diruangan tersebut di bekuk Bram dan Daniel, sedangkan Rey berlari menerjang pria yang masih belum menyerah menyentuh Nayla meski tangannya sudah tertembak.


"Brengsek kau.."


Rey menghantam membabi buta hingga pria bertubuh besar itu tergolek tak berdaya "Rey berhenti.." Bram berteriak bahkan ia lupa kata tuan yang harus ia sematkan pada Rey.


Bram yang sudah mengahampiri Nayla yang pingsan darah mengucur dari dahinya akibat Nay yang membenturkan sendiri kepalanya "Cepat bawa nona kerumah sakit..!!!" Teriak Bram lagi, saat melihat Rey yang hanya mematung melihat Nayla memejamkan matanya.

__ADS_1


"Cepat Brengsek.." Rey tersadar lalu membawa Nayla menggendong tubuh Nay yang sudah tak berdaya Rey berlari hendak keluar.. namun...


Dor..


Satu tembakan kembali terdengar.


.


.


Dihotel Ibu Nay masih menangis di depannya Bima memeluk ibu menenangkan juga Ibu Rey yang juga mengatakan hal hal menguatkan Ibu Nay.. "Tenang bu Santi sebaiknya kita berdoa semoga Rey berhasil menyelamatkan Nayla"


Disisi lain Meylani menangis di pelukan suaminya "Bagaimana ini Mas?"


"Tenanglah sayang kamu tak boleh stres ingat anak kita"


"Aku tidak menyangka Amanda mampu berbuat seperti itu"


"Sejak dulu anak itu memang mempunyai tempramen buruk dia bahkan berani mendorong adiknya hingga jatuh dari tangga hanya karna merasa iri, maka dari itu paman dan bibi menyekolahkan Amanda ke belanda menjauh dari keluarga" dan disanalah Amanda bertemu Sonia,di satu sekolah yang sama.


"Semoga kakak bisa menemukan kak Nay,dan tidak terjadi sesuatu yang buruk pada mereka" Jefry mengusap punggung Meylani berharap bisa menenangkan istrinya.

__ADS_1


Ponsel Bima berdering dengan cepat Bima mengangkatnya "Hallo.." semua mata tertuju pada Bima sekarang,mereka harap harap cemas akan kabar yang Bima dapat.


"Saya Daniel, kami ada di rumah sakit"


__ADS_2