
Nayla lagi lagi mengehela nafasnya, dirinya kini telah terbangun dari tidurnya setelah tidur beberapa jam, Nayla melihat kearah Rey yang masih memeluknya erat, pria itu tertidur begitu lelap dengan raut yang jelas sekali menapakkan kelelahan.
Nayla mengusap rahang Rey yang sedikit ditumbuhi bulu bulu halus, apa pria ini tidak pernah tidur hingga lingkaran matanya terlihat jelas.
Nayla bangkit perlahan menyingkirkan tangan Rey yang bertengger di pinggangnya. Nayla masuk ke kamar mandi, keluar dari kamar mandi dan menatap lamat lamat wajah Rey yang akan ia ingat nanti,lalu bergerak mengecup dahi Rey lama,Nayla menyimpan secarik kertas di atas nakas lalu pergi.
Rey terbangun badannya terasa lebih segar setelah beberapa hari ini tak bisa tidur nyenyak, Rey meraba sisi ranjang yang ia tempati namun kosong, pandangan Rey mulai berembun.
Rey bangun dan meraih kertas yang tersimpan di atas nakas.
.
.
.
Dear Rey..
Jangan lakukan sesuatu yang membuatku khawatir, berhenti membuat situasi sulit untukmu, jalanilah hidupmu dengan baik,berjanjilah akan selalu hidup bahagia dan aku juga akan melakukan hal yang sama.
Disini batas kita Rey, kumohon jangan pernah temui aku lagi, sebelum tuhan mempertemukan kita dengan jalannya,
Aku mencintai kamu Rey.. sangat.
__ADS_1
.
.
Nayla
"Bagaimana bisa aku bahagia,, kebahagiaan ku telah kau bawa pergi"
Satu minggu setelah itu Nayla tengah bersiap pulang dari Cafe, Nayla berjalan menuju parkiran "Kak Nay!!" Meilani baru saja keluar dari mobilnya dan berlari kearah Nayla.
Meilani memeluk Nayla sambil menangis "Maafin aku kak" Nayla mengusap lembut bahu Meilani.
"Kenapa sih?" Kata Nayla setelah melepas pelukan Meilani.
"Maafin aku, aku gak bisa berbuat apa apa untuk mencegah kak Rey menikah"
Rey sudah menikah, Nayla mengamati Meilani yang ternyata masih mengenakan kebaya khas yang seperti dibuat khusus untuk acara pernikahan Rey.
Nayla menghela nafasnya yang terasa sesak lalu tersenyum "Kamu ngomong apa sih Mei, itu bukan salah kamu ini sudah jalannya, lagi pula seperti apa pun kami berjuang jika tuhan tidak menghendaki kami tetap tidak akan bisa bersama"
"Maafin aku,maafin kak Rey juga" Meilani kembali menangis Rey yang sudah dewasa saja tak bisa melakukan apapun untuk menentang orang tuanya,apalagi Meilani. Nayla memeluk Meilani, seharusnya dirinyalah yang menangis sekarang, namun Nayla justru menenangkan orang lain, Nayla juga membutuhkan bahu seseorang untuk menangis dan menumpahkan segala kesedihannya, namun dirinya hanya bisa memendamnya.
Esoknya Nayla bekerja seperti biasa, Nay tersenyum pada setiap orang seperti biasa dia benar benar menyembunyikan tangisnya Nayla sudah puas menangis semalam, Nayla tak ingin menangis lagi, harusnya Nayla tak melihat artikel online tentang pernikahan putra pengusaha kaya sekaligus Ceo sebuah perusahaan ternama di Inggris, Reymond Sanjaya frederick
__ADS_1
,dengan seorang disainer sekaligus putri satu satunya Raksa Hutomo seorang pengusaha kaya di Indonesia.
Nayla melihat semua potret yang terdapat di portal berita tersebut Rey yang tampak gagah dan tampan dengan jas khas pengantin modern bersanding dengan Sonia yang begitu cantik dan anggun, sungguh serasi.
Nayla menghela nafasnya hidupnya belum berakhir, bahkan baru saja dimulai, hari ini ia akan mencari rekomendasi kampus untuk kuliahnya jika beruntung ia akan menempuh jalur beasiswa,dan memulai hidup baru, hidup yang Nay yakini akan lebih baik, umurnya masih muda 19 tahun tentu saja jalannya masih panjang.
Pada akhirnya Nayla tak bisa bersatu dengan Rey, mereka yang bagaikan langit dan bumi berpisah membawa cinta untuk masing masing, dan menutupnya rapat berharap kelak akan terbuka dengan sendirinya.
Melody Cinta yang Nayla harapkan indah seperti nyanyian cinta bahagia yang selalu ia nyanyikan nyatanya tak terwujud untuknya, karna nyatanya cintanya seperti Melody sedih yang tak pernah ia inginkan.
___________
THE END
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Beneran END kah? ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜