
Bima mengeryit saat melihat Pria yang turun dari mobil mewahnya lalu berjalan memutar untuk membuka pintu satunya lagi, Bima menganga saat melihat siapa yang turun dari kursi penumpang, makin terkejut lagi saat menyadari pria itu adalah..
Rey.. Pria yang dulu menyakiti Nay, dirinya dan Ibu. Bagaimana bisa ia bersama kakak nya apa yang terjadi bukankah dia sudah menikah, apa yang ia lewatkan Bima bergegas menghampiri dan menarik Nay agar tidak berdekatan dengan Rey.
Nay yang tak siap pun terhunyung ke belakang Bima, "Bim.."
Bima hendak memberi bogeman ke arah Rey namun Nay menahannya "Ngapain lo deketin kakak gue lagi"
Rey tak menjawab rautnya masih terlihat tenang,Rey memperhatikan Bima yang banyak berubah dari 6 tahun lalu, Bima sudah semakin tinggi dan terlihat tampan, tentu saja dirinya lebih tampan dari Bima.
"Breng sek pergi lo" teriak Bima.
"Bim.. dengerin kakak dulu"
"Apa sih kak, kakak dari tadi telat datang gara gara dia, kakak gak sadar apa kakak pergi sama laki orang,jangan bikin malu deh"
"Iya makannya dengerin dulu biar kamu gak salah faham, ayo" Nay menarik Bima masuk ke salah satu kafe dekat dealer tersebut "Duduk kakak mau ngomong"
Rey mengikuti dari belakang "Ngapain dia ngikut kita"
"Iya karna yang mau ngomong itu Rey.."
"Gak mau" dengus Bima "Gak sudi" Rey mendesah ini mungkin gak akan mudah pemuda ini terlihat keras kepala.
"Bima please.. demi kakak, tolong duduk dan dengerin kakak ngomong" Bima duduk sambil mendengus.
__ADS_1
Rey mulai menceritakan tentang pernikahananya dengan Sonia hingga awal mula ia memiliki Naura sebagai anak.
"Jadi Naura anak dia?"
"Iya" jawab Nay.
"Jangan bilang kakak tau karna itu kak Nay peduli sama anak itu?"
"Awalnya enggak,kakak cuma ngerasa ingin deket sama Naura begitu aja, kakak juga baru tau waktu Rey jemput Naura kerumah kita, Bim.. tolong jangan benci Rey lagi! Kakak minta kamu dukung kakak, kakak sayang sama Naura,kakak cinta sama Rey" Nay begitu yakin dan tak ada kata kilat ragu sama sekali.
Rey menatap Nayla sendu, ia benar benar beruntung di cintai oleh Nay cinta yang tulus "Saya akan lakukan apapun agar kamu dan Ibu merestui kami" Jelas Rey,ia meraih tangan Nay dan menggenggamnya.
Bima mendengus, "Kalo kita gak kasih izin?"
"Trus kenapa dulu nyerah"
"Bim kan kakak udah jelasin kakak yang nyuruh Rey pergi"
"Ya harusnya dia gak nyerah gitu aja dong"
"Bim ada banyak pertimbangan yang harus di fikirkan, Rey gak punya pilihan lain, dan kakak gak mau Rey kesusahan hanya karna kakak" Nayla menunduk sedih.
Rey semakin terenyuh ternyata Nayla hanya memikirkannya dan berkorban demi dirinya,Rey semakin yakin tak akan goyah meski Ibu dan Bima tak merestui, ia akan terus menunjukan ketulusannya terhadap Nayla.
"Tolong beri saya kesempatan, saya berjanji saya tidak akan menyakiti Nay lagi
__ADS_1
"Semua keputusan ada di ibu, meski aku berharap Kak Nay mendapatkan perjaka bukan duda" Bima memalingkan wajahnya,baru kali ini ia melihat mata Nay berbinar bahagia hingga tak mampu menolak lagi, selama ini Nayla hanya tersenyum dan tertawa seperti tanpa nyawa.
Rey menyunggingkan senyumnya "Terimakasih" Rey menatap manik Nay, dan Nay pun tersenyum kearahnya.
"Sudah jangan pegangan terus" Bima menarik tangan Nay yang di genggam Rey, "Sebelum Ibu ngasih restu jangan pegang pegang" Bima tak tau saja bahwa mereka bahkan sudah lebih dari pegangan, Pipi Nay memerah serta tatapan Rey yang tersipu, dan Bima menyadari sesuatu Bima berdiri dari duduknya"Astaga.. jangan bilang kalau kalian sudah.." tunjuk Bima bergantian kearah Rey dan Nay.
Nayla menggeleng "Nggak" Bima melihat ke arah Rey yang menyeringai..
"Sialan lo.." Bima menjatuhkan dirinya duduk kembali di kursi. "Jangan sampai lo ngerusak kakak gue,kalian belum sah,itu pun kalo ibu merestui,kalo nggak wassalam" kini Bima yang tersenyum pongah.
"Bim yang sopan jangan panggil lo, gue"
"Bodo amat"
"Saya tidak akan melewati batas" Yakin Rey, meski ia harus menekan hasratnya yang menggebu saat bersama Nay.
"Oke" Bima melihat keluar cafe dan mengarah kearah dealer tadi "Ehem untuk permulaan gua butuh bukti"
Nayla dan Rey saling pandang lalu mengikuti arah pandangan Bima.
_________
Bima udah tinggal Ibu, dan Naura, apakah akan mudah?
Bima mau minta bukti apa ya dari Rey?🤔🤔
__ADS_1