Melody Cinta Nayla

Melody Cinta Nayla
Bab 46-Tak akan menyerah.


__ADS_3

Detik telah terhenti di ujung malam


Aku tanpamu, aku tanpamu,


Pagi pun mengembun mendekat cepat


Tetap tanpamu, terus tanpamu


Inikah saatnya sementara menjadi selamanya,,


Kau tak ada,


perlahan menjauh lalu hilang


Andaikan aku mampu


Putar kembali waktu


Jadikan kita paling bahagia di dunia


Takkan ada yang mampu


Pisahkan ku dan kamu


Tak perlu ada patah hati


Seperti,


aku saat ini..

__ADS_1


(Maizura- Aku tanpa mu)


____________


6 Tahun kemudian..


Tring..


Suara bel berbunyi seiring pintu toko kue yang terbuka dari luar.


"Selamat datang.." Sapa gadis cantik yang menggunakan apron di tubuh proposinalnya, sejak di bangku SMA tubuhnya sudah memesona bak model, hingga orang orang yang melihatnya tak akan menyangka bahwa gadis itu masih SMA, kini gadis itu telah menjelma bak bidadari yang semakin menampakan kecantikannya, meski tampilan sederhana tanpa make up bibir pink alami yang hanya di poles liptint dan rambut yang digulung sembarang menggunakan tuspin menampakan rambut halus di sekitaran tenggkuknya.


"Mbak saya mau kue lapis sama putu semuanya sepuluh sepuluh" kata pelanggan yang baru saja datang.


Toko kue yang menyediakan kue kue tradisional, juga modern berbagai cupcake juga tart,berdiri sejak setahun yang lalu.


"Mbak Nay, maaf saya telat" seorang karyawan datang terpogoh pogoh menghampiri gadis yang sejak tadi berdiri di meja kasir.


Nayla melihat dengan dahi yang menggeryit "Loh Yuni? kok masuk, bukannya ibu kamu lagi sakit?" Nayla tengah menggantikan karyawannya yang sedang cuti.


"Udah mendingan kok mbak, kemaren sore udah pulang dari rumah sakit" gadis bernama Yuni tersebut tersenyum ke arah Nayla yang juga terlihat ramah.


"Harusnya kamu bisa jaga dulu sampai ibu kamu sampai bener bener pulih"


"Ada adik saya mbak, dia janji kalo ada apa apa dia telpon saya"


"Ya sudah, saya ke dapur dulu ya, semoga ibu kamu cepet sembuh" Nayla mengusap bahu Yuni lembut, dan melepas apronnya.


"Terimakasih mbak" Nayla memacu langkahnya kearah dapur tiga orang karyawan tengah membuat kue, di pandu oleh seorang wanita paruh baya yang begitu Nayla cintai.

__ADS_1


"Ibu koki udah dulu sekarang waktunya istirahat, biar mbak Ani yang terusin" Ibu Nayla menoleh kearah putrinya, Ani adalah salah satu karyawan yang bekerja di bagian dapur yang tentu saja sudah mengerti dengan cara dan teknik membuat kue yang Ibu Nayla terapkan.


Nayla dan Ibu mendirikan toko kue ini setahun lalu setelah Nayla berhenti bekerja.


Hari itu setelah Nayla mengubur dalam dalam cintanya, Nayla benar benar kuliah. selama kurang lebih tiga tahun Nayla mengenyam bangku kuliah dengan perjuangannya yang tentu saja tak mudah.


Setelah lulus Nayla sempat bekerja di salah satu perusahaan selama dua tahun,lalu mengundurkan diri. Dengan uang pesangon terakhirnya Nayla menyewa sebuah ruko yang kini ia jadikan toko kue, ya tempat itu masih sewa namun Nayla tak pernah menyerah berharap nanti bisa membeli tempat tersebut agar menjadi milik ibunya seutuhnya.


Ibu Nayla memandang raut anaknya yang semakin dewasa Nayla sudah tak berteriak teriak lagi jika kesal kepada Bima, dia menjelma menjadi gadis yang benar benar tumbuh seiring usianya yang juga semakin matang, 25 tahun. Nayla bahkan sudah sering mendengar Ibunya bertanya kapan cari pacar? cepet nikah nanti jadi perawan tua!


Nayla hanya bisa menjawab 'Nanti bu, kalau jodoh Nay sudah datang' Nayla masih ingin fokus pada cita citanya, yaitu keinginan Ibunya yang kini sudah terwujud yaitu memiliki toko kuenya sendiri meski masih di ruko yang di sewa pertahun, semoga tahun ini ia bisa membeli ruko tersebut agar bisa seutuhnya menjadi milik Ibunya.


Juga satu lagi cita cita yang sejak dulu ia inginni yaitu meneruskan perjuangan ayahnya menjadi seorang guru, dan Nayla akan memulainya besok, Nayla akan menjadi seorang guru,,yah.. meski ia harus menjadi guru di sebuah taman kanak kanak, tapi itu permulaan bagus sebelum ia menghadapi anak anak yang lain Sekolah dasar,Sekolah menengah, atau Menengah atas mungkin, optimis nya.


"Bu guru kita sudah siap mental belum,ngurusin anak anak TK tuh lumayan susah loh, mending kamu yang istirahat takutnya besok syok menghadapi bocah bocah yang nakal" Ledek Ibu.


Nayla menyender kepalanya di bahu Ibunya mereka kini tengah berada di ruangan dilantai dua yang dikhususkan untuk Ibu Nay yang mengurus toko kue itu sehari hari.


"Siap dong Bu, Ibu gak perlu khawatir Nayla ini super women yang gak pernah nyerah, ngadepin anak nakal mh udah biasa apalagi dulu Nayla yang ngurusin Bima" Nayla menjentikan jarinya, sedangkan Ibu terkekeh sambil mengusap kepala putri kesayangannya.


Satu hal yang tak pernah Nayla lakukan yaitu menyerah, cukup dahulu ia pernah menyerah akan cintanya,yang menyisakan penyesalan hingga kini...untuk itu ia bertekad ia tak akan pernah menyerah lagi untuk hal lainnya.


_____________


Beneran End kah?..


Ya belom lah....


masa iya sih🤭

__ADS_1


__ADS_2