
Nayla hendak pulang setelah memastikan Naura pergi tidur dengan Ani, Namun belum mencapai pintu tangannya sudah di tarik ke belakang "Hei.." suara Nay kembali tertelan ketika tau siapa yang menariknya kesalah satu kamar "Rey? kamu sudah pulang"
"Aku merindukanmu.." Nayla melotot ketika Rey menerjang Nayla dengan ciumannya.
"Apa yang.." Kata Nayla kembali terhenti saat Rey membekap mulutnya lagi.
Ciuman Rey begitu menggebu namun ada tersirat kemarahan dalam mata Rey, dan itu membuat Nay keberatan.
Nayla mendorong dada Rey hingga tautannya terlepas "Kamu membuatku marah Sayang.." desis Rey.
"Kenapa sih datang datang marah?" Nayla mengerut dahi.
"Kamu tau aku menahan diri agar tak lari semalam dan langsung menemuimu, aku ingin rasanya mencekik lelaki itu"
Nay mengerti sekarang Rey tau tentang pertemuannya dengan Adrian semalam "Kamu tau? kamu memata mataiku"
"Apa lagi yang bisa aku lakukan,saat aku takut kehilanganmu"
"Kamu tidak percaya padaku?" Nayla mendesah lalu menunduk. "Bahkan selama 6 tahun aku menunggumu, jika aku ingin menjalin hubungan dengan orang lain bukankah itu lebih baik dilakukan saat kamu tak ada dan jelas jelas sudah menikah dengan wanita lain"
Seketika Rey tersadar ia sendiri bahkan sudah menikah dengan wanita lain bukankah itu tak adil untuk Nay, Rey sungguh takut kehilangan Nay maka dari itu Rey meminta anak buahnya untuk mengawasi Nayla lebih tepatnya menjaga Nayla dari jauh,namun semalam anak buahnya mengabarkan bahwa Nayla bertemu dengan seorang laki laki dan tak lain adalah teman kencan butanya Adrian.
Nayla memang bertemu dengan Adrian semalam dan itu tak sengaja saat ia mengajak Naura makan malam diluar sambil jalan jalan bahkan mereka pergi bersama Bima.
Saat sedang memesan makanan Adrian mengahampiri dan memintanya bicara,lalu Nay mengiyakan dan memilih duduk di kursi yang berbeda dengan Bima,Nay harus segera memutuskan agar Adrian tak berharap lebih padanya.
__ADS_1
Nayla tersadar dari ingatannya semalam dan hendak pergi namun lagi lagi Rey menahannya "Apa?"
"Kamu tak mau menjelaskan?" tanya Rey.
"Apa yang mau kamu dengar,bukankah kamu sudah menyimpulkan dari mata mata kamu itu.." Nay jengkel seharian kemarin ia tak bertemu dan tak mendapat kabar dari Rey, lalu sekarang Rey pulang dan marah marah padahal ia merindukan Rey.
Menyebalkan..
Rey memeluk Nay dari belakang "Maaf... aku hanya takut kehilanganmu" Rey mengeratkan pelukannya. "Aku tak akan membiarkan siapapun merebutmu"
Nayla mendesah "Lagipula siapa yang mau merebutku?"
"Teman kencan butamu itu" Rey merengut.
"Kamu cemburu?"
"Aku memang berbicara dengan Adrian semalam.."
"Jangan sebut namanya!!"
"Baiklah, aku memang bertemu dengan dia semalam tapi itu tak sengaja, aku pergi bersama Bima dan Naura kamu bisa tanyakan itu pada Naura, beberapa hari ini dia menghubungi dan ingin bertemu,karna aku juga tak ingin memberi harapan padanya,maka semalam aku bicara bahwa aku tak bisa mengenalnya lebih jauh,dan meminta agar dia tak berharap lebih"
Rey mendesah lega,tangannya masih melingkar dipinggang Nayla "Baiklah.."
"Apa? apanya yang baiklah?"
__ADS_1
"Ya aku percaya"
"Jadi sebelumnya kamu tidak percaya begitu?"
"Sayang maaf aku tidak bermaksud kamu tau aku cemburu"
Nayla mendelik "Kamu tau sebenarnya kamu yang keterlaluan, pergi tak memberi tahu, dan tak mengabari sama sekali lalu datang marah marah, kamu tau kamu kejam"
"Maaf aku hanya takut begitu menghubungimu aku tak bisa menahan diri dan berlangsung lama,aku hanya ingin segera menyelesaikan pekerjaanku lalu kembali pulang dan menemuimu langsung" Rey mengecup dahi Nay. "Lagi pula aku hanya pergi sehari"
"Apa kamu begitu merindukanku hingga cemberut seperti ini?" Rey mencubit pipi Nay gemas. "Maafkan aku" Rey kembali memeluk Nay.
"Hmm.. lain kali bicarakan dulu baik baik, jangan membuat kesalah fahaman"
"Ya.." Rey mengeratkan pelukannya, Nayla mendorong dada Rey ponselnya berdering dan merogoh tasnya, dahinya mengeryit untuk apa Adrian menghubungi lagi bukan kah ia sudah menegaskan semuanya semalam.
Rey menggeram saat membaca nama yang tertera di ponsel Nayla, "Tidak bisa dibiarkan" desis nya.
Rey menarik Nayla keluar dari kamar dan berjalan keluar rumah "Kenapa? mau kemana?"
"Mengakhiri semuanya"
"Hah..? maksudnya?" Nayla terbelalak jangan sampai Rey melakukan hal nekat pada Adrian.
Rey tak menghiraukan dan mendorong Nayla masuk kedalam mobil dan menutup pintu, "Apa sih kita mau kemana?" Tanya Nay saat Rey masuk ke kursi kemudi.
__ADS_1
"Menemui ibu"