
Nay sudah diijinkan pulang setelah dokter menyatakan Nayla pulih,Rey selalu menjaga Nay bahkan nyaris tak pernah pergi dari rumah sakit, ia hanya sesekali ke kantor,mengambil berkas yang harus di tanda tangani, selebihnya pekerjaannya dilakukan dari rumah sakit.
Naura tinggal dirumah Ibu Nay, karna Meylani dan ibu Rey harus kembali pulang ke rumah masing masing.
"Sudah selesai" Nay melipat baju terakhir di bantu Ani.
"Harusnya Nyonya diam saja biar saya yang bereskan"
"Ani sudah dibilangin jangan panggil Nyonya,saya belum jadi nyonya kamu,dan lagi saya gak suka panggilan nyonya"
"Tidak apa apa nyonya lagian sebentar lagi juga nyonya akan jadi nyonya di rumah tuan Rey" tepatnya tiga hari lagi mereka akan melangsungkan pernikahan
"Ish pokoknya jangan panggil nyonya!!" teriak Nay.
Ani tertawa namun tawa Ani terhenti saat melihat tuannya masuk.
"Kenapa sayang?" Rey mendengar teriakan Nay dari luar.
"Gak kok" Nay menaruh tas yang sudah berisi pakaian.
"Biar saya yang bawa nyonya.." Nayla mendelik kearah Ani.
.
.
Pernikahan sudah terjadi serta resepsi baru saja selesai,Nay sedang berdiri di depan cermin di kamar mandi meneliti penampilan dirinya, gaunnya sudah di tanggalkan,lama Nay berdiri,lalu mengehela nafasnya.
Di luar Rey menunggu Nay yang sedang membersihkan dirinya namun sudah lebih dari satu jam Nay tak juga keluar.
"Sayang kamu sedang apa kenapa lama sekali" Rey mengetuk pintu.
Nay keluar dengan raut murung dengan mengenakan bathrobe nya,melewati Rey yang berdiri mematung ada apa dengan istrinya? Rey tersenyum kala mengingat kini Nay sudah menjadi istrinya,janji suci yang beberapa jam lalu terucap dari mulutnya telah megikat mereka berdua,hari ini adalah hari yang paling membahagiakan bagi Rey juga Nay, tapi kenapa istrinya terlihat murung.
__ADS_1
Rey menghampiri Nay yang duduk di meja rias, "Kenapa kamu terlihat murung?" Rey berjongkok sambil mengusap bahu Nay.
Nay mendongak menatap Rey dengan matanya yang sayu bibirnya sedikit tertekuk. "Kenapa..?" tanya Rey lagi.
Nayla menggeleng "Lalu kenapa terlihat sedih?"
"Aku cuma.. cape aja" Rey mengangguk.
"Ya sudah kalau begitu, tidur dan istirahat" Nayla mengangguk "Aku mandi dulu" Rey mengecup pucuk kepala Nay,dan berlalu ke kamar mandi.
Keluar dari kamar mandi Rey melihat Nay yang sudah bergelung dalam selimut,Rey mendesah harusnya ini menjadi malam pertama mereka namun Rey harus bersabar melihat Nay sudah tertidur mungkin Nay benar benar kelelahan.
Setelah mematikan lampu Rey ikut merangsek kedalam selimut Nay dan mendekatkan tubuhnya kepunggung Nay "Selamat tidur sayang" Rey mengecup pipi Nay lalu memeluk pinggang sang istri.
Setelah mendengar nafas Rey yang mulai teratur Nayla membuka matanya "Maaf" lirihnya., harusnya malam ini mereka bisa menyatu namun Nay menghindar sesuatu dalam dirinya merasakan bahwa ada sesuatu yang menghalangi...kepercayaan diri.
Rey sudah bangun lebih dulu kini ia sedang memandang wajah cantik Nay,Nay mulai menggeliat lalu mengerjap "Selamat pagi sayang" satu kecupan mendarat di bibir Nay.
"Kebiasaan deh aku belum gosok gigi" Nay menutup mulutnya.
"Udah ih.." Nay bangun dan segera melesat kekamar mandi.
"Ayo sarapan" Kata Rey saat melihat Nay keluar dari kamar mandi,mereka masih di hotel tempat resepsi pernikahan.
"Kapan pulang?" tanya Nay.
"Mau nya kapan?"
"Sekarang boleh aku kangen Naura"
"Oke.. setelah sarapan kita chekout" Rey mengangkat sendok lalu di sodorkan kearah mulut Nay.
"Aku bisa sendiri"
__ADS_1
"Biar romatis sayang.." Nayla memberengut tapi juga tetap membuka mulutnya "Lusa kita berangkat"
"Kemana?"
"Bulan madu"
"Kemana?"
"Rahasia" Rey menyuapkan lagi sendoknya pada Nay.
"Naura ikut kan..?"
Rey menggeleng "Masa bulan madu bawa anak"
"Kasian dia ditinggal mulu Rey"
"Gak lama kok cuma satu minggu, Bima udah bilang bakal jaga Naura selama kita gak ada" Nayla menghela nafasnya lalu mengangguk "Kamu gak berniat ganti panggilan aku kita sudah menikah sekarang"
Nayla tersipu "Maunya panggil apa?"
"Apa aja boleh Hubby,Sayang,Masku" Rey mengedipkan sebelah matanya.
Nayla malah mengulum senyumnya sambil menggeleng, "Kok geleng geleng kamu gak mau?" Rey menyimpan sendoknya makanan sudah habis.
"Sayang.." Rajuknya "Ayo panggil aku Mas,atau sayang juga boleh"
Nayla menggeleng lalu pergi menuju balkon kamar hotelnya, Rey mengikuti langkah Nay "Sayang.."
"Hmm..."
Rey mencebik lalu berbalik "Masku sayang.." bisik Nay tepat di telinga Rey.
_________
__ADS_1
Maaf lama satu bab lagi end,dua malam gak tidur nungguin anak lagi sakit demam sampai kejang kejang alhamdulillah sekarang dah sehat, tapi sekarang malah aku yang sakit.
Minta doanya semoga segera sehat sedia kala lagi🙏