Melody Cinta Nayla

Melody Cinta Nayla
Bab 91- Terbakar cemburu


__ADS_3

Nayla sedang berada di dapur melihat para Koki yang sedang memasak, mereka sesekali melihat Bu guru yang sebentar lagi jadi nyonya mereka, para ART melirik Nayla dengan sorot heran semua penghuni rumah belum bangun, namun Nay sudah duduk di meja Bar yang mengarah ke dapur,Ada apa dengan Nayla yang biasanya bangun siang? Nayla sedang mencari perhatian dari calon mertua, jawabannya tidak. Setelah insiden tadi malam ia sama sekali tak bisa tidur jadi ia memilih membersihkan diri dan keluar kamar dan berakhir duduk memperhatikan cara kerja Koki yang sedang memasak.


Ani membawakan kopi yang Nay minta berharap jika kopi dapat membuat matanya segar, mata Nay tidak bengkak, karna Nay tak berniat menangisi kejadian semalam, hanya ada lingkaran hitam di sekitar matanya yang sudah di lapisi consealer agar tak terlihat bahwa ia tak tidur,semalaman ia memikirkan siasat agar bisa menghadapi Amanda si ulat bulu, dan Rey yang menyebalkan.


Enak saja Nay tidak akan membiarkan Amanda begitu saja,juga Rey yang terlampau cuek meski di sentuh dan diraba oleh wanita lain.


Nay beranjak dari duduknya setelah menghabiskan kopinya lalu memasuki kamar Meylani, ia akan olah raga pagi saja dari pada bengong sendiri.


Begitu masuk kamar Nay melihat Naura yang bangun dan mengucek matanya "Pagi sayang?"


"Pagi bu Nay.. bu Nay kapan bangun"


"Huum dari tadi" Nayla merapikan rambut Naura yang berantakan.


"Oh kata om ganteng Ibu bangun nya suka siang" Nayla mencebik ia pagi ini masih dingin seharusnya ia masih bergelung dalam selimut.


"Iya.. tapi ibu mau joging Naura mau ikut?"


"Sambil jalan jalan?" Tanya Naura, dan Nayla mengangguk. "Mau, aku mau ikut"


"Oke kamu ganti dulu pakaian kamu"Naura turun dari ranjang dan keluar kamar untuk menuju kamarnya di lantai dua.


"Mey... aku pinjem baju olah ragamu"


"Boleh ambil aja di lemari ujung sana, kakak mau olah raga?"


"Iya suntuk sambil nunggu siang"


"Ya udah hati hati" Meylani memejam lagi dan melanjutkan tidurnya.


Nayla memilih baju olah raga Meylani, mengambil asal dan membawanya ke kamar mandi.


*


*


Ibu dan Meylani sudah bangun dan menunggu Rey turun untuk sarapan, dan benar saja tak berapa lama Rey sudah turun dengan setelan kerjanya, bertepatan Amanda yang mendudukan dirinya di sebelah ibu.


"Pagi Bu, Mey?"

__ADS_1


"Pagi nak"


"Pagi kak"


"Mana Nayla?" tanya Rey, Meylani akan menjawab namun Amanda mengeluarkan suaranya.


"Benar mana calon menantu ibu?, masa jam segini masih tidur, apa dia selalu malas seperti ini?"


Meylani ingin menjelaskan,jika Nay sudah bangun sejak tadi namun ucapan Amanda tidak bisa di biarkan "Gak masalah kok, lagian nanti dia jadi istri kak Rey di rumah ini bukan jadi pembantu yang mesti bagun pagi"


"Ya tapi kan harusnya dia bisa lebih menghormati ibu, masa ibu harus menunggu dia untuk sarapan" Amanda menyeringai.


"Gak masalah,lagi pula ibu belum terlalu lapar" ibu tak ingin Rey marah hanya karna ia mempermasalahkan Nayla yang bangun siang.


"Kalian bisa mulai sarapannya,aku mau menemui Nay dulu" Rey melangkah menuju kamar Meylani, Nay pasti masih marah dan memutuskan menghindarinya agar tak sarapan bersama.


Rey membuka pintu namun yang didapati malah kamar yang hening dan ranjang yang sudah rapi,apa Nay sudah pulang, Astaga Rey bahkan belum menjelaskan masalah semalam,Nayla benar benar menghindarinya,Rey mengusap wajahnya frustasi.


Rey kembali ke meja makan untuk bertanya pada Meylani, "Mey.. Nayla gak ada di kamar?"


"Ya gak ada lah, lagian aku gak bilang kak Nay masih tidur"


"Tuh" tunjuk Meylani ke arah Naura dan Nayla yang berjalan bergandengan.


"Daddy..aku abis joging sama Ibu Nay"


Rey melihat kearah Nay matanya memicing dan memperhatikan Nayla dari ujung rambut sampai ujung kaki "Naura mandi dulu ya, abis itu kita sarapan"


"Iya Bu" Naura berbalik dan disambut Ani untuk membantu Naura.


"Pagi Bu,Mey.. pagi.. mbak Amanda" sapa Nay tanpa melihat kearah Rey yang menatapnya tajam.


"Pagi Kak"


"Pagi Nak, kamu abis olah raga rupanya?"


"Iya bu, maaf tadi gak sempat izin takut ganggu Ibu lagi tidur"


"Gak papa kok,ayo sarapan"

__ADS_1


"Nay mandi dulu bu, gak enak bau keringat" Ibu mengangguk dan Nayla pergi untuk membersihkan diri, dan masih acuh pada Rey yang memperhatikannya.


Nay menyadari itu tapi ia berjalan melewati Rey begitu saja.


Dengan rahang yang mengeras Rey mengikuti Nay dari belakang, Nayla mengabaikannya, Astaga Nay joging dengan pakaian seperti ini, kaos tanpa lengan juga celana yang hanya pertengahan paha,menampilkan paha dan kaki jenjangnya yang mulus jangan lupakan kulit perut yang terlihat mengintip di balik stelan olah raga yang ketat,Nay mengelap keringat yang mengucur dari pelipis kesekitaran leher Rey menelan ludahnya saat melihat Nay begitu se xy,bagaimana dengan para pria diluaran sana yang melihat Nay berolah raga.


Nayla belum menyadari Rey mengikuti dari belakang hingga saat Nay masuk kamar dan akan menutup pintu Rey menahan dan merangsek masuk kedalam.


Nay mengeryit "Apa?"


"Apanya yang apa?"


"Aku mau mandi sana,kenapa ikut masuk"


"Kamu pergi keluar dengan pakaian seperti ini?" Rey menyudutkan Nayla di tembok. "Kamu tidak berpikir pandangan orang saat melihatmu, kenapa tidak sekalian telanjang saja!" bentaknya.


"Rey!!" Nayla mendorong dada Rey kuat


"Kamu keterlaluan" mata Nay sudah berkaca kaca.


Rey terpaku melihat mata Nay yang memerah "Maaf sayang" Nay menggeleng, dan melangkah mundur.


"Sayang dengar.."


"Aku gak tahan, tolong jangan mengacuhkanku,maafkan aku"


"Aku bisa jelaskan soal semalam,aku sama sekali gak bermaksud untuk berduaan dengan wanita itu,aku hanya berniat mengahabiskan minumanku saja lalu pergi, aku mohon percaya padaku, aku tidak sanggup kalau kamu menjauh"


Nayla menghela nafasnya "Kamu ingat yang kamu janjikan,kamu gak akan menyakitiku, tapi bahkan kamu gak menolak saat perempuan itu menyentuh kamu, lalu sekarang kamu marah hanya karna aku memakai pakaian seperti ini dan aku pun gak keluar dari gerbang rumah kamu, hanya berlari di sekitaran taman rumah ini"


"Ya.. ya aku salah maaf"


"Kamu hanya mengira kamu saja yang terbakar cemburu,lalu aku tidak?"


"Ya maafkan aku sayang" Rey memeluk Nay erat meski Nay terus memberontak.


"Kamu jahat" Nay memukul dada Rey,berkali kali hingga tangannya yang merasa sakit.


"Sudah kamu akan melukai tangan mu" bagaimana tidak Rey tak merasakan sakit sedikit pun atas pukulan Nay,tapi Rey yakin tangan Nay kesakitan karna memukul dada keras Rey. "Sudah maafkan aku"

__ADS_1


Nay berlari dan langsung masuk ke kamar mandi "Sayang..?" Rey mendesah lelah, semua ini gara gara perempuan sialan itu.


__ADS_2