
"Bu Nay?"
"Ya"
"Bu Nay pacaran ya sama daddy?" Nayla tertegun,saat ini mereka sedang berada di ruang kerja Rey seperti biasa.
"Huh?" dari mana Naura tau tentang pacaran. "Kenapa Naura bertanya seperti itu?"
"Kata Pelayan kalo dua orang dewasa peluk peluk terus cium cium, itu pacaran" kata Naura.
Nayla melihat kearah Ani yang masih setia menemani "Bukan saya bu guru" Ani memandang takut Nayla, sungguh bukan dirinya yang berkata seperti itu.
Nayla menghela nafasnya "Memang kapan Naura lihat ibu peluk peluk daddy?"
"Waktu kemarin kita mau beli bubur daddy cium ibu disini" Naura menunjuk dahinya yang tertutup poni.
Nayla menelan salivanya susah Astaga Naura melihatnya kenapa ia bisa lupa bahwa Naura berada di dalam mobil saat Rey mengusak dan mengecup dahinya.
"Ani bisa minta tolong ambilin air gak?" pinta Nayla.
Ani pun mengangguk dan membawa gelas Nay yang sudah kosong, Ani mengerti Bu guru tersebut butuh bicara dengan nona mudanya.
"Ehmmm jadi siapa yang bilang kalau ibu dan daddy pacaran?"
__ADS_1
"Naura tau pacaran itu apa?" Naura mengangguk.
"Tante Mey juga pacaran dulu terus nikah sama Om Jefry", ah Meylani, Nayla hampir lupa bagaimana kabarnya.
"Kata tante Mey kalau aku mau punya mommy, daddy harus punya pacar dulu,soalnya daddy jomblo" Nayla mengerutkan keningnya apa Meylani yang menanamkan pemikiran itu.
"Terus kata siapa ibu pacaran sama daddy?"
"Naura tanya pelayan,apa tandanya daddy punya pacar soalnya aku mau punya mommy kayak temen temen TK,katanya kalau tandanya daddy punya pacar daddy bakalan peluk pacar nya terus cium juga, kemarin Naura lihat daddy cium bu Nay." Naura memandang dengan tatapan menggemaskan.
Astaga..
"Memang Naura mau punya mommy lagi?"
Naura kesepian..
Nayla belum pulang padahal sesi mengajarnya sudah selesai bahkan ia barusaja menemani Naura tidur dikamarnya, anak itu sudah tidur dengan nyenyak.
Ia ingin menghubungi Rey untuk bicara, namun ia segan mungkin Rey sedang sibuk, sejak pagi Nay tak bertemu Rey, kata Ani Rey pergi pagi pagi karna sibuk dikantor, Rey bahkan berpesan pada Ani untuk menyampaikannya pada Nay, karna mungkin ia tak sempat memegang ponsel.
Ani mungkin sudah bisa menduga hubungannya dengan Rey saat ini,hingga Ani menyampaikan pesan dari Rey.
Nayla melihat ponselnya...
__ADS_1
Benar saja tak ada notifikasi dari Rey,sejak pagi, malah banyak notifikasi pesan dari Adrian yang Nay abaikan,entahlah Nay tak ingin mengenal Adrian lebih jauh karna Nay sudah menetapkan hatinya pada Rey.
Nay berjanji akan memberi jawaban pada Adrian tentang statusnya yang sekarang mempunyai kekasih,agar Adrian tak berharap pada nya,tapi tak sekarang disaat ibu juga belum tau, Nay tak ingin ibu tau dari orang lain, karna itu ia akan bicara dengan Rey,kapan ia akan menemui ibu Nay.
Waktu sudah menunjukkan pukul lima sore,tapi belum ada tanda tanda Rey akan pulang, Nayla masih menunggu bahkan ia sudah bermain dengan Naura sejak Naura bangun dari tidur siang.
Nayla sudah merasa tak enak pada para pelayan yang terus memandanginya dengan tatapan heran biasanya ia akan pulang jika sudah mengajar Naura,namun sekarang Nayla masih berada di rumah Rey.
Nayla teringat dengan Asisten Daniel, lalu mulai menghubunginya,di dering kedua Daniel mengangkat panggilannya.
"Ya bu Nay bisa saya bantu?"
"Pak Daniel apa saya bisa bicara dengan pak Rey?"
"Maaf bu guru, pak Rey masih berada diruang rapat"
"Oh.. kapan kira kira selesainya?"
"Belum bisa di pastikan Bu, setelah ini kami akan langsung berangkat ke Malaysia"
"Oh baiklah terimakasih"
Nayla menyerah memilih pulang mungkin Rey benar benar sibuk.
__ADS_1
Saat Nayla akan pulang Naura merengek ingin ikut, Nayla bingung apakah ia harus minta izin pada Rey, Nayla memutuskan untuk mengirim pesan pada Daniel dan mengatakan jika Naura ikut dengannya.