Melody Cinta Nayla

Melody Cinta Nayla
Bab 72-Melepaskan rasa 2


__ADS_3

"Aku tak bisa pergi lagi,aku ingin terus bersamamu"


Nay menutup mulutnya lalu berbalik memunggungi Rey,air matanya berderai.


"Nay??" Rey ingin memeluk gadisnya yang kini terlihat menangis,Nayla menggeleng lalu berbalik kembali menghadap Rey.


Nayla mundur menjauh dari Rey "Sayang aku mohon.." Rey akan meraih tangan Nay. Tidak jangan sampai ia kehilangan Nay lagi, Nayla terus menjauh tangannya menutup wajahnya lalu berlari keluar dari walk in closet dan menutup pintu.


Rey menegang ia memaku di tempatnya, Rey memandangi tangannya yang masih terulur dan Nay tak menyambutnya.


Tangannya mengepal erat hingga buku bukunya memutih, Apa ini? apa harus terjadi lagi? ia kehilangan lagi.


Rey meneteskan air mata di sebelah matanya, namun rahangnya mengetat, Rey memejam ia mencoba meredam amarahnya yang siap meledak.


Lima belas menit Rey terduduk menyandar ke pintu lemari satu kakinya yang di tekuk untuk meluruskan tangan di atasnya.


Kepala Rey menengadah saat dirasa air matanya akan turun lagi,terdengar helaan nafas lelah.


Dok..


dok..


dok..


Terdengar pintu walk in closet di ketuk dari luar, Rey tak peduli ia acuhkan saja,sampai terdengar teriakan seseorang yang Rey tau itu siapa, Rey bergegas berdiri lalu membuka pintu.


"Isssh lama banget sih, Loh.. kenapa masih belum pake baju!!!" teriaknya..Nayla kembali berbalik memunggungi Rey.

__ADS_1


Rey masih bingung ia kira Nay sudah pergi tapi masih ada di dalam kamarnya, Nay menunggunya tapi untuk apa? bukankah Nay tak menerimanya kembali.


"Kamu masih disini?" tanya Rey bingung.


"Ya iya lah kan pintunya dikunci, cepetan pakai baju sana!!" Nay masih memunggungi Rey.


Rey berdehem ia kira Nay menyesal dan memutuskan kembali padanya namun Nay hanya menunggu pintu kamarnya di buka karna memang dikunci oleh Rey.


Rey mengambil asal kemeja yang tergantung memakainya lalu meraih ****** ***** dengan cepat memakainya juga celana bahan selutut untuk melengkapinya.


"Sudah" Nay berbalik setelah Rey memakai pakaian.


"Ih.. lama banget,," Tanpa Rey duga Nay menerjangnya dalam sekali hentakan Rey hampir terjengkang karna tak menyadari pergerakan Nay. "Makasih.." bisik Nay.


"Huh..??" jika tadi Nay yang bengong seperti orang bodoh kini giliran Rey.


"Terimakasih karna terus mencintaiku.." Nay mengeratkan pelukannya.


"Apa? kenapa?" Rey masih belum mengerti.


"Aku juga,.. hiks.. hiks.. aku juga nunggu kamu kembali" Nayla menangis lagi.


"Aku kira kamu sudah bahagia sampai sudah punya anak.. tapi aku juga melihat masih ada cinta untuk ku, tapi aku malah ragu.. maaf"


"Sekarang masih ragu" Nay mengangguk lalu menggeleng namun wajahnya masih tenggelam di dada Rey.


Rey terkekeh, lalu mengelus punggung Nay "Astaga aku kira kamu lari karna gak mau terima aku lagi"

__ADS_1


"Aku dari tadi liat kamu gak pake baju bikin malu tau" Nay mencubit perut Rey.


"Auh.. sakit" Rey meringis.. bohong padahal cubitan Nay tak terasa sedikit pun.


"Bohong.. gak dapet juga cubitannya" Nayla memukul bahu Rey,perut Rey keras bagaimana bisa ia mencubitnya.


"Lagian ngapain malu sih nanti juga bakal liat semuanya" Rey mengedipkan sebelah matanya "Atau mau liat sekarang" godanya lagi.


"REY.." teriak Nay.


"Jadi kita kembali?" tanya Rey, Nay mengangguk.


"I love you sayang" ungkap Rey.


"Me too" jawab Nay.


Rey merengkuh Nay lagi memeluknya erat, menyalurkan kebahagiaan nya akhirnya ia bisa mendapatkan Nay kembali.


Nay merasa ada yang mengganjal di hatinya bukankah seharusnya ia lega karna sudah mengungkapkan semuanya dan kembali pada Rey.. tapi Nay merasa ada yang aneh..


Tunggu apa ya?


Rey mengeryit melihat kerutan di alis Nay.


Tiba tiba Nay menjerit "YA AMPUN... Bima!!"


________

__ADS_1


Nah loh Bima bulukan nunggu di dealer motor 😱 keasikan berduaan sih.


Aku up satu ya..!! lagi sakit gigi rasanya pengen nimpug orang pake sendal..😭😭


__ADS_2