Melody Cinta Nayla

Melody Cinta Nayla
Bab 71 -Ingin bersamamu


__ADS_3

"Kak aku udah di depan dealer motor,jadi gak?" Bima menyemburnya begitu Nay mengangkat ponselnya "Dari tadi aku telpon gak di angkat!!" Nay meringis saat ia sama sekali tak mendengar hapenya berbunyi, apa ia begitu terbuai hingga menjadi tuli pada sekitarnya


"Ja... di kok,iya maaf" Rey masih tak melepaskan Nayla hingga dia bisa mendengar apa yang bima ucapkan.


Rey mengendus bahu Nay yang masih terbuka akibat beberapa kancing yang terbuka dan sepertinya Nay belum menyadari itu.


"Kakak gak papa kan,dimana sekarang mau aku jemput?"


"Gak.. gak usah" susah payah Nay menahan diri agar tak mengeluarkan desa han laknat itu lagi saat Rey bergeriliya di lehernya, ia tak bisa menyingkir dari pangkuan Rey satu tangannya memegang hape,dan satunya lagi dicengkram Rey di belakang punggungnya.


Nay mencoba mengerakkan tubuhnya agar bisa terlepas namun reaksi yang di dapat malah merbeda Nay malah merasakan benda di bawah bokongnya makin mengeras,Nay tak bodoh ia juga tak sepolos kapas hingga tak tau apa itu.


Rey menyeringai saat ia menyadari bahwa Nay merasakan sesuatu dibalik lilitan handuk itu semakin menonjol, lalu membisikan sesuatu "Kamu bergerak lagi ia akan semakin mengeras" Nayla melotot wajahnya sudah pias.


"Aku berangkat sekarang" kata Nay lalu menutup panggilan dari Bima.


Rey mengeratkan pelukannya sesaat lalu merenggangkannya Nay masih membiarkannya, Rey menghela nafasnya lalu tangannya tergerak mengancing kembali kemeja Nay yang terbuka, Nay membeku ia benar benar baru menyadarinya.


"Kamu mau beli motor?" tanya Rey tenang, rautnya terlihat biasa saja seolah tak terjadi sesuatu "Mau beli mobil saja? biar tidak kepanasan" Rey merapikan rambut Nayla.


Nay masih mencerna ucapan Rey terlebih ia masih belum memperoleh semua kesadarannya yang barusan terjadi adalah... ia bercu mbu..


Bercu mbu..


dengan..


Rey.

__ADS_1


"Sayang..? " Rey melihat raut Nay yang hanya memendang kosong namun pipi dan telinganya memerah, Rey tau apa yang Nay pikirkan mungkin ia masih syok atas apa yang terjadi antara mereka.


Rey sekuat tenaga agar tak menerjang Nay,ia menahan dirinya meski rasanya ingin meledak namun ia begitu menghargai Nay, hingga ia tak akan merusaknya dengan cara lebih jauh lagi.


"Sayang.." Cup..


Nayla melotot ke arah Rey "Ayo kita beli mobil saja" Rey bangkit tanpa melepaskan Nya yang berada di pangkuannya.


"Akkkh apa yang.. mau apa?" Rey membawanya kearah kamar "Turun.. turunkan aku" teriak Nay.


"Terlambat, dari tadi aku udah coba panggil kamu tapi gak mau bangun dari pangkuanku,aku kira kamu nyaman jadi gak usah turun" Rey membuka pintu setelah berjalan beberapa saat,menendang dengan kaki hingga pintu tertutup.


Rey meletakkan Nay di atas tempat tidur lalu dengan santai Rey membuka Walk in closetnya untuk menuju kamar mandi.


"Rey aku mau pergi Bima udah nunggu aku" Nay berjalan kearah pintu namun terkunci "Hei buka pintunya" teriak Nay.


"Rey.." Nay mengikuti Rey masuk ke walk in closet namun langkahnya terhenti saat pintu kamar mandi belum tertutup.


"Apa mau ikut masuk.. ayo" Rey menyeringai.


Nayla melotot "Dasar mesum..!!" Rey terbahak lalu menutup pintu kamar mandinya.


Nayla mengacak rambutnya frustasi, bagaimana ia bisa jadi orang bodoh tadi bagai ayam stres iya hanya bengong dan diam.


Nay menghentakkan kakinya untuk keluar dari walk in closet, namun langkahnya terhenti ia tertegun memandangi sebuah foto besar yang tertempel diantara lemari Rey dan sebuah cermin.


"In..i aku?" entah sejak kapan ia tak pernah lagi membuka IG nya foto profilnya masih sama.

__ADS_1


"Iya itu kamu, memang mau foto siapa yang aku pajang" Rey berdiri dengan mengusak rambut basahnya.


"Selama enam tahun aku hanya berbicara dengannya" Rey berjalan kearah Nay ia masih menggunakan handuknya dipinggangnya badannya masih basah. (kebiasaan di Rey mau pamer roti sobek ya😏)


"Aku tak bisa mencarimu atau menemuimu meski aku sangat merindukanmu" Rey menatap tepat kearah mata Nay.


"Kamu ingat, kata katamu 'sejauh apapun aku berlari jika kamu jodohku aku akan kembali padamu' aku menunggu saat itu tiba menunggu tuhan untuk mempertemukan kita"


Nay berkaca kaca sekarang "Rey.."


"Sekarang aku menemukanmu tanpa harus mencari, apakah kita berjodoh?" Nay masih berdiri dihadapan Rey matanya sudah mengabur air matanya tak bisa di cegah mengalir begitu saja."Tolong izinkan aku egois kali ini,jangan menyuruhku pergi lagi, dan jangan tinggalkan aku lagi" Rey menggenggam tangan Nay "Meski aku tak pantas untukmu,meski aku hanya pria breng sek yang menyebabkan kamu dalam kesedihan" Rey tercekat ia selalu ingat kejadian saat ia melihat Nayla dan ayahnya berlumuran darah dihadapannya.


"Aku tak bisa pergi lagi,aku ingin terus bersamamu"


__________


Aku tamatin aja lah ya 😭😭 mau fokus di real life aja dagang batagor🤧🤧sama seblak.


Tiga bab


like👍👍


komen💭💭


hadiah 🌹🌹☕☕


vote❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2