Melody Cinta Nayla

Melody Cinta Nayla
Bab 75- Senjata makan tuan


__ADS_3

Bima berjalan dengan langkah tegap dan dagu yang terangkat di belakangnya ada Rey dan Nay mengikuti.


"Mau apa sih dia?" bisik Nay.


"Gak tau lah ikutin aja maunya" Rey mengedikkan bahu.


"Ya harus jelas dulu dong,jangan yang sembarang main diturutin aja"


"Demi restu sayang" Rey mengandeng Nay,menautkan tangannya di pinggang Nay hingga merapat kearahnya,seolah ingin mengatakan kepada semua orang bahwa gadis di sampingnya adalah miliknya, sejak memasuki dealer motor Rey mendapati tatapan dari para pegawai pria yang memandang kagum pada Nayla, dan itu membuat Rey ingin segera menarik Nay pergi dari sana,kalau bukan karna Bima yang mengajukan syarat ia tak akan mengikuti bocah itu.


Namun yang tak Rey sadari bahkan banyak dari para pegawai wanita yang memandang kagum kearahnya, melihat pria bule tampan yang masuk membuat mereka mulai mencuri pandang, apa yang terjadi pada Nay mendapati tatapan menggoda dari para SPG dan pegawai dealer tersebut?.. Nay cuek saja apalagi kali ini ia tengah di gandeng oleh Rey, memangnya mau apa lagi? itu saja sudah menunjukkan Rey adalah miliknya.


Bima melangkah menuju seorang SPG yang tengah memunggunginya, Bima menyeringai dan menepuk pundak gadi itu "Permisi nona saya mau motor yang paling mahal" kata Bima dengan senyum pongahnya.


Gadis itu ternganga bukankah itu pria yang tadi tidak mengakui kesalahannya.


"Kenapa bengong, tadi saya bertemu SPG sombong yang mengatakan kalau saya punya uang saya harus membeli disini bukan?"


Gadis itu menormalkan rautnya "Silahkan tuan anda bisa melihat lihat dahulu"


Seorang pegawai perempuan dengan setelan kemeja yang berbeda dari gadis itu menghampiri "Selamat sore bisa kami bantu" sahut pegawai itu tersenyum manis.


"Saya mau beli motor yang paling mahal disini"


"Oh mari ikut saya saya akan tunjukan keluaran terbaru kami" pegawai itu masih menampilkan senyum menggoda,apa lagi mendengar pria di depannya ini untuk mencarikan motor yang paling mahal.


Bima menggeleng "Saya mau dia yang menemani saya" tunjuk Bima kearah gadis berseragam SPG itu.


"Tapi tuan dia pekerja lapangan mari biar saya yang tunjuk kan"


"Kalau gitu saya gak jadi beli"


Pegawai perempuan itu kalang kabut "Kamu kenal dia Suci" bisiknya.


"Saya gak tau,gak kenal juga Bu"


"Terus kenapa dia mau kamu yang melayani"


"Mana saya tau Bu"


"Saya gak mau tau kamu bujuk dia supaya jadi beli" Perempuan itu mendengus lalu pergi.


Gadis SPG bernama Suci itu mengejar Bima "Maaf tuan atas ketidak nyamanan nya mari saya akan menunjukkan yang paling mahal di gerai kami" Suci tersenyum manis namun terlihat seperti dipaksakan tangannya menjulur sopang sembari badannya sedikit membungkuk kedepan.

__ADS_1


Bima mengangguk "Oke.." lalu Bima mengikuti langkah gadis itu "Siapa nama kamu?" tanya Bima.


"Nama saya Suci tuan " Suci menengok kearah Bima lalu tersenyum sambil sedikit membungkuk. "Silahkan tuan ini koleksi terbaru dan termahal yang ada di gerai kami" Suci menunjuk jejeran motor terpajang dengan berbagai macam model juga memang terlihat mahal.


Bima mengangguk.. "Saya mau yang ini, ini juga,yang ini juga,dan.." Suci menganga pria ini menunjuk motor yang memang berharga fantastis dan tak cuma satu.


"Sudah Itu saja"


"Baik mari kita selesaikan persyaratannya tuan"


"Bagaimana?" tanya Bima.


"Ya?"


"Saya punya uang banyak kan jadi apa yang akan kamu lakukan karna saya sudah membeli disini?"


Gadis bernama Suci itu mengeryit "Maafkan atas kelancangan saya tuan"


"Huh.. tau orang punya uang aja sopan, tadi waktu diluar tingkahnya sombong" decak Bima.


Suci mengepalkan tangannya. menahan amarah.


"Ayo cepat saya sibuk jadi selesaikan semuanya" Bima berjalan mendahului Suci.


Bima menghampiri Rey yang duduk disamping Nay,lalu menengadahkan tangannya "Mana gue mau bayar"


"Bima apaan sih kamu,jangan gitu" Nay membuka tasnya lalu mengeluarkan kartu ATM miliknya "Pake punya kakak aja"


"Ck gak akan cukup emang punya kakak berapa isinya" Nayla meringis iya sih, tapi kan kalo buat bayar depe motor masih cukup.


"Bisa lah Bim,kan buat depe doang"


"Gak aku mau bayar Cash,lagian aku beli gak cuma satu"


"Lah berapa?"


Bima mengangkat tangannya lalu menunjuk" Lima"


"APA????" teriak Nay.


Rey mengusap tangan Nay, "Udah lah sayang" Rey mengeluarkan kartu hitam bercorak gold dari dompetnya. "Beli berapa pun kamu mau" Bima melotot lalu berdecak, sebenarnya ia cuma ingin membuat Rey kesal namun kenapa malah dia terlihat biasa saja.


"Gak bisa gitu Rey, Bima keterlaluan"

__ADS_1


"Gak papa sayang sudah duduk lagi!"


"Ah... bikin malu" Nay menutup wajahnya.


"Aku gak bisa ganti kalau sebanyak itu" keluhnya.


"Kenapa harus ganti, itu semua gak seberapa.. lagi pula semua milik ku akan jadi milik kamu juga"


"Apanya yang gak seberapa lima motor itu.."Nay melihat motor yang sedang dikeluarkan para pegawai untuk di siapkan " Itu motornya mahal mahal Rey.." Nayla meremas rambutnya.


"Gak apa apa sayang"


"Pokoknya nanti aku ganti, meskipun nyicil,keterlaluan"


"Ck.. oke kamu bisa bayar dengan seumur hidup bersamaku, menemani ku dalam suka dan duka,dengan menjadi istriku, apa itu cukup? sudah sayang ini masalah kecil jangan difikirkan" Rey merapikan rambut Nay yang kusut "Sudah jangan di tarik tarik begitu rambutnya"


Nay memerah karna marah juga malu, tak dapat dipungkiri Rey memang manis saat bersamanya dari dulu.


Cup..


Rey mengecup ujung rambut Nay lalu tangannya merangkul pundak Nay, mereka masih memperhatikan Bima yang sedang menyelesaikan pembayarannya.


"Ah dasar Bima!!!"


Nay melotot melihat nota pembayaran yang di berikan Bima,lalu dengan cepat Rey mengambilnya dan menyelipkan di sakunya.


"Sini kamu!! " Nay ingin mencakar Bima, Rey menahan Nay dengan merangkul pinggangnya,namun Bima malah berjalan santai keluar dari dealer motor tersebut.


"Sudah sayang!!"


"Heh mau diapain motor banyak kayak gitu,Ibu pasti nanya macem macem"


"Siapa bilang mau dibawa pulang kerumah kita"


"Huh??"


Rey masih terlihat tenang bahkan tak terpancing sedikit pun,dan itu membuat Bima geram, dia menguras lebih dari lima ratus juta dari kartu Rey,tapi duda sialan itu masih tenang tenang saja.


'Si al' geramnya. belum lagi ia harus mendengar cibiran dari gadis SPG itu.


"Pake duit orang lain aja bangga" cibiran yang Bima dengar dari Suci, Bima berniat mengerjai Rey,malah dirinya yang kena malu.


"Sial.." makinya lagi.. dan lagi..

__ADS_1


__ADS_2