
Nayla sudah selesai dirias,ia duduk dengan gugup di depan cermin gaun yang indah sudah melekat di tubuh semampainya, bagian kepala sudah tersemat mahkota juga kain putih yang menjuntai dari atas kepala hingga menyentuh lantai "Anda sangat Cantik nona" Sang MUA berdecak kagum dengan kecantikan pengantin yang telah diriasnya.
"Terimakasih... aku gugup sekali"
"Tenanglah Nona anda bisa menarik nafas lalu keluarkan agar lebih rilexs"
"Bisakah aku minta minuman, air ku habis"
"Baiklah saya akan minta seseorang mengantarnya kemari" MUA itu merapikan alat makeup nya dan keluar dari kamar Nay.
Tak berapa lama seseorang mengetuk pintu dan masuk membawakan air untuk Nayla setelah sebelumnya di periksa di depan pintu oleh para bodyguard Rey.
"Nona saya membawakan air.."
"Terimakasih" Nayla meminumnya dengan sekali teguk saja Nay berharap akan meredakan tenggorokkannya yang mendadak terasa kering karna gugup.
Namun setelah beberapa saat terdengar suara orang terjatuh dari luar Nayla melihat dengan penasaran namun ia begitu terkejut kala dua bodyguard yang berjaga sudah tergeletak, Nayla mundur ketika menyadari ada sosok lain disana tengah menyeringai dan menatap tajam.
"Amanda..?"
Amanda terus mendekat,dan masuk dengan santai, Nay melihat kearah seorang pelayan yang tadi membawakan air namun pelayan itu hanya berdiri dengan tenang,saat itulah Nay merasakan kepalanya pening luar biasa,pandangannya menggelep.. tak lama Nay terjatuh dan tergeletak di lantai.
"Bawa dia" Perintah Amanda pada pelayan yang tadi membawakan air.
Saat mereka akan keluar kamar,muncul Bima yang akan menjemput Nay ke altar
"Siapa kalian, kenapa membawa kak Nay" Bima menghalangi Amanda dan pria yang berseragam pelayan itu "Apa yang kalian lakukan pada kakak ku"
__ADS_1
Bima akan merebut Nay dai pangkuan pelayan itu namun ia terkesiap saat merasakan sesuatu menimpa tengkuknya.
Bruk..
Bima terjatuh pingsan saat pukulan di layangkan Amanda,Amanda memukul tengkuk Bima dengan sebuah guci kramik sampai pecah.
.
.
Inilah yang Rey takutkan Amanda mencelakai Nayla,sejak ia tahu siapa Amanda,Amanda adalah sahabat Sonia. ia menempatkan bodyguard di sisi Nayla, namun selama satu minggu belakangan tak ada sesuatu yang mencurigakan,tapi ternyata Amanda sudah merencanakan untuk penculikan Nayla dan sialnya terjadi hari ini saat semua orang sibuk untuk acara pernikahannya.
"Arggghh si al" teriak Rey.
"Tenanglah Rey kita akan menemukan nya" Kata Bram.
.
.
"Pengantin kita sudah bangun..?" Amanda duduk di kursi di depannya sambil menyeringai.
"Apa mau kamu Amanda?" tanya Nay masih terdengar lemah.
"Aku.. aku mau keadilan"
"Keadilan apa yang kamu maksud,aku melakukan kesalahan apa padamu, aku bahkan tak pernah mengenalmu sebelumnya"
__ADS_1
"Ck.. Nayla kamu terlalu naif,kita memang tak pernah bertemu tapi kamu berhasil mengusik ku dengan menjadi duri di rumah tangga Sonia.."
"Sonia?"
"Ya .. Sonia.. Sonia yang malang,sampai dia mati hidupnya selalu menderita, menikah dengan pria yang mencintai orang lain, hidupnya tersiksa, terkurung bahkan dalam kehamilannya dia harus menjalani hidupnya dengan tekanan, hingga dia mati pria sialan itu tak bergeming hanya ada satu nama dalam hatinya, Nayla..
Sumber dari segala penderitaan Sonia, Pria breng sek itu bahkan menghancurkan paman Raksa dalam bisnisnya hingga ia frustasi dan bunuh diri"
Nayla menahan nafasnya, lalu memejamkan matanya sesaat "Lalu dimana letak kesalahanku? saat Sonia meminta ku melepas Rey,karna ancaman tuan Raksa yang akan membuat perusahaan Rey bangkrut aku bahkan mengorbankan hati dan perasaanku, bukankah itu memang pantas di dapat Sonia karna memaksakan kehendaknya, bahkan dia berpura pura sakit agar aku merasa kasihan"
"Diam.." Plak..
Amanda menampar pipi Nay, Nayla merasakan perih saat terasa asin di sudut bibirnya bagaimana tidak tamparan Amanda begitu keras.
"Kamu memang tidak bersalah, tapi kamu melakukan kesalahan saat menerima Rey kembali,seharusnya Rey menderita seumur hidupnya tanpa cintanya yang tercapai" Ya Amanda selalu mengawasi garak Rey sampai akhirnya ia tau bahwa Rey menemukan Nayla, dan ia mulai merencanakan semuanya mulai dari mendekati Ibu Rey agar ia dijodohkan dengan Rey dengan statusnya sebagai sepupu jauh Jefry suami Meylani dan menghalangi kebersamaan Rey dan Nay, namun sialnya ia tak bisa memperalat ibu Rey yang tak sekeras dulu saat menjodohkan Rey dan Sonia.
"Sudah cukup bicaranya, kita mulai permainan intinya" Amanda meminta sesuatu pada pria berbadan besar di sebelahnya "Berikan padaku.."
Amanda melangkah kearah Nayla "Apa yang akan kamu lakukan?"
"Bukan apa apa Nayla, hanya sesuatu yang akan membuatmu melayang dan merasakan sensasi luar biasa" Amanda membuka tutup botol kecil di tangannya.
"Tidak Amanda jangan lakukan itu kumohon" Nayla menggeleng kuat.
"Pegangi dia dan buka mulutnya" Nayla terus menggeleng sampai cengkraman di dagu nya terasa kuat dan membuka paksa rahang Nay. "Sudah selesai.."
"Apa yang kamu berikan padaku Amanda?" Nayla merasakan matanya mulai berkunang kunang.
__ADS_1
"Tenanglah, dan nikmati saja sensasinya" Amanda melepas ikatan Nayla saat tubuh Nayla terasa semakin lemas.