
"Mulai besok anda tak perlu datang kembali ke sekolah.." kata kepala sekolah.
"Saya di...pecat bu?"
"Tidak bukan seperti itu, ini soal Naura yang mengambil barang teman temannya
,Tuan Rey meminta Naura untuk home schooling saja,dan beliau meminta anda untuk menjadi guru Naura di rumah" Nayla menatap tajam Rey yang kini sedang menyeringai sambil menaikan satu alisnya, bukannya TK di ciptakan agar anak bisa beradaptasi dengan anak anak lain sebayanya untuk apa homeschooling?
"Tapi kenapa saya, bukankah banyak guru senior yang lebih pengalaman?" jika Nayla menerima itu, artinya ia akan berinteraksi dengan keluarga Rey..
"Karna tuan Rey menginginkan anda bu Nay.." Nayla mengeryit. "Maksudnya karna Naura juga akrab dengan anda, jadi tidak perlu beradaptasi lagi"
Ehmm..
Rey berdehem "Bu kepala, bisa saya bicara empat mata dengan bu Nayla"pinta Rey
"Tentu tuan, baiklah saya keluar dulu ya Bu Nay, tuan Rey" kepala sekolah meninggalkan ruangannya, kini tinggal Nay dan Rey saja.
__ADS_1
"Naura tidak membutuhkan home schooling yang akan membuatnya semakin jauh dengan teman sebayanya" setelah diam beberapa saat Nayla berbicara lebih dulu.
Rey masih diam, "Apa anda selalu memperlakukan Naura seperti itu?"
Rey mengeryit seolah mengatakan 'Apa?'
Nayla menghela nafasnya "Membentak dan mengacuhkan anak itu.." Nayla ingin menjambak rambut Rey karna sikap acuhnya terhadap anaknya sendiri. "Dia anak anda bukan..?"
"Ya.." Rey berkata datar.
"Lalu kenapa memperlakukannya seperti seolah dia bukan anakmu"
"Astaga.. terlepas dari anda menginginkannya atau tidak dia tetap anak anda yang lahir dari sper ma anda, apa anda juga tidak mengakui bahwa anda menyumbang sper ma untuk anak anda" geram Nayla, apa Rey sebrengsek itu. Nayla bahkan sudah berdiri dari duduknya dan berkacak pinggang.
"Mungkin akan berbeda jika anak itu lahir dari rahimmu, perpaduan antara sper ma ku dan sper ma kamu, pasti aku akan sangat menyayanginya" Rey berkata dengan menahan senyumnya iya jadi membayangkan bagaimana jika itu terjadi, ya Tuhan.. hampir 6 tahun Rey menahannya tidak pernah lagi merasakan kenikmatan 'itu' dulu saat muda Rey memang sering melakukan itu,namun sejak ia mengenal Nayla justru ia tak bisa melakukannya dengan wanita mana pun.
"Kenapa senyum ,jangan berbicara me sum seperti itu" Jantung Nay seperti berpacu lebih cepat, dulu Nay memang pernah tidur dengan Rey, hanya tidur dengan Rey di ranjang yang sama sambil berpelukan dan berciu....,Nayla menggeleng mengenyahkan firikan me sumnya
__ADS_1
"Anda yang memulai bicara tentang sper ma bu guru" Rey menggerlingkan matanya."Apa bu guru sedang memikirkan sesuatu yang me sum juga"
"Jangan mengalihkan pembicaraan, pak Rey, kita sedang membicarakan tentang Naura"
"Aku tak peduli,,, aku tidak peduli tentang anak itu,anak itu lahir dari kesalahan, bahkan aku tak menginginkannya" lirih Rey.
"Tapi dia anakmu!!" kata Nay, Rey menatap manik Nayla yang terlihat sendu.
"Apa yang terjadi sebenarnya?" Nayla berucap tapi setelahnya menggeleng "Tidak jangan katakan apapun,aku tak mau tau" Nayla memalingkan wajahnya. Nayla menarik nafasnya untuk menormalkan mimik wajahnya.
"Aku akan bicara.." kata Rey.
"Tidak jangan katakan!!" tolak Nayla.
"Kamu harus tau"
"AKU TIDAK MAU TAU" bentak Nay, ia berbalik ingin keluar dari ruangan itu,dadanya terasa sesak..hatinya sakit ia tak akan sanggup mendengar apa yang sebenarnya.
__ADS_1
"Kamu harus tau, setidaknya kamu akan tau, aku tak pernah mengkhianati mu"