
Hari itu Rey pulang dengan kacau,Rey pulang di papah oleh Bram karna seorang bartender yang menghubunginya saat Rey sudah tak sadarkan diri, saat dalam perjalanan Rey terus meracau menggumamkan nama Nayla.
Bram terus menemaninya hingga beberapa hari, menyiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan Rey, termasuk makanan untuk Rey meski tak pernah di sentuh oleh Rey, "Tuan makanlah, jika tidak anda bisa sakit" Rey terus menatap kearah jendela tatapannya kosong.
Rey marah kepada dirinya sendiri karna tak berdaya, dia seperti pecundang yang tak bisa apa apa.
"Bram jadwalkan pertemuan untuk ku dan Sonia" kata Rey.
"Tuan, apakah anda.."
"Jangan banyak bicara Bram,lakukan saja"
Malam harinya Rey mendatangi tempat dimana dia akan bertemu dengan Sonia, begitu bahagiannya Sonia hingga ia berdandan begitu cantik untuk menarik perhatian Rey.
Apa yang akan Rey bicarakan, apakah Rey akan menerima perjodohan ini? apakah Nayla sudah meninggalkan Rey seperti permintaannya? apapun itu Sonia begitu bahagia bisa bertemu dengan Rey, ketika asisten Rey menghubunginya Sonia begitu terkejut dan mengatakan bahwa Rey ingin bertemu dengannya.
__ADS_1
Sonia datang lebih awal tak ingin kejadian itu terulang kembali disaat dirinya datang terlambat dan di acuhkan Rey.
Bram menyewa ruang privat untuk pertemuan Rey dan Sonia,Sudah tiba waktu yang di janjikan Sonia sudah gugup, namun wajahnya memancarkan kebahagiaan, bibirnya yang berwarna merah itu tak henti tersenyum, senyum yang semakin lebar ketika melihat pintu dibuka dari luar menampakan Rey yang sedikit berbeda dari terakhir dilihatnya,rambut halus tumbuh dirahangnya, namun Rey tetaplah Rey yang akan selalu terlihat tampan.
Rey duduk diikuti Bram yang hanya berdiri di belakangnya "Rey aku senang kau mau bertemu.."
"Duduklah Bram" Rey mengacuhkan Sonia dan malah memita Bram untuk duduk.
"Tidak tuan saya disini saja"
"Jangan membantahku Bram, lagipula aku mengajakmu karna aku membutuhkanmu."
Rey menyodorkan berkas yang dibawanya "Bacalah"
Sonia meraih berkas tersebut lalu membacanya "Apa ini? surat perjanjian? maksudnya? kita menikah hanya satu tahun"
__ADS_1
"Sejak awal hanya kau yang menginginkan hubungan ini bukan, aku memberi jawaban, Ayo kita menikah dan jalankan hubungan bisnis ini itu adalah syarat dariku tanda tangani lalu aku akan menemui tuan Raksa untuk menyetujuinya"
"Lalu apa ini,Kita jalani hidup masing masing, jangan pernah ikut campur urusanmu,aku tak boleh menyentuhmu dan kita akan pisah kamar begitu?" Sonia membaca dan masih banyak syarat yang Rey minta.
"Kau lupa nona aku melakukan ini dengan ancaman dari ayahmu, jadi ayo hidup denganku jalani pernikahan bisnis ini, dan jangan berharap akan ada cinta, karna hingga aku mati pun setitik cintaku tak akan pernah kuberikan padamu"
Sonia mematung "Apakah aku seburuk itu tidak bisakah kita mencoba.."
"Silahkan coba, tapi aku tidak akan pernah melakukannya"
"Baiklah aku yakin dengan berjalannya waktu kau akan menerimaku dan mencintaiku" yakin Sonia.
"Lakukanlah, tapi aku sarankan jangan pernah berharap lebih" Sonia membubuhkan tanda tangannya "Kau saksinya Bram jika dia berani macam macam maka jangan harap ada pernikahan" Bram hanya mengangguk entah apa yang ada di pikiran tuannya, namun Bram akan terus mengikutinya. lagipula apa salahnya mereka juga melakukan segala cara untuk ini bukan. "Ayo kita juga harus bertemu calon mertuaku Bram"
"Baik tuan" Rey bangkit dari duduknya dan berbalik untuk pergi.
__ADS_1
"Kau mau kemana Rey, kita belum makan" cegah Sonia.
"Aku tidak datang untuk makan" Dan Rey pun berbalik menatap Sonia "Selamat datang di neraka nona Sonia"