Melody Cinta Nayla

Melody Cinta Nayla
Bab 65 Kencan buta


__ADS_3

Kembali kemasa kini..


Nayla tiba di Resto xx untuk bertemu keponakan bu Suri, dari info yang Nay dapat dari Ibu namanya adalah Adrian, berbekal foto yang di dapat Ibu dari bu Suri Nayla menyusuri Resto xx pandangannya tertuju pada seorang pria yang duduk di dekat jendela sedang menysap kopinya, dia seperti yang ada di foto.


Nayla mengahampiri "Adrian??"


"Oh kamu Nayla" Adrian mengulurkan tangan lalu di sambut oleh Nayla.


"Maaf telat" kata Nayla.


"Gak papa, silahkan duduk" kata Adrian sambil tersenyum penuh pesona.


Adrian berwajah tampan, dengan kulit eksotis khas Indonesia, terlihat manis tapi tetap saja tak bisa mengalahkan ketampanan Rey, Rey punya rahang tegas dan di bumbui bulu halus,mata yang tajam namun selalu memancarkan kelembutan hanya pada Nay,juga alis tebal sehingga terlihat lebih macho setidaknya itu pandangan Nayla mau bagaimana lagi Rey memang tipe nya, ah bagaimana keadaan Rey sekarang, tadi raut Rey terlihat kecewa,apa Rey marah padanya,Nay mendesah kenapa malah kepikiran Rey.


"Kamu mau pesan apa?" tanya Adrian.


"Aku pesen es Capuccino aja"


"Makanan nya?"


"Gak, aku gak laper" Adrian mengangguk lalu menyerahkan pesanan pada pelayan.


"Jadi kamu guru TK"


Nayla mengangguk "Iya bulum genap sebulan kok,biasanya aku bantu ibu di toko"

__ADS_1


"Iya bi Suri juga bilang kalo ibu kamu punya toko kue,kapan kapan aku boleh mampir"


"Boleh datang aja"


"Aku kerja di perusahaan RSF corp sebagai Tim Marketing" kata Adrian setelah Nay bertanya pekerjaan Adrian.


"Oh ya?" Nayla memberi tatapan terkejut padahal ia tak tau itu perusahaan apa, Mereka mengobrol biasa saja, tak tampak guratan gugup dari Adrian tapi Nayla salut Adrian tetap bicara sopan pada batasannya,tak menyinggung bagaimana hubungan mereka nantinya atau mendesak untuk sesuatu lebih jauh lagi.


Jam 20:30 malam Nayla pamit pulang karna sudah memesan ojek online, jadi mereka berpisah di parkiran,sebenarnya Adrian ingin mengantar namun Nay menolak secara halus, Nay merasa risi,entah lah rasanya kurang nyaman.


Nayla pulang disambut ibu yang penasaran dengan kencan butanya, "Gimana aslinya ganteng kan?" tanya ibu.


"Huum"


"Terus gimana jadian kan?"


"Ibu dah gak sabar Nay pengen punya mantu"


"Justru kalo baru ketemu langsung jadian bukannya aneh ya bu, semuanya tuh butuh proses, lagian belum tentu juga kan aku jodohnya sama Adrian, aku belum tau baik buruknya"


"Adrian anaknya baik loh Nay, ibu percaya kok" Nayla mendesah.


"Nayla ke kamar dulu ya bu, cape!!"


Nayla masuk kekamarnya lalu menutup pintu.

__ADS_1


"Harusnya ibu jangan terlalu mendesak kak Nay,mungkin karna emang belum ada jodohnya, lagian Bima liat kak Nay masih suka mikirin si Rey itu deh bu" kata Bima.


"Ya makanya biar Nay cepet lupa dia harus move on,dan cari orang lain supaya lambat laun bisa lupa sendiri"


"Susah lah bu, orang namanya cinta trus dipaksa pisah pas lagi sayang sayangnya"


"Kamu kok malah kayak belain si Rey sih"


"Gak juga aku cuma kasian, kak Nay di depan kita selalu bersikap biasa aja, karna mungkin menjaga perasaan kita,padahal aku kadang liat kak Nay nangis,aku juga pengen kak Nay move on gak mikirin pria beristri itu terus, tapi kalo di desak terus kasian kak Nay nya." ibu tercenung Bima benar harusnya ibu bisa lebih bersabar.


Di dalam kamar Nayla berbaring telungkup diatas kasur,Ibu dan Bima belum tau tentang Nay yang bertemu kembali dengan Rey tapi Nay tidak berniat membicarakan itu karna Ibu dan Bima memang tak menyukai Rey.


Ponsel Nay berdering tanda pesan masuk,pesan dari Adrian, tadi ketika akan pulang Adrian meminta no ponsel Nay,katanya agar lebih mudah jika ingin mengobrol.


Adrian


kamu sudah sampai


Me


Ya


Adrian


Baiklah selamat istirahat

__ADS_1


Nayla tak membalas lagi malah mematikan ponselnya dan memejam, bukan fisiknya yang lelah tapi hatinya.


__ADS_2