
Nay bersi keras pulang di malam harinya meski Rey tak ingin pulang dulu ia masih ingin berduaan dengan Nayla.
Yang benar saja dari tadi pagi sampai sore Rey tak berhenti menerjangnya bahkan rasanya inti Nay sudah bengkak akibat hujaman Rey.
Nay meminta pulang berharap dirumah ada Naura hingga ada alasan untuk menolak Rey,ia sungguh lelah ingin istirahat, Rey begitu menggila dasar duda tua umpat Nay,mungkin karna sudah 6 tahun Rey tak pernah melakukan itu jadi lah iya melampiaskannya pada Nay,bahkan Nay kesulitan berjalan sekarang.
"Maafkan aku sayang.." Sungguh Rey merasa bersalah melihat cara berjalan Nay.
"Ish.." Nay mendelik lalu masuk ke dalam mobil,mereka di jemput Daniel.
"Selamat malam tuan,nyonya" sapa Daniel.
Rey hanya bergumam sedang Nay seperti tak punya tenaga untuk bicara.
Rey mengulum senyumnya saat melihat Nay cemberut sungguh semakin imut,Rey akui dirinya keterlaluan dan seperti kehilangan kendali saat terus bersama Nay ia menginginkan lagi dan lagi.
Rey menarik kepala Nay agar bersandar di dada nya "Tidurlah nanti aku bangunkan" Nay memejam lalu tertidur,oh dia sungguh kelelahan,Rey memeluk Nay dan mengusap punggungnya "Maafkan aku sayang"
"Mommy.." pekik Naura saat melihat Nay keluar dari dalam mobil.
"Hai sayang kamu baik baik aja kan?" Nayla hendak menggendong Naura,tapi Rey melarangnya.
"Tidak sayang Naura berat kamu kelelahan kan,biar aku saja" Rey memangku Naura.
"Daddy Mommy gak akan pulang lagi kan?"
"Tidak mulai sekarang mommy akan selalu bersama kita"
"Yeey terimakasih daddy" Naura memberi ciuman di pipi Rey.
"Huh?" Rey menghentikan langkahnya.
"Huum terimakasih sudah memberikan mommy untuk ku" Rey tertegun lalu tersenyum.
"Daddy yang terimakasih" Rey melambaikan tangannya kearah Nayla, Nayla mengerut lalu melangkah menuju Rey "Terimakasih karna kalian ada di hidup daddy" Rey mengecup pipi Naura lalu sebelah tangannya menarik pinggang Nay dan memberi kecupan dibibir, Nayla melotot bisa bisanya Rey melakukan itu di hadapan Naura, Nay ingin marah namun mendengar kata kata Rey membuatnya bersemu "Terimakasih sayang sudah menjadi pelengkap hidupku dan menjadikan aku sempurna" Rey berjalan masuk memasuki rumah mereka, sebelah tangannya memangku Naura dan sebelah lagi mengampit pinggang Nay.
Para pelayan yang melihat pemandangan itu pun ikut merasa bahagia atas kebahagian tuannya,mereka menjadi saksi bagaimana Rey yang dingin terhadap Naura kini berubah menghangat dan itu semua berkat bu guru yang sekarang sudah menjadi nyonya mereka.
.
__ADS_1
.
Hari berganti sesuai janji hari ini Rey akan mengajak Nay berbulan madu semua sudah berkumpul untuk menghantarkan Nay dan Rey,Ibu Nay dan Bima juga ibu Rey.
"Mommy aku mau ikut" Naura merengek entah sejak kapan anak itu berubah manja, mungkin karna ia baru merasakan rasanya punya mommy, juga terlebih lagi sekaran daddynya menjadi perhatian padanya.
"Mommy gak keberatan kalau daddy mengizinkan" Naura beralih ke arah Rey.
Rey membisikan sesuatu pada Naura hingga dengan cepat bocah itu mengangguk dan langsung diam.
"Kamu ngomong apa sama Naura mas, kok dia langsung diam?" Tanya Nay heran.
Rey hanya menyeringai lalu mengecup pipi Nay.
"Kalian sudah siap?"
"Sudah bu" Daniel masuk dan membawa barang barang untuk di masukan kedalam mobil. "Kami titip Naura ya bu.." kata Naura, ia seperti ibu kandung yang khawatir terhadap anaknya,Nayla sungguh menyayangi Naura dengan tulus.
"Kamu tenang saja selama kalian gak ada kami akan menjaga Naura,ya kan bu Santi"
Ibu Nay mengangguk "Gak usah khawatir ibu sama ibu Ratih juga ada Bima, kalian disana fokus aja buat bikin cucu buat ibu" Nayla tersipu, Ibu Nay terkekeh diikuti senyum Ibu dari Rey.
"Terimakasih sudah mau menjadi ibu Naura dan menyayangi nya dengan tulus" Ibu Rey memeluk Nay, "Oh iya ini ada titipan dari Meylani"
"Gak tau.." Nayla membuka lalu mengangkat isi di dalamnya ,Astaga Mey.. Nayla melongo tak percaya, sebuah lingerie berwarna hitam yang sangat.. tipis, Nay segera memasukan lagi kedalam paper bag sebelum Rey melihatnya.
"Sudah siap sayang ayo" Rey datang untuk segera berangkat. "Kami berangkat dulu Bu"
"Ya hati hati kalo sampai beritahu, juga jangan lupa segera beri kabar baik!" kata Ibu Rey, Rey hanya mengangguk.
"Naura mom pergi dulu ya" Nayla menciumi pipi Naura.
"Oke mommy jangan lupa janjinya" Nayla mengeryit.
"Mommy punya janji apa emang?"
"Kata daddy aku gak boleh ikut nanti kalo mom sama dad pulang aku dibawain oleh oleh adik bayi"
Nayla menganga,dan mendelik ke arah Rey bisa bisanya dia bicara seperti itu pada Naura,Rey melengos dan masuk setelah berpamitan pada Ibu mereka juga Naura.
__ADS_1
Beberapa jam penerbangan mereka tiba di sebuah bandara, Nayla menganga tak percaya ini adalah negara yang paling Nayla inginkan untuk di datangi, dari semua film yang pernah di tonton film yang berlatar belakang negara ini membuat Nay terkagum.. "Mas ini di.."
"Ya aku tau kamu ingin kesini kan?" Nayla mengangguk antusias "Terimakasih.." Seorang supir sudah menjemput dan mengantarkan mereka ke hotel yang sudah di pesan Rey,begitu tiba mereka disambut hormat oleh semua stap hotel tersebut dan mereka saling mengucap dengan bahasa yang tidak Nay mengerti,namun dari sikap mereka menunjukan mereka begitu segan pada Rey.
Mereka memasuki kamar yang begitu luas dan tatapan Nay langsung tertuju pada balkon kamar, dan ternyata balkon tersebut mengarah pada menara Eiffel.
Nayla menikmati keindahan dan terus memandang sekitarannya, "Kamu suka..?"
Rey memeluk Nay dari belakang.
Nayla mengangguk "Suka banget makasih" Nay mengecup pipi Rey.
"Hmm jadi kita bisa mulai sekarang..?"
"Hah?"
Rey mengangguk "Memberi adik bayi untuk Naura dan cucu untuk ibu kita" Rey mengangkat Nayla menggendongnya ala bridal.
"Akhh mas!!" Nayla memekik saat Rey melempar Nay kekasur yang empuk,di susul Rey yang mengungkungnya.
"Aku cinta kamu sayang" Rey tak hentinya mengatakan itu dan menatap wajah cantik Nay.
"Aku juga Mas.." Rey mencium bibir Nay dan mulai menjelajah di setiap lekuk tubuh istrinya,semakin lama semakin panas dengan sensasi nikmat yang luar biasa,desa han yang saling bersahutan serta erangan yang kian keras kala mereka meraup lagi kepuasan.
"I love you Nayla.." bisik Rey kala Nayla mulai memejam diantara lelahnya,namun ia masih bisa mendengar kata kata Rey hingga ia memberikan senyuman hangat pada Rey, suaminya.. ya mereka telah menikah,menyatu setelah sekian banyak rintangan dan tak akan pernah terpisah lagi meski tak tau apa yang akan terjadi di hadapan mereka namun cinta mereka semakin kuat dan tak akan tergoyahkan.
.
.
.
Tamat..
___________
Yeyyy tamat..., akhirnya setelah sekian lama meski sedikit yang baca dan like aku selesain juga.
Terimakasih yang sudah membaca dan memberi like juga taburan hadiah nya,semoga suatu saat cerita ini bisa di temukan orang lain tanpa menghujat, karna ini memang karya recehan dari aku yang belum pengalaman, cuma sekedar mengisi waktu luang semoga membuat kalian senang.
__ADS_1
ILoVeU all..
😘😘😘😘