Melody Cinta Nayla

Melody Cinta Nayla
Bab 38- Terakhir kali


__ADS_3

Nay dan Rey berjalan jalan di trotoar sambil memakan eskrim sesekali Rey menggoda dengan mengusap eskrimnya di pipi Nayla.


Tangan Nay tak lepas memeluk lengan Rey sambil bersandar dan memakan eskrimnya, Rey tak menyangka ini bukan kencan di hotel mewah,makan di Restoran ternama namun hati nya sungguh merasakan bahagia.


Nay mengajak Rey di sebuah bangku taman, suasana malam tak menyurutkan para muda mudi yang masih menikmati suasana malam.


Rey melepaskan jaketnya dan memakaikannya pada Nay.


Rey mengantar Nayla pulang mereka masih duduk di dalam mobil.


Nay menyandarkan kepalanya dibahu Rey lalu memejam "Terimakasih" kata Nay. "Terimakasih sudah datang dan memberi kesempatan untuk ku merasa dicintai"


Rey masih diam perasaannya mulai ketar ketir menunggu ucapan Nayla selanjutnya.


"Rey...ayo kita putus"


Deg..

__ADS_1


Nay berbicara masih dengan kepalanya di pundak Rey. "Aku tidak mau" kata Rey dengan nada datar. "Kamu marah karna aku penyebab kematian ayahmu,aku minta maaf aku menyesal saat itu aku mabu..."


"Aku sudah memaafkanmu" Kata Nay ia benar benar ikhlas, dan akan berdamai dengan masa lalunya meski traumanya masih kadang datang,Nayla ingin melupakan semuanya.


"Perbedaan kita terlalu jauh Rey kita bagai langit dan bumi keluarga kamu dan keluarga ku"


"Aku tidak perduli, aku hanya ingin bersamamu"


"Tapi aku peduli Rey, jangan mempersulit ini lanjutkan pertunangan mu dengan Sonia,penuhi tanggung jawabmu terhadap orang tua mu"


"Aku tidak butuh perusahaan,aku tak butuh uang mereka, aku bisa memulainya sendiri,aku hanya butuh dukungan kamu, kita hanya perlu terus bersama" Rey beralih dan duduk menghadap Nay sambil menggenggam tangan Nay "Tolong jangan katakan itu"


"Ayo kita lihat apakah kita berjodoh atau tidak, sejauh apapun aku berlari jika kamu jodohku aku akan kembali padamu"


"Dengan siapapun kamu sekarang kamu akan tetap temukan jalan kembali padaku"


"Lepaskan semuanya, mari kita lihat kemana jalan kita akan berakhir"

__ADS_1


"Jika kamu bukan jodohku" Rey menunduk.


"Maka kita harus ikhlas" Nay mengusap air mata Rey "Lagipula aku masih terlalu kecil untuk menikah denganmu" Nay terkekeh.


"Kamu sudah 19 tahun"


"Iya tapi aku belum siap jika harus jadi pengantin"


"Nay aku cinta kamu, tidak cukupkah itu untuk kita menjalani hidup bersama"


"Aku juga mencintai kamu, Tapi itu belum cukup" Nay menunduk "Berjanjilah untuk hidup bahagia dan aku juga akan bahagia" Lalu mendongak menatap mata Rey, Nay memejam mendekatkan bibirnya dan mengecup bibir Rey, hanya kecupan. Dengan cepet Rey meraih tengkuk Nay lalu melu matnya, menciumnya dalam, Rey tak ingin berhenti tangannya terulur untuk mengangkat tubuhnya beralih ke pangkuannya, Rey mendekap Nayla kuat bibirnya masih terus menjelajah di bibir Nayla,Nayla membiarkannya biarkan mereka larut dalam rasa ini sakali lagi. Air mata mereka menetes di antara bibir yang menyatu, Rey melepaskan ciumannya, ciuman terakhirnya dengan Nayla.


Dengan nafas yang memburu, Nay mengulurkan tangannya kearah Rey "Selamat untuk pertunanganmu, maaf sepertinya aku tidak bisa menghadirinya"


Rey terus menggeleng "Nay?"


Nayla mengecup kening Rey untuk yang terakhir kali. Rey menyerukan kepalanya di dada Nay yang masih berada dipangkuannya.

__ADS_1


"Aku akan tetap mencintaimu."


Nay tersenyum "Rey....???"


__ADS_2