
Rey mendudukan Nayla di sofa setelah mereka masuk kerumah "Masih sakit?" Rey memijit pelan kaki Nay.
"Udah enggak kok makasih.."
Rey menghela nafasnya pelan "Lain kali kalau keluar bilang pada Ani, atau yang lain" Nayla mengangguk.
"Maaf" Rey masih memijit kaki Nay.
Ani menghampiri dengan air minum ditangannya dan menyerahkannya kepada Rey,dan Rey memberikannya pada Nay "Terimakasih Ani"
"Sama sama bu guru" Ani menunduk takut,namun juga heran kenapa tuannya bisa sekhawatir itu pada guru nona Naura itu.
"Siapkan makan siang!" perintah Rey dengan tatapan dingin.
"Baik tuan" Ani kembali mengangguk dan masuk kembali kearah dapur.
"Ish galak banget kasian Ani nya tau"
"Dia harus dihukum karena lalai menjagamu"
"Lah kok salah Ani sih"
"Dia aku perintahkan untuk menjaga dan melayanimu tapi dia tak tau kemana kalian pergi" desis Rey.
"Bukan salah Ani, aku kira gak bakal lama mainnya eh malah ketiduran"
"Tetap saja harusnya dia tetap berada dekat denganmu dan menjagamu"
"Ish memangnya aku bayi harus dijaga, kamu nya aja yang lebay"
__ADS_1
"Terserah,.. kenapa selalu berdebat" Rey masih memijit kaki Nay.
Daniel berjalan keluar dari kamar Naura setelah menidurkan nonanya, sambil menerima telpon "Tuan mereka akan segara kemari" kata Daniel,sebenarnya ia agak terkejut melihat Rey berjongkok di depan Nayla dan memijit kakinya, ada hubungan apa mereka.
"Bilang pada mereka tebang semua pohonnya" Kata Rey tanpa mengalihkan tatapannya.
"Udah... ih udah gak sakit" Nay merasa malu di lihat Ani dan sekarang Daniel.
"Diam,," Rey terus saja memijit kaki Nay.
"Dengar tidak Dan!!"
"Eh... iya.. tuan tebang semuanya" ulang Daniel
"Hmm".
"Pohon apa yang mau di tebang?" tanya Nay.
"Hah!!! kenapa di tebang?" Nayla melihat kearah Daniel. Rahang Rey mengeras melihat tatapan Nayla yang tertuju kepada Daniel.
"Jangan lihat kearah Daniel!!" Rey menghentikan pijatannya lalu berdiri menghalangi pandangan Nay dari Daniel, Daniel meringis.
"Terus harus lihat kemana?" Nayla menatap tajam Rey. "Kenapa pohonnya ditebang?" matanya melihat Rey sekarang. "Giliran lihat kearahnya gak jawab" gerutu Nay.
"Agar tuan tak susah mencari bu guru lagi" Daniel menjawab, Nayla menganga hanya karna dia ketiduran di bawah pohon, pohonnya di tebang.
"Semua?"
"Semua,cepat kerjakan" Daniel mengangguk dan berjalan keluar rumah untuk memerintahkan pegawainya.
__ADS_1
Nayla merengut "Kenapa?" tanya Tey.
Nayla menggeleng bukan urusannya, mau di tebang,mau diratakan itu kan punya Rey.
Ani datang dan mengabarkan kalau makanan sudah siap "Ayo makan" Rey mengulurkan tangannya kearah Nay.
"Aku bisa jalan sendiri" kata Nay ketus,masih merasa tak rela pohon pohon rindang itu ditebang.
"Kenapa sih" keluh Rey.
Naura bangun dari tidurnya lalu turun dan berjalan kearah meja makan "Bu Nay"
Nayla yang sedang makan melihat kearah Naura yang masih memasang wajah bantalnya, begitu pun Rey.
"Hai sini,kamu lapar gak,mau makan?" Nayla melambaikan tangannya agar Naura mendekat, Naura naik kepangkuan Nayla.
"Mau makan sama apa?" gadis berusia 5 tahun itu menunjuk ayam goreng "Oke" Nayla mengambil ayam goreng dan menaruhnya di depan Naura.
"Duduk di kursi Naura,jangan manja" kata Rey.
Naura menunduk dan hendak turun tapi Nayla menahannya "Gak papa kamu duduk sini sama ibu,biarin aja" Nay berkata lembut.
Rey mendesah,namun tak bisa dipungkiri hatinya menghangat melihat interaksi antara Nay dan Naura, mereka seperti keluarga kecil yang bahagia,ada Ibu ayah dan anak menghabiskan waktu makan bersama,andai Naura lahir dari rahim Nayla..
Nayla menyuapi Naura dengan sesekali bercanda,tentu saja Naura senang dia tak pernah merasakan disuapi kalau bukan oleh pengasuhnya itu pun sudah lama karna Rey selalu melarangnya bermanja, Naura yang ketus dan dingin bisa luluh oleh sikap Nay yang lembut padanya meski awalnya bocah itu cukup menjengkelkan.
Sementara itu di belakang rumah para maid sedang berbincang "Kalian tau gak tadi aku liat,tuan gendong bu guru dari taman pinus sampai rumah"
"Iya terus kalian liat gak tadi waktu bu guru sama nona hilang dia keliatan khawatir banget aneh kan padahal waktu nona gak pulang semalaman dia biasa aja berartikan ada hubungan antara bu guru dan tuan Rey" kata yang lainnya.
__ADS_1
"Kenapa kalian malah menggosip" Ani datang menghampiri, sebenarnya ia juga penasaran tuannya bahkan rela memijit kaki bu guru "Itu bukan urusan kita,kalau tuan tau kalian bergosip kalian mau kena hukuman" apa lagi dirinya,Ani harus siap dihukum karna lalai dalam tugasnya menjaga Bu guru Nay.
Semua maid diam Ani benar,tuannya bisa memberi hukuman jika mereka berulah. "Sudah bubar kita kerja lagi" kata Ani.