
Sudah satu bulan Rey tak pernah mendatangi Sonia di rumahnya Rey memilih tinggal di apartemen yang sejak dulu di tinggalinya sebelum menikah.
Sonia terus mencoba menghubungi Rey, namun Rey tak pernah menggubris, Rey sudah memecat sebagian maid di rumahnya dan menggantinya dengan bodyguard yang berjaga agar Sonia tak keluar rumah, Sonia benar benar dikurung bahkan ketika papa nya mengunjungi ia tak di persilahkan masuk oleh penjaga.
"Aku tak peduli, jangan biarkan dia keluar atau ada siapa pun yang masuk kedalam rumah itu" begitu titah Rey pada Semua penjaga.
Papa Sonia meradang saat melihat Rey memperlakukan anaknya namun Rey tetap acuh, "Bukankah sudah ku bilang tuan Raksa bahwa kau akan melihat anakmu hidup di neraka" bahkan Rey tak pernah merubah panggilannya kepada mertuanya.
"Rey dia sedang sakit dia harus memeriksakan dirinya secara rutin"
"Kau yakin" Rey menyodorkan laporan kesehatan milik Sonia "Dia tidak sakit sama sekali,dan dia membodohimu tuan,malang sekali kau kehilangan banyak uang hanya untuk menikahkan anakmu dengan nerakanya" Rey mendengus "Pergilah urusi perusahaan mu yang diambang kehancuran itu"
Perusahaan Raksa sedang dalam masa kritis dan kedatangannya berharap Rey bisa membantunya,namun bukannya sambutan baik yang di dapatnya malah mendapati kenyataan anak kesayanganya dikurung di rumah Rey, dan yang lebih parahnya lagi Sonia berbohong tentang penyakitnya
Raksa terlalu percaya pada Sonia hingga ia tak menyelidiki lebih lanjut. dan akibatnya sekarang Raksa menuai atas apa yang dulu dia tanam,semua yang pernah dilakukan pada keluarga Rey kini berbalik padanya.
Satu hal yang disadarinya sesuatu yang dipaksakan pada akhirnya akan berakhir buruk.
Penjaga dirumahnya mengabarkan bahwa Sonia tiba tiba pingsan, namun itu tak membuat Rey menemuinya dia hanya mengirim seorang dokter untuk memeriksa Sonia, dan alangkah terkejutnya saat dokter mengabarkan bahwa Sonia hamil, mungkin bagi banyak orang ketika akan menjadi seorang ayah mereka akan memekik bahagia menghujami istri mereka dengan kasih sayang namun tidak dengan Rey.
__ADS_1
Rey semakin mengabaikan Sonia ia tak peduli pada apapun yang terjadi pada Sonia, ia hanya mengirim dokter untuk memantau kesehatan Sonia.
"Tuan jika anda tidak memperdulikan nona Sonia setidaknya anda harus menjaga darah daging anda" kata Bram.
"Aku bahkan masih membenci diriku sendiri karna kejadian itu,aku sudah menghianati Nayla,bagaimana aku bisa menerima anak yang akan menjadi bukti bahwa aku pernah menyentuh ja lang itu"
"Tapi tuan??"
"Sudahlah Bram, aku sudah menempatkan perawat,juga ada dokter yang memantau kesehatannya,aku akan menceraikannya begitu dia melahirkan anak itu"
Bram mendesah pasrah, dirinya tak bisa berbuat lebih karna sejak awal pernikahan Rey dengan Sonia sudah salah.
.
.
Rey benar benar menjadikannya hidup di neraka, bahkan ketika ia mendapat kabar bahwa perusahaan papa nya diakuisisi oleh Rey. hingga saat ini dia tak mendengar kabar dari Papanya.
Sonia pun tak bisa mengadu pada mertuanya karna akses nya dibatasi oleh Rey, entahlah mereka akan peduli atau tidak setelah perusahaan papa nya bangkrut.
__ADS_1
Kesehatan Sonia semakin memburuk hingga dokter menyarankannya dirawat di rumah sakit, kondisinya semakin lemah akibat stres dan depresi yang di alami dimasa kehamilannya.
Rey tetap bergeming bahkan ia tak pernah mengunjungi Sonia di rumah sakit hanya Bram sesekali datang untuk menemui dokter dan menanyakan kondisi Sonia dan bayinya.
Hingga diusia kandungan nya berusia 8 bulan Sonia mulai drop dan mengalami kejang dan akhirnya mereka memutuskan untuk melahirkan bayinya secara caesar,karna Sonia sudah tak sadarkan diri.
Saat itu lah Rey datang kerumah sakit,dan melihat Sonia untuk terakhir kali.
"Rey aku tau kamu tak pernah mencintaiku tapi aku mohon kamu akan tetap mengakui anak kita"
"Maaf sudah memaksamu,maaf karna membuat dia menjauh darimu" kata Sonia untuk terakhir kalinya.
_______
Happy new year 2022๐๐๐๐
Aku Up tiga bab loh, semoga gak pernah bosan.
Terimakasih sudah membaca jangan lupa like,komen, vote, hadiah juga boleh๐น๐น๐น๐น
__ADS_1
salam sayang๐