
Nayla terbangun di pagi hari saat ponselnya berdering,Nayla mengangkat tanpa melihat siapa yang menghubunginya.
"Morning sayang"
"Hmmm.."
"Sepertinya kamu baru bangun?"
"Ya kenapa?"
Disebrang sana Rey terkekeh pasti Nayla belum menyadari jika yang menelpon adalah dirinya,Terdengar hembusan nafas teratur dari Nayla, apa gadis itu tidur lagi?
"Sayang kamu tidak lupa soal janji kita kemarin bukan?"
"Nayla?" tak ada sahutan,Rey menggeleng "Astaga gadis ini" Rey menyimpan ponselnya dan bergegas ka kamar mandi,ia juga baru bangun namun ia tak sabar untuk menghubungi Nayla, dan yang di dapat hanya suara dengkuran halus gadis itu.
Rey turun bersama Naura yang sengaja bangun pagi karna ingin ikut dengan Rey dan Nay "Daddy bolehkah aku ikut"
"Tidak bisa.." Naura merengut.
"Tapi kata Bu Nay aku boleh ikut" Tentu saja Rey menggeleng,masa iya kencan nya harus di ikuti Naura.
"Tidak bisa, nanti daddy belikan hadiah untuk mu" Naura menggeleng.
"Tidak mau, mau ketemu Bu Nay"
"Baiklah nanti Bu Nay akan menginap disini"
"Boleh..?"
"Tentu" tentu saja boleh Rey akan senang jika Nay menginap dirumah nya,kan bisa menambah waktu untuknya berdua an.
Naura bertepuk tangan, Rey menyunggingkan senyumnya ternyata benar tak sulit menerima Naura, perlahan Rey mulai merasakan hatinya ringan dan kedekatannya mengalir begitu saja dengan Naura.
Rey mendatangi rumah Nayla lebih pagi ia sengaja untuk mengajak Nay sarapan bersama.
"Ck.. pagi bener mau kencan atau mau joging" Bima melihat jam dinding masih jam 6 pagi
__ADS_1
Rey hanya mengedik bahu "Mana calon istriku?"
"Belum bangun" Bima membuka pintu agar Rey ikut masuk.
"Loh Nak Rey sudah datang pagi sekali" Rey manyalami ibu.
"Iya bu,saya mau ajak Nay sarapan diluar"
"Oh Nayla nya belum bangun, bentar ibu bangunin"
"Bolehkah saya yang bangunkan?" tanya Rey.
Bima menyeringai "Boleh masuk aja"
"Bim!!" tegur ibu.
"Boleh gak bu?" tanya Rey lagi.
"Gak papa bu biar Rey tau kak Nay kalau lagi tidur kayak gimana"
"Memang gimana?"
Ibu menghela nafasnya "Ya sudah langsung aja Nak Rey"
Rey mengangguk lalu menuju kamar Nayla.
Dan benar saja pemandangan di depannya membuatnya mengaga tak percaya, Nay tidur dengan kaki yang terbuka lebar tangan terlentang di atas kepala juga mulut yang sedikit terbuka,Rey terkekeh lucu hilang sudah Nayla yang anggun, namun dimata Rey gadis itu tetap saja terlihat cantik.
Rey mengelus pipi Nay lembut "Bangun sayang" katanya pelan,namun Nay tak bergeming malah menepis tangan Rey yang bertengger di pipinya.
Rey semakin gemas saat melihat Nay malah mendengkur.
Rey mencubit hidung Nay, hingga dalam sekejap Nayla melototkan matanya merasa tak bisa bernafas.
HAaahh..
"Ayo bangun gadis malas!" Nayla masih belum mengumpulkan kesadarannya.
__ADS_1
Beberapa detik Nayla mengerjap kala melihat wajah Rey tepat di hadapannya "Rey??"
"Hmm.. selamat pagi cantik?" Nayla memerah mendengar Rey berkata cantik padahal dirinya baru bangun tidur.
Tunggu... Nayla menutup mulutnya kala menyadari dirinya baru bangun tidur dan bisa di pastikan nafasnya yang berbau naga, sedangkan Rey berada dihadapannya tepatnya Rey mengungkungnya,Nay bahkan bisa merasakan nafas Rey yang wangi mint menerpa kulit wajahnya.
"Rey aku belum mandi"
"Memang kenapa" Rey melepas tangan Nay yang membekap mulutnya.
"Tidak jangan aku pasti bau"
Rey tak mendengarkan Nay malah mencengkram tangan Nay dan menyimpannya di atas kepala Nay.
"Mau apa?"
"Morning ki ss" Nayla mulai salah tingkah.
"Gak mau, aku ba u" Rey menggeleng, Namun Rey malah menangkup dagu Nay dan mengecupnya.
Nayla melotot "Rey, aku malu pasti nafasku ba u"
Rey tak peduli malah semakin menggoda Nay dan kembali mencium bibir Nay, ciuman yang lembut dan perlahan menjadi lum at an, niat Rey yang hanya menggoda Nay yang tadi salah tingkah atas ulahnya malah terjebak sendiri dan tak bisa berhenti.
Astaga Rey tak bisa tahan lagi, terus memperdalam ciuman nya dan terus menjelajah di dalam rongga mulut Nay, Nay sudah mulai terbuai mulai membalas cium an Rey, Rey mengalungkan tangan Nay ke lehernya, Nayla mulai meremas rambut Rey saat cum bu an Rey turun ke leher jenjangnya.
Nayla mende sah saat tangan Rey mulai bergeriliya di atas perutnya,dan semakin naik kearah dua gunungan mulai meremas lembut dua gunungan Nay di balik piyama.
"Rey..." Suara Nay terdengar lirih dan bergetar.
Saat itulah Rey mulai tersadar dan menghentikan aksinya, nafas mereka sama sama memburu seiring detakan jantung yang menggila Rey menatap manik Nay yang juga berkabut "Astaga sayang aku tidak tahan" Rey menyatukan kening nya di kening Nay,lalu mengecupnya "Bagaimana kalau menikahnya besok saja?"
"HAH...?"
"Atau hari ini saja!!"
__________
__ADS_1
Walah Bang Rey udah kebelet..ðŸ¤ðŸ¤
Up kedua, boleh dong tabur bunga 🌹🌹🌹atau suguhan kopi☕ apalagi kalo vote ðŸ¤ðŸ¤