Melody Cinta Nayla

Melody Cinta Nayla
Bab 59- Perdebatan yang manis


__ADS_3

Nayla duduk kembali di kursinya "Naura membutuhkan perhatian lebih, bukan bentakan seperti itu"


"Aku tak perduli" kata Rey, kepala Rey terasa berat ia tak ingin berdebat dengan Nayla,ia ingin memperbaiki hubungan dengan Nayla menjadikan Nayla miliknya lagi.


"Tak perduli pada anakmu sendiri?" Nayla bicara dengan alis terangkat.


"Aku tak menginginkannya" lirih Rey.


Nayla terkekeh "Tak menginginkannya, tapi menghadirkannya..?"


"Itu diluar kendaliku"


Nayla tertawa hambar "Lelaki brengsek memang seperti anda, tidak menginginkan anak tapi membuat anak, mau enak tapi tak mau repot"


Rey menatap Nayla datar "Kamu tak akan mengerti"


"Apa?.. soal apa?"


"Aku tak mau berdebat dengan kamu" Rey menyandarkan punggungnya di sandaran kursi.


"Jika tak mau berdebat lalu mau apa, mau diam saja begitu..?"


"Ya itu lebih baik, lebih baik menatapmu sepanjang hari dari pada berdebat dan bertengkar" Rey melipat tangannya di dada.


Astaga, Nayla meremas rambutnya frustasi "Kamu masih seperti dulu" Rey menatap Nayla "Terlihat cantik dalam keadaan apapun"


Apa katanya, ah kenapa rasanya pipi Nay memanas, "Lihat pipi mu merah, dan sangat cantik" kata Rey lagi.


"Berhenti bicara" Nayla menatap Rey tajam.


"Lihat bahkan sedang marah saja kamu masih terlihat cantik"

__ADS_1


"Aku bilang berhenti bicara!!" Nayla berdiri dari duduknya, gelisah.


Rey terkekeh,hatinya merasa bahagia melihat Nayla yang salah tingkah.


"Duduklah bu guru,Jika berdiri seperti itu aku jadi ingin memasukanmu kedalam pelukanku"Nayla melotot "Apa lagi jika kamu melotot seperti itu aku jadi ingin menciummu"


"Berhenti kataku,anda boleh pergi" Nayla menunjuk pintu keluar.


"Aku tidak mau,aku mau tetap disini" Rey tersenyum lebar.


Nayla mengacak poninya "Terserah jika itu yang anda mau" Nayla keluar dari ruangannya. "Tak mau berdebat,lalu itu apa?,dasar brengsek" gerutu Nay,sambil melangkah menuju kelasnya.


"Itu perdebatan yang manis sayang!!" kata Rey, sambil menyeringai.


'Astaga dia mendengar, apa katanya sayang.. ah wajahku terasa panas' Nayla menepuk pipinya pelan.


Rey mengikuti Nayla dari belakang sambil terkekeh "Apa yang kau lakukan kenapa mengikutiku,bukan kah mau tetap disana"


"Jangan mengikuti ku!!" pekik Nayla.


Rey bergeming dan masih mengikuti Nayla yang memasuki kelas.Nayla menutup pintu kelas agar Rey berhenti mengikutinya.


Namun Nay salah Rey berdiri di depan jendela dan terus menatapnya.. Ya ampun..


Rey melihat Nayla sedang berinteraksi dengan murid muridnya terlihat penuh senyuman, Rey melihat anak anak itu mengikuti gerakan yang Nayla ciptakan, mata Rey menelusuri setiap anak, Rey melihat Naura yang melihat kearahnya lalu menunduk saat bertemu pandang dengannya.


Nayla masih terus celingukan melihat Rey yang masih berdiri di depan jendela,apa dia tidak pegal berdiri hampir satu jam.


Beberapa saat kemudian bel istirahat berbunyi dan anak anak menghambur keluar untuk bermain.


Nayla melihat keluar sudah tak ada Rey, Nayla mengedikkan bahu acuh lalu berjalan kearah Naura yang sejak tadi hanya diam.

__ADS_1


"Naura..? kenapa masih sedih?" Naura diam.


"Naura takut sama Daddy?" Naura mengangguk, apa Rey sekejam itu pada anaknya mengapa Rey bisa menanamkan ketakutan sebesar itu pada Naura.


"Kalau Naura jadi anak yang baik daddy gak akan marah kok" Naura menggeleng mau nakal atau tidak daddynya tetap saja tak peduli padanya. "Sudah dong jangan sedih terus" Nayla mengelus rambut Naura.


"Bu Nayla..?" seorang guru memanggilnya.


"Ya.."


"Dipanggil kepala sekolah" Katanya, Nayla mengangguk,guru tersebut melanjutkan langkahnya menjauhi Nayla.


"Kamu tunggu sini ya ibu mau ke ruang kepala sekolah dulu"


Sepanjang jalan Nayla berfikir untuk apa kepala sekolah memanggilnya,apa karna kegaduhan yang dia buat tadi, bagaimana jika dia dipecat, jika iya, batal sudah rencana nya mengambil kredit motor baru.


Nayla mengetuk pintu lalu membuka setelah terdengar suara dari dalam "Silahkan duduk Ibu Nay" Nay melangkah kearah kursi yang ditunjuk oleh kepala sekolah, langkah Nay melambat saat menyadari tak hanya kepala sekolah yang berada di sana, sedang apa dia disini?


Nayla duduk di sebelah Rey di ujung sofa."Ada apa Anda memanggil saya?" tanya Nayla kearah kepala sekolah.


"Mulai besok anda tak perlu datang kembali ke sekolah.." Nah kan benar dia di pecat.


______________


Dipecat gak sih?


Masa iya sih?


Ada yang tau gak alur selanjutnya? biasanya alur yang aku buat itu gampang ketebak loh?


cus komen👇

__ADS_1


__ADS_2