Melody Cinta Nayla

Melody Cinta Nayla
Bab 37-Menghabiskan waktu


__ADS_3

Waktu sudah semakin malam,Ibu mengintip sedikit dibalik tirai Rey masih duduk di kursi rotan yang ada di teras rumah mereka.


"Masih ada ya bu?" tanya Bima.


"Iya,biarin aja, kamu cepetan tidur udah malem" Ibu hendak pergi ke kamarnya, namun melihat Nay yang keluar dari kamarnya Ibu berhenti "Mau kemana?"


"Aku mau ketemu Rey" kata Nay rautnya terlihat lebih tenang.


"Kamu yakin"


Nayla mengangguk "Aku mau semuanya selesai bu"


Ibu mengelus bahu Nayla "Ya udah selesaikan semua, yakinlah semua akan berlalu dengan berjalannya waktu hidup kamu masih panjang"


"Ngapain sih kak, biarin aja" kata Bima geram "Nanti bosen sendiri juga pergi"


"Bim!!" peringat Ibu, Bima tak lagi membantah dia bergegas pergi kearah kamarnya "Sudah cepat sebelum semakin malam" Ibu kembali melangkahkan kakinya untuk masuk kedalam kamar memberi waktu untuk Nayla mengambil keputusan.


Rey masih terdiam di kursi rotan di depan rumah Nayla,Rey berharap Nayla akan luluh dan mendengarkan penjelasannya, ponselnya terus berdering ia hiraukan, begitu mendengar suara kunci di putar Rey bangun dari duduknya.


Harapan Rey begitu besar semoga Nay mau menemaninya memperjuangkan cinta mereka,Rey akan melakukan apapun untuk Nay termasuk kehilangan semua hartanya, Rey akan tinggalkan segalanya untuk Nayla cinta Rey begitu besar hingga mungkin Rey tak mampu bertahan jika kehilangan Nayla.


Rey menegakkan tubuhnya ketika mendengar suara kunci diputar dan pintu terbuka "Nay!" Rey langsung berdiri dan merengku Nay dalam pelukannya.


Nay membiarkan Rey memeluknya tangan Nay terangkat namun hanya berhenti fi udara Nay ingin membelas pelukan hangat Rey namun ia tak berdaya.

__ADS_1


Rey merenggangkan pelukannya "Kamu baik baik saja kan" Rey membingkai wajah Nay "Aku khawatir.. Nay aku mau minta maaf.. Aku tau aku salah, tapi.." Nay menutup mulut Rey lalu tersenyum,Rey tau itu adalah senyum kepedihan, ya tuhan dia benar benar telah menyakiti Nayla,mata Nay terlihat sembab dan hidung yang merah.


Nay meraih tangan Rey yang masih membingkai wajahnya, lalu mengenggamnya "Ayo"


"Nay?" Rey masih tak bergerak.


"Ayo!!"


"Kemana?"


"Jalan jalan" kata Nay sambil memeluk lengan Rey.


Selama di perjalanan Nayla tetap diam hanya sesekali tersenyum kearah Rey, Rey merasakan sesuatu yang buruk akan terjadi perasaannya sungguh tidak enak,Rey tidak suka melihat Nay tersenyum pedih seperti itu menyembunyikan marahnya. Lebih baik Nay marah dan memakinya itu akan membuatnya lega,namun yang Rey lihat saat ini sungguh membuatnya merasa lebih buruk.


Nay meminta Rey berhenti di pinggir jalan tempat para pedagang makanan berjejer, dari mulai jam tujuh malam para pedagang sudah mulai ramai.


Rey mengangguk namun masih memperhatikan warung yang terlihat jauh dari Restoran yang dia datangi,Rey tak pernah masuk ke tempat seperti ini "Yakin kamu tau pecel?"


"Aku gak yakin cuma aku udah cari tau makanan apa aja yang kamu suka"


Nay tersenyum "Manis banget sih pacarku ini" Nay memeluk lengan Rey yang duduk disebelahnya di kursi yang memanjang.


Rey masih belum mengerti dengan sikap Nay namun dirinya ingin menikmati kebersamaannya dengan Nayla malam ini, sebelah tangan Rey mengingkirkan rambut yang menghalangi dahi Nay, Nay masih tersenyum dan kali ini senyumnya terlihat tulus.


Nay sudah memesan tak berapa lama pesanannya datang satu pecel ikan, pecel ayam lengkap dengan lalap dan sambal, tak lupa nasi, Nay menepuk tangannya melihat makanan di depannya "Aku laper" Rey terkekeh "Ayo makan"

__ADS_1


Rey melihat sekitarnya mencari sendok "Sendoknya mana?"


Nay malah tertawa "Makan pecel tuh enaknya pake tangan" Rey bergidik "Kaya gini" Nay membasuh tangannya di mangkuk untuk mencuci tangan, Lalu mengambil nasi di tambah ayam dan menyerahkan kedepan Rey "Nih..!"


"Hah??"


"Buka mulutnya.. Aaaaa" Rey membuka mulutnya dan Nay mulai menyuapinya "Enak kan?"


"Hmm" kata Rey sambil terus mengunyah, Nay juga mulai makan, Rey tak melepas pandangannya dari Nay yang masih makan sambil sesekali menyuapinya, sungguh itu makanan ter lezat yang pernah Rey makan, karna Rey mendapatkannya dari tangan Nay sendiri,dan satu piring berdua.


Rey mengambil tisu untuk menyeka bibir Nay yang belepotan karna sambal, dahi Nay mengeluarkan keringat karna pedas sedangkan Rey yang tak menyukai pedas jadi Nay tak menyuapinya dengan sambal.


Saat Rey melap bibir Nay, Nay mengehantikan kunyahannya lalu mendongak melihat Rey yang tersenyum "Pedes banget ya?"


"Hmm.. iya" Rey kembali terkekeh.


"Hati hati nanti sakit perut"


"Iya sih tapi ini enak banget dan paling enak kalo pake sambel, kamu mau" Rey menggeleng.


"Aku gak kuat pedes"


"Cih laki kok gak kuat sambel sih, sama mabok aja kuat" cibir Nay,tanpa rasa bersalah.


Rey tertegun, ah Nay sekarang juga sudah tau kebiasaan buruk Rey.

__ADS_1


"Abis ini aku mau makan eskrim ya" Nay mengalihkan bicaranya.


"Hmm, apapun yang kamu mau"


__ADS_2