Melody Cinta Nayla

Melody Cinta Nayla
Bab 81- Perjuangan Rey (1)


__ADS_3

"Tunggu dulu Rey" Nayla mendadak panik saat Rey mengatakan akan menemui ibu, Nay belum siap lagi pula ia belum bicara dengan ibu soal Rey.


"Kenapa?" Nayla mencegah Rey saat akan memutar kunci mobil.


"Rey,jangan terburu buru "


"Apa yang buru buru, aku sudah menunggu ini selama enam tahun"


"Tapi bagaiman jika ibu marah" Rey berbalik dan menghadap Nay.


"Sayang tapi sampai kapan aku harus bersabar,bahkan aku serasa ingin meledak melihat seseorang yang mendekatimu"


"Aku hanya takut ibu tak menerima mu" Nayla berkaca kaca.


"Apa kamu tidak percaya padaku?"


"Aku akan melakukan apapun agar ibu mau menerimaku,aku akan terima semua kemarahan ibu, asal kamu selalu di pihakku, dan menemaniku menghadapi semua" Rey mengeratkan tautan tangannya pad Nay.


Nayla mengangguk, senyum Rey tersungging lalu ia mulai menyalakan mobilnya.


Nay menahan tangan Rey saat tiba di depan rumahnya,Nayla dilanda gelisah bagaimana jika sesuatu yang buruk terjadi pada mereka,Nayla tak ingin berpisah lagi,Rey tersenyum untuk meyakinkan Nayla bahwa semuanya akan baik baik saja.


.


.


Rey mengetuk pintu dan dibuka oleh Bima, Bima terkejut sebentar lalu menyeringai "Wuaah sudah berani rupanya"


Nayla menatap tajam Bima, tangannya menggenggam tangan Rey kuat, namun Rey masih terlihat datar.

__ADS_1


Bima mempersilahkan masuk dan memanggil ibu yang ternyata baru saja pulang dari toko kue.


Rey berdiri saat ibu datang dan diikuti Bima di belakangnya, langkah ibu terhenti saat melihat siapa tamu yang dikatakan Bima, lalu ibu melihat Nayla yang duduk menunduk di sisi Rey.


Bima menyimpan air di atas meja sambil berkata "Biar gak gugup" lalu berdiri disisi ibu.


Rey duduk setelah menyalami ibu, ibu duduk di hadapan Rey sambil menatap Rey tajam.


Ibu masih diam masih menunggu apa yang akan Rey katakan.


Rey menarik nafasnya lalu berucap "Saya ingin melamar Nayla"


Ibu masih diam, "Saya tau ibu masih marah pada saya,dan kedatangan saya kemari adalah untuk meminta maaf pada ibu,dan saya akan menjelaskan semuanya yang terjadi di kehidupan saya"


Rey mulai menceritakan semua tanpa ibu sela,ibu mendengarkan dengan tatapan datar.


"Baru beberapa hari ini" jawab Rey.


"Say bertanya pada anak saya!" bentak ibu.


"Bu..maafin Nay" Nayla tercekat sungguh ia tak bisa melihat tatapan kecewa itu. "Nay gak bisa lupain Rey,Nay..." Rey menggenggam tangan Nay yang terasa dingin.


"Kamu kecewakan ibu Nay,kamu lupa apa yang sudah keluarga 'dia' lakukan pada kita, ibu gak mau, kamu terluka lagi"


"Saya pastikan itu tidak akan terjadi lagi" janji Rey.


"Diam kamu! dulu kamu juga berjanji menjaga anak saya,tetap saja kamu dan keluarga kamu menyakitinya, dan kamu fikir saya sudi punya menantu yang sudah membunuh suami saya!"


Rey tercenung dan menundukan sedikit kepalanya,Nayla memejam merasakan rasa sakit yang datang kembali setelah sekian lama ia kubur dalam dalam,Bima hanya mengelus bahu ibu menenangkan amarah ibu yang sedang meledak.

__ADS_1


"Dengar itu Nayla, ibu gak mau" lirih ibu.


Nayla meneteskan air matanya sambil memejam "Masuklah.."


"Bu...Nay mohon"


Ibu menggeleng "Bima bawa kakak mu masuk, dan kamu pergi dari sini jangan temui anak saya lagi"


"Apa yang harus saya lakukan,agar ibu menerima dan mengampuni saya" Rey masih menggenggam tangan Nay seolah menjadikan kekuatan.


"Baiklah, berlutut lah! lalu merangkak memohon"


"Bu!!" untuk pertama kalinya Nayla mengeluarkan suara tinggi untuk ibu.


"Lihat bahkan kamu berani membentak ibu demi dia"


"Maaf bu Nayla gak bermaksud" tatapan Nayla penuh penyesalan.


Rey mulai menekuk kakinya dan berjongkok "Rey jangan lakukan itu" pinta Nay,ia menahan bahu Rey yang akan berlutut, Rey menggeleng "Aku baik baik saja, apapun aku lakukan untuk bersamamu"


"Bu Nay mohon..maafin Rey bu" wajah Nayla sudah di banjiri air mata.


"Kamu gak ngerti Nayla masuk dan jangan pernah temui dia lagi,urusan pekerjaan kalian selesai ibu gak mau tau,Bima... cepat bawa kakak mu!!"


Nayla menggeleng "Bim..."


"Ayo kak" Bima merengkuh Nay dan menuntunnya pergi. "Bima kakak mohon.." Bima tak menghiraukan,ia sudah katakan bahwa semua keputusan ada di ibu.


Nay melihat kearah Rey yang masih berlutut dan menyunggingkan senyum hangat padanya seolah berkata semua akan baik baik saja.

__ADS_1


__ADS_2