
Nayla bangun dari tidurnya lalu mandi, tidak lupa menggosok gigi,habis mandi kutolong ibu membersihkan tempat tidurku... Lah kok nyanyi sihπ€π€
Lanjutπ
Keluar dari kamar mandi Nayla bercermin meneliti sesuatu "Ah mataku.." keluhnya semalaman Nayla tak bisa tidur juga matanya juga terus mengalirkan air mata,ia hanya tidur menjelang subuh,akibatnya matanya merah dan bengkak juga lingkaran hitam yang nampak nyata.
Nayla berjalan kearah dapur mencari sesuatu untuk meredakan bengkaknya, "Kenpa kak?" Bima melihat Nayla dengan wajah yang di tekuk "Kok matanya bengkak"
"Gak ada, cuma di kencingin kecoa"
Byurrr.. Bima menyemburkan air minumnya lalu tertawa "Makanya rajin bersih bersih biar gak ada kecoa haha"
"Berisik.." Nay melempar handuk kecil yang akan digunakannya mengompres mata.
"Masa di kencingin kecoa dua duanya sih Nay" tanya ibu, Ibu melihat mata Nay dan menelitinya "Ini mah kayak abis nangis semalaman"
"Kecoanya banyak kali" celetuk bima "Makanya mata nya bengkak dua duanya"
"Gak kok Bu, ini beneran di kencingin kecoa, aku mau kompres dulu kali aja bengkaknya hilang,masa ke sekolah kayak gini" Nayla berjalan masuk kembali ke dalam kamar, ibu dan Bima tak tau kejadian kemarin, Bima sedang pergi keluar sedangkan Ibu sudah berangkat ke toko kue, Nayla tak bercerita karna tak ingin membuat Ibu sedih juga mengingat Bima yang begitu membenci Rey sejak tau kejadian itu.
Nayla menghela nafasnya, bengkaknya lumayan berkurang dia bergegas mengganti pakaiannya,membubuhkan sedikit makeup yang tak terlalu tebal untuk menutupi mata pandanya, lalu mencari kaca mata hitamnya setidaknya itu bisa menutupinya di perjalanan.
__ADS_1
"Ck.. sok keren, pake kaca mata hitam segala" cibir Bima.
"Kepaksa!!" keluh Nayla.
"Udah, ayo sarapan ibu mau ke toko" Nayla memang sudah tak berteriak teriak pada Bima,namun tetap saja mereka sesekali berdebat meski lebih kearah bercanda.
"Kak mau aku anter, hari ini aku ke kampus dulu" kata Bima arah kampus nya sama dengan sekolah Nay.
"Ya deh,kakak ikut "
Nayla menaiki motor Bima "Nanti Kakak mau ambil motor lagi ah buat kakak,supaya gak repot mesti ngeluarin ongkos terus" Bima melajukan motornya.
"Ya udah ambil aja kak, nanti aku bantuin setorannya,bentar lagi kan gajian"
"Ya gak papa kali kak biar setoran nya cepet selesai"
"Ya deh terimakasih adik ku yang baik" Nayla memeluk Bima.
"Ih jangan peluk peluk kak, nanti dikira kita pacaran lagi, aku makin susah cari pacar"
Nayla tertawa "Masa adik kakak yang ganteng ini masih belum punya pacar sih" Nayla bertopang dagu menaruh tangannya di bahu Bima.
__ADS_1
"Sebenarnya nyari yang cocok tuh susah,lagian aku juga nunggu kak Nay nikah dulu, baru aku bisa tenang trus cari pacar " Bima terkekeh,Nayla diam. "Maaf kak bukan maksudku.."
"Gak papa Bim, kakak baik baik aja kok" lirih Nayla.
"Kakak masih nungguin dia ya?"
"Huh??"
"Si Rey" Bima memelankan laju motornya. "Lupain kak, dia udah nikah , dia mungkin udah lupain kakak ini udah lebih dari 6 tahun,dia gak mungkin kembali"
'Dia sudah kembali Bim' batin Nayla.
"Kakak gak nunggu dia kok Bim, cuma.. belum nemu yang tepat aja"
Mereka tiba di depan sekolah Nayla "Ya udah aku berangkat ya kak" Nayla mengangguk lalu melambaikan tangannya.
Tanpa Nayla sadari sejak tadi ada sebuah mobil yang mengikutinya sejak keluar dari pagar rumahnya,Rey menahan geramannya, rahangnya mengeras melihat pujaan hatinya menaiki motor dengan seorang pria bahkan sepanjang jalan Rey melihat Nayla tertawa,entah apa yang mereka bicarakan, Rey tak tau siapa orang itu wajahnya tertutup helm full face namun Rey kira dia adalah orang yang sama yang berselisihan jalan dengannya ketika ia mendatangi rumah Nayla.
Rey menyandarkan punggungnya lalu menghubungi seseorang "Bram.."
__________
__ADS_1
Nah aku up tiga bab, puas kalian... Jangan lupa like, komen, votenya, hadiah juga boleh..πΉπΉπΉπππ
Terimakasih sudah membaca π