
"Ngapain sih aku kesini?" Naura memberengut, "Lagian si Daniel kenapa sih gak jemput" Nayla membawa Naura ke toko kue sehabis pulang sekolah.
"Naura gak boleh bilang nama aja kalau sama orang yang lebih tua, pakai Om, Uncle atau apa aja,kamu gak sopan tau"
"Biarin, lagian daddy juga manggilnya cuma Daniel"
"Ya itu daddy kamu, mungkin karna dia lebih tua dari om Daniel"
"Ck ah iya iya, jadi ngapain aku kesini"
"Ibu lagi culik kamu" Naura menggeleng.
"Nyulik kok ngajak ke toko kue" Nayla harus akui kecerdasan Naura tentang bersilat lidah, dia pandai bicara dan berdebat.
"Iya,Ibu mau kamu makan dulu abis itu ibu iket kamu trus ibu mau minta tebusan sama orang tua kamu" kesal Nayla, jika dipikir pikir untuk apa ia melakukan ini,kenapa ia harus peduli pada Naura, ah entahlah Nayla meremas rambutnya.
"Ibu kenapa?" tanya Naura yang sedang mengunyah cup cakenya.
"Ibu sakit kepala, cepetan makannya"
"Ibu mau cepet cepet minta tebusan ya sama Daddy" santainya.
"Iya ibu udah gak kuat buat dapet uang banyak"
"Nay?.. "Ibu Nay menghampiri melihat putrinya tengah duduk dengan anak kecil berseragam TK. "Ini anak siapa?"
"Ibu, ini muridku di sekolah" Kata Nayla lemas.
__ADS_1
"Hai gadis cantik siapa nama kamu?" tanya Ibu.
"Naura,aku lagi diculik sama bu Nayla" Nayla melongo, dan ibu juga.
"Nay kamu nyulik anak ini?" teriak ibu, untung toko sedang sepi jika tidak Nay sudah malu.
" Nay jelasin,yang pasti Nay gak nyulik dia" Nay menunjuk Naura yang masih asik memakan cupcake nya.
Ibu dan Nay berbicara agak menjauh dari Naura, Nay mulai menjelaskan apa yang terjadi pada Naura.
"Kamu suka cupcake nya?" tanya ibu, setelah mendengar cerita dari Nayla ibu merasa kasihan pada Naura.
"Huum ini enak.." Kata Naura.
"Panggil nenek aja"
"Enak Nek" Naura tersenyum.
"Mau.." Naura mengangguk.
"Naura mau ikut nenek ke dapur gak,Naura bisa pilih cupcake yang Naura mau trus bisa hias sesuka Naura"
"Mau.." Naura mengangguk antusias lalu menggandeng tangan ibu.
Di dapur Naura benar benar menghias cupcakenya sendiri. Ibu dan Nay memperhatikan dari jauh
" Kok dia nurut sama ibu,sama aku enggak"
__ADS_1
"Ngadepin anak kaya Naura itu harus pake kelembutan bukan dengan bahasa kasar,juga harus sabar"
"Aku udah sabar kok"
"Sabar kamu kurang besar" cibir ibu.
"Ini udah sore tapi dia gak dicariin,atau mereka lagi lapor polisi,gawat loh Nay kamu bisa kena pasal penculikan"
"Gak taulah bu,Nayla gak mikir dulu waktu bawa dia pulang,abis Nay kesel sama orang tuanya, sesibuk itu sampai gak merhatiin anaknya, apalagi ini masalah serius loh, liat tuh bu" Nayla menunjuk kearah Naura.
Naura celingukkan di dapur itu terlihat sepi, karna ibu meminta pada para karyawannya untuk keluar dapur sementara,setelah merasa sekitarnya aman Naura memasukan beberapa kue kedalam tasnya.
"Padahal dia bisa minta kan, daripada nyuri" kata Nay pada ibu.
Mereka masih melihat Naura dari jauh, Naura sedang memasukan sendok berbentuk lucu yang biasa di gunakan para pelanggan memakan kue kedalam tasnya,"Padahal buat apa sendok itu"
"Nah itu maksud Nay, Nay pengen ngasih tau tentang ini sama orang tuanya, eh mereka gak ada yang datang satu pun"
"Tapi Nay itu bukan.. apa tuh namanya orang bilang.. kleptomania, yang suka nyuri meski barang yang di ambil gak berguna?"
"Aku harap enggak deh bu, kalo iya ngeri ,kasian juga Naura nya, Nay rasa dia lebih ke mencari perhatian,apalagi dia di abaikan oleh orang tuanya"
"Ya semoga cuma itu" Ibu mengelus punggung Nay.
"Aku gak tau kenapa aku bisa seperti ini bu, aku ingin acuh dan tak peduli, tapi anehnya hatiku selalu mendorongku untuk mendekati Naura"
________
__ADS_1
Bacanya berasa pendek padahal,ngetik sama nyiptain alur tuh susah π
Terimakasih sudah membaca π jangan lupa likeπ,coment, juga vote hadiah juga bolehπππ