
Rey melihat Cctv dan melihat pergerakan Nayla dan Naura keluar dari ruang kerja lalu keluar dari rumah, Nay membawa nampan buah dan dua gelas susu kearah taman lalu masuk kerindang pohon setelah itu tak ada terlihat lagi.
Rey segera beranjak, "Kumpulkan tukang kebun kita cari disekitaran taman"
"Baik tuan"
Tak lama lima belas orang tukang kebun sudah menghadap Rey dan bertanya apakah mereka melihat Nay dan Naura namun para tukang kebun sedang fokus di taman belakang memanen anggur dan sama sekali tak melihat nonanya beserta gurunya, "Geledah kebun kita cari mereka sampai ketemu,jika kalian tidak melihat di belakang berarti mereka ada di bagian depan" semua orang berpencar kearah taman, taman rumah Rey begitu luas di depan banyak pohon pinus dan sebuah danau kecil buatan di tengah taman pinus, juga ada lapangan golf di sisi sebelah barat, pohon buah,segala jenis buah di belakang rumah.
Rey dan Daniel ikut mencari di taman pohon pinus "Aku memang bingung tuan, mengapa anda membuat hutan di depan rumah" pohon buah atau lapangan golf masih bisa di mengerti namun hutan pinus apa tidak membuatnya takut,Rey bahkan menyediakan lima belas orang pekerja untuk mengurus kebun dan tanamannya,agar tetap terawat dan jauh dari hewan melata,seperti ular.
"Ya,aku bersumpah setelah ini aku akan menebang semua pohon ini" Geram Rey.
Mereka menyusuri pohon pinus setelah lima belas menit mencari terdengar teriakan dari tukang kebun "Tuan mereka disini" Rey dan Daniel berjalan cepat kearah tukang kebun yang berteriak.
Terlihat Nay yang menyandar dipohon dengan Naura yang tidur dipangkuannya, terletak nampan dan dua gelas susu yang sudah habis isinya di sebelah Nayla.
Rey berjongkok lalu menyibak rambut Nay yang menutupi wajahnya.
"Ya Tuhan apa mereka pingsan" kata Daniel.
Nayla mengerjapkan matanya saat merasakan sesuatu mengusik wajahnya, Nayla mengeryit bingung saat melihat dirinya sudah dikerumuni orang orang "Ada apa?" tanyanya bingung.
__ADS_1
"Syukurlah ternyata cuma tidur" kata yang lain.
Rey menghembuskan nafasnya lega, "Kalian tidur disini?" Nayla melihat kearah Naura yang masih berada di pahanya tertidur pulas.
Nayla menggaruk rambutnya "Hehe maaf kami tertidur,tadinya mau makan buah sambil bersantai tapi suasananya sejuk jadi ke enakkan".
"Kamu tau semua orang panik mencari kalian?"
Nayla meringis "Maaf" sambil menetap tak enak pada para pekerja Rey yang sudah ia repoti.
Daniel pun meminta semua orang bubar untuk kembali ke pekerjaan masing masing.
"Pak Rey, bisa tolong angkat Naura" Rey melihat kearah Naura kepalanya berada di paha Nay. "Jangan dibangunkan kasian" pinta Nay.
"Tunggu, biar aku saja" kata Rey,enak saja kalau sampai Daniel mengangkat Naura dan menyentuh paha Nay yang berada di bawah kepala Naura bagaimana.
Rey mengangkat Naura, namun belum juga berdiri Nayla malah meminta Daniel membantunya.
"Pak Daniel bisa tolong aku kaki ku keram* Nayla mengulurkan tangannya kearah Daniel,tak mungkin kan dia minta tolong Rey yang sedang menggendong Naura.
Daniel hendak menyambut tangan Nay "Berani sentuh dia kubunuh kau" desis Rey, Daniel bergidik takut melihat tatapan Rey yang menghunus.
__ADS_1
"Maaf bu guru" Daniel menunduk.
"Ck.. kaki ku keram" kata Nayla. lebih dari dua jam kakinya berselonjor dengan kepala Naura di pahanya
Rey menyerahkan Naura pada Daniel "Bawa dia" Daniel menyahut dan langsung mengambil Naura.
Daniel berjalan lebih dulu kearah rumah,membawa Naura ia takut tuannya marah lagi.
"Ayo" Rey mengulurkan tangannya,dan disambut Nay.
"Ah.. aduh.." Nay merasakan kakinya mati rasa.
"Apa Sakit?"tanya Rey,Nayla mengangguk.
Rey berjongkok lalu menyelipkan tangannya antara paha dan punggung Nayla, Nayla yang terkejut melingkarkan tangannya di leher Rey,seketika jantung Nay berdetak cepat berada sedekat itu dengan Rey membuatnya berdebar,aroma Rey, juga Nay bisa melihat wajah maskulin Rey dari dekat.
Rey tak kalah ketar ketir pria matang berusia 37 tahun ini merasa hatinya berbunga, Rey mencoba menyembunyikan senyumnya, ia masih kesal dengan kejadian kemarin pada Nayla.
Kryuuuuk..
Nay menunduk malu 'aduh kenapa harus berbunyi sih' keluh Nay, sedangkan Rey mengulum senyumnya "Setelah terdampar dihutan kamu merasa lapar" ledek Rey.
__ADS_1
"Ah malunya" lirih Nay sambil menyembunyikan wajahnya di dada Rey. Rey ingin tertawa namun ia tahan ia sungguh gemas melihat Nay.
'Gadisku'