Melody Cinta Nayla

Melody Cinta Nayla
Bab 49- Rasa penasaran


__ADS_3

Nayla merapikan mejanya juga bangku bangku yang sedikit bergeser, semua anak sudah pulang "Kalo ada bikin berisik, begitu pulang langsung sepi" Nayla tersenyum.


Nayla keluar kelas berpapasan dengan Lala "Eh bu Lala?"


"Bu Nayla"


"Bisa gak kalo di luar kelas panggilnya Nay aja, berasa udah tua deh aku" Lala terkekeh.


"Sama saya juga panggil Lala aja ya"


Nayla mengangguk "Aku mau tanya soal Naura, aku rada bingung hari ini di kelas ada dua anak yang kehilangan barang dan salah satu anak nuduh Naura? itu kenapa ya?"


"Itu ya.. emang ada kejadian gitu sih pernah ada guru yang liat Naura ngambil barang temennya trus di tegor lah itu anak, kamu tau besoknya gurunya yang di pecat"


"Kok gitu?"


"Ya gitu namanya juga anak pemilik sekolah" Nayla dan Lala berbincang sambil berjalan kearah gerbang.


"Kalo saya mau ketemu orang tuanya bisa gak ya?"


"Mau apa?"


"Ya ngomongin soal Naura,dia juga kayaknya kurang bersosialisasi deh"


"Jangan deh Nay nanti kalo kamu ngomong macem macem kamu di pecat lagi,aku aja sampe sekarang gak tau siapa orang tuannya paling kalo ada pertemuan atau panggilan wali murid yang dateng cuma asisten atau sekertaris nya"


Nayla mengeryit "Masa? ada ya orang tua kayak gitu, maksudnya kita sebagai orang tua kan juga harus dampingi anak kita supaya bisa tau perkembangannya"


"Sibuk kali Nay" ,mereka tiba di parkiran.


Nayla melihat Naura yang masih duduk di kursi tunggu dekat pos satpam "Nay mau bareng gak " Lala mengeluarkan motornya.


"Gak usah aku udah pesen ojol"


"Ya udah aku duluan ya"


"Ya hati hati" Setelah motor Lala pergi Nayla menghampiri Naura yang duduk menampilkan wajah datarnya "Hai belum pulang?" Nayla duduk di sisi Naura. "Nunggu jemputan ya?" Naura hanya mengangguk. "Ibu boleh ikut duduk gak?"


"Kok nanya kan tempat umum" ketus Naura,,Ah haruskah Nayla menjulukinya Bocah angkuh.

__ADS_1


"Aduh kok lama ya ojek pesenan Ibu" Nay melirik Naura dengan ujung matanya.


"Kemana ya?" Nayla celingukkan.


"Ibu berisik banget sih dari tadi ngomong terus"


HUH?? Nayla melongo..bocah ini.


Setelah menunggu selama lebih dari lima belas menit muncul lah mobil hitam berhenti di depan mereka "Maaf nona saya telat" seorang lelaki bule berpakaian resmi jas dan dasi yang melekat membukakan pintu.


Nayla memperhatikannya dari atas sampai bawah pria tampan di tambah kaca mata hitam yang dikenakannya,membuatnya semakin tampan, Nayla menggeleng bukan saatnya mengagumi ketampanan orang, Nayla berdiri untuk menyapa.


"Halo saya guru Naura yang baru,apa Anda ayahnya?" pertanyaan bodoh memang, jelas jelas Nayla mendengar bahwa pria tersebut memanggil Naura dengan kata nona.


"Oh bukan saya hanya asisten dari Ayah nona Naura" sapa pria itu sambil tersenyum.


Wah senyumnya manis, Nayla menggeleng lagi "Oh kenalkan saya Nayla" Nayla mengulurkan tangannya.


Pria tersebut menyambut uluran tangan Nayla "Saya Daniel, oh ya jika ada sesuatu yang terjadi dengan nona Naura tolong hubungi saya" Daniel menyodorkan kartu namanya.


"Oh baik..."


"Baik jika begitu saya permisi dulu Bu Nayla" Daniel menunduk dan di balas anggukan oleh Nayla.


Daniel membuka pintu mobil, Daniel terlihat berpikir lalu melihat kearah Nayla "Apa saya pernah bertemu anda?" Daniel sepertinya pernah melihat Nayla tapi ia lupa dimana.


"Huh?? ah sepertinya hari ini pertama kali kita bertemu" kata Nayla.


Daniel mengangguk lalu masuk kedalam mobil dan melajukan mobilnya.


Nayla pun memesan ojolnya sebenarnya tadi dia belum memesan karna penasaran dengan Naura, ternyata benar kata Lala, saat semua anak di jemput orang tuannya, Naura hanya di jemput asisten Ayahnya.


Entah kenapa ketika melihat Naura, Nayla merasa penasaran dengan anak itu seperti ada sesuatu yang menariknya untuk tau lebih jauh tentang anak itu.


Nayla tiba di toko kue langsung masuk dan menyapa para pegawai,lalu pergi kelantai dua tempat ibunya berada. "Ibu" Nayla melongok.


"Eh anak ibu sudah selesai sekolahnya"


"Aku guru nya loh bu, bukan muridnya" Nayla mencebik.

__ADS_1


"Iya kan sama, sama sama ke sekolah toh"


"Iya " Nayla duduk di sofa "Cape juga ngurusin anak orang kaya"


"Maksudnya?"


"Disekolah itu semuanya anak orang kaya bu, salah salah kita langsung di pecat, makanya mesti teliti, ibaratnya ada anak yang gores dikit aja kita langsung aut"


"Ya sama aja Nay semua orang tua ya kayak gitu, ibu juga sebagai seorang ibu kalo anak ibu gores ya marah lah"


"Ya sih pasti tapi gak bisa maen depak orang gitu aja"


"Jadi?"


"Jadi apa?"


"Mau nyerah?"


"Ya gak lah enak aja, Nay pulang dulu ya bu gerah mau mandi"


"Nay?"


"Ya"


"Tadi ibu ketemu sama Bu Suri tetangga kita yang dulu"


"Trus?"


Ibu menghela nafasnya "Dia tanya kamu sudah nikah atau belum, ya ibu bilang belum, trus dia bilang minggu depan keponakannya yang kerja diluar negeri mau pulang, kamu mau gak ketemu sama keponakannya bu Suri"


"Bu.."


"Ibu gak minta kamu langsung menikah Nay cuma kenalan aja" mohon ibu


Nay menghela nafasnya "Liat nanti ya bu, Nay gak janji" Ibu mengangguk "Nay pulang dulu"


Ibu melihat Nayla yang berlalu, "Ibu ingin kamu ada yang menjaga Nay, rasanya ibu gak tenang sebelum kamu menikah dan menemukan cinta kamu" Lirih ibu.


Terimakasih sudah membaca πŸ™ jangan lupa likeπŸ‘,coment, juga vote hadiah juga boleh😁😁😁

__ADS_1


__ADS_2