
"Bu Nay,bangun!!" Naura menggoyang tubuh Nay sambil terus berjingkrak di atas kasur, semalam dia tidur berdua dengan Nayla.
"Ayo cepet katanya kita mau joging" Nayla menggeliat.
"Iya bentar lima menit lagi ya," Nayla menaikan selimutnya, ini hari minggu biasanya ia akan tidur lebih lama namun gara gara semalam Naura susah tidur, Nayla berjanji akan mengajaknya joging jika dia cepat tidur dan bangun pagi.
"Gak mau harus sekarang... ayoo..." Naura merengek.
Sejak kemarin keduanya sudah punya kesepakatan untuk berdamai,Naura begitu sumeringah begitu tiba di rumah Nayla, dia tak kesepian karna da Nenek, Bu guru Nayla juga ada Om Bima yang Naura panggil om ganteng.
"Iya.. iya ini Ibu bangun ck bawel banget sih, rupanya bocah ini kalo udah akrab bisa menjajah, ah hari mingguku.." Nay menggerutu sambil berjalan kearah kamar mandi.
Naura bergegas kearah dapur sudah ada Ibu yang membuat sarapan juga Bima.
"Gimana Ibu gurunya sudah di bagunin" tanya Bima.
"Sudah dong om ganteng" kata Naura sambil tersipu.
Bima mencubit pipinya gemas, bocah lima tahun ini bertingkah manis di depannya sejak bertemu.
"Nenek buat sarapan apa?" tanya Naura yang naik keatas kursi untuk menyeimbangkan tingginya dengan meja.
"Nenek lagi bikin telur dadar"
"Oh,bukannya itu omelette ya nek?"
"Iya itu bahasa kerennya nama lainnya juga telor dadar" kata Bima sambil terkekeh.
__ADS_1
"Ayo, Ibu udah siap" ajak Nay.
"Cie ibu yang belum jadi ibu" cibir Bima.
Nayla sudah berpikir akan mengganti panggilannya menjadi tante jika sedang tidak di sekolah,tapi Nay pikir lagi bagaimana jika Naura jadi ngelunjak dan tetap memanggil Nay tante jika sedang di sekolah,maka itu ia tetap ingin di panggil ibu.
"Berisik ayo jadi gak jogingnya kalo enggak,ibu tidur lagi"
"Iya Naura mau, ayo.. Ayo om ganteng" Naura menarik tangan Bima untuk ikut mereka joging.
"Iya iya om ganti baju dulu"
Kini mereka bertiga sudah ada di taman sudah lebih dari lima belas menit mereka keliling taman, Nayla menyerah dia lelah dan memutuskan untuk duduk di kursi taman.
"Kak,aku pulang duluan ya, aku di telpon temen ada janji soalnya" Bima berjalan kearah Nayla yang masih ngos ngosan.
"Om ganteng mau kemana?" tanya Naura.
"Om pergi duluan,om di tungguin temen ada janji soalnya, kamu lari lagi sana!!" Bima mengacak rambut Naura lalu pergi.
"Ibu dah gak kuat kamu lari sendiri aja"
"Ah ibu payah" Naura duduk di sebelah Nayla lalu meminum airnya. "Bu beliin lagi baju masa aku pake ini terus sih"
"Ah iya kita kemarin cuma beli satu, ya udah sekarang kita cari pedagang baju sekitar sini" Nayla mengajak Naura bangkit.
Nayla membawanya ke pedagang kaki lima dipinggir jalan "Ibu ngapain sih kesini kenapa gak ke mol aja,ih bajunya jorok"
__ADS_1
"Hus,gak boleh gitu, lagian uang ibu kalo pergi ke mall gak akan cukup, ini juga ibu yang nyulik kok ibu yang tekor sih"
"Nah ini bagus nih"
"Gak mau ih,aku mau beli yang bagus"
"Ya udah lah kalo gak mau gak usah ganti baju, atau enggak ibu pulangin kamu aja kerumah kamu" ancam Nayla.
Naura memberengut "Iya deh iya ambil itu aja,tapi jangan pulangin aku ya bu" Nayla mesem, sejak kemarin tiba di rumah Nayla Naura bilang tidak mau pulang,soalnya di rumahnya sepi tidak ramai seperti di rumah Nay.
Nayla sudah membeli dua potong baju,kali aja orang tua Naura tidak menjemput hari ini keterlaluan mereka bahkan gak sadar anak nya gak ada semalaman, Nayla melihat Naura yang sedang asik memakan eskrimnya sambil berjalan satu tangannya menggandeng Nayla,Nayla tersenyum saat melihat bocah itu tersenyum senang apa dia sebahagia itu hanya diajak joging lalu berjalan kaki menelusuri trotoar.
Apa Naura tak pernah melakukan ini semua, pikir Nay.
Nayla dan Naura baru saja tiba dan melihat di depan rumah ada mobil mewah yang terparkir, "Siapa..?"
"DADDYYY" Teriakan Naura mengalihkan pandangan pria yang sedang berdiri gagah di depan pintu rumah Nayla, pria itu berbalik dan menampakan wajah tampannya.
Naura berlari kearah pria yang di sebutnya Daddy itu, sedang Nayla memaku di tempatnya,melihat kearah pria yang juga memandangnya dengan tatapan,,, 'Rey' batin Nayla.
Otak Nayla sedang berpikir apakah yang ia lihat benar,dan Naura memanggilnya Daddy, lutut Nayla bergetar hampir saja ia menjatuhkan dirinya jika tidak berpegangan pada mobil yang terparkir.
_____________
Akhirnya mereka bertemu😭😭 mengaharukan gak sih? tapi kalau pun enggak untuk membuat aku senang mari pura pura terharu😁😁, terimakasih🙏 sudah pura pura terharu🥺🥺🥺
Terimakasih sudah membaca 🙏 jangan lupa like👍,coment, juga vote hadiah juga boleh😁😁😁
__ADS_1