
Nayla melihat anak anak yang sudah masuk ke kelasnya tak banyak hanya delapan anak yang ada, benar benar anak orang kaya mereka tidak terlalu banyak karna di bagi bagi agar guru bisa lebih fokus pada setiap anak, Ah kalo ini sih kecil pikir Nay cuma sepuluh anak.
"Selamat pagi anak anak" sapa Nayla.
Namun anak anak itu masih saling mengobrol dengan teman temannya, Nayla mengehela nafasnya sabar.
Ehmm..
TOK..
TOK..
TOK..
Nayla mengetuk meja di depannya, lalu perhatian bocah bocah itu mengarah padanya. "Hello everyone?"
"Ah cantik cantik dan ganteng ganteng nya anak Ibu, Kenalkan saya guru baru kalian nama saya Nayla panggil Ibu,ibu Nay ya, jadi siapa yang mau kenalan sama Ibu?" Diam semua anak masih diam, dengan pandangan yang berbeda beda.
"Ah gak papa kalo gitu biar Ibu yang tanya nama kalian satu satu okey?" Nayla mengehela nafasnya lagi..
"Ibu buang waktu kan bisa liat name tag kita" saut salah satu anak, ah bocah ini, sebentar Nay ingat dia, tadi Lala memperingatinya tentang anak ini.
"Oh okey..kalo gitu, ehmm nama kamu Naura,, betul?"
"Itu ibu bisa baca" kata bocah bernama Naura dengan datar.
Nayla melongo, astaga bocah ini Nayla menelan dalam dalam umpatannya,masa dia harus kehilangan pekerjaannya dalam sehari gara gara bocah satu ini.
"Oke kita mulai pelajarannya ya, siapa yang suka menggambar" Semua anak menunjuk tangan kecuali.. Naura.
__ADS_1
"Kalo gitu kita akan menggambar seseorang yang paling kita sayang, bisa ayah,ibu,kakak atau adik kalian. atau kalian juga bisa menggambar sesuatu yang kalian suka" Semua anak menurut dan memulai dengan gambarnya.
Nayla memperhatiakan Naura yang hanya diam lalu menghampiri.
Nayla melihat raut Naura yang sepertinya pernah ia lihat tapi dimana,apa dia anak teman Nayla rasanya Nayla pernah melihat wajah itu tapi dimana, ah tidak Naura terlihat seperti???, bocah itu cantik namun rautnya tertutup oleh raut angkuhnya. "Naura tidak ikut menggambar" Naura mendelik lalu mengeluarkan buku gambarnya.
"Gambar yang bagus ya" Nayla mengusap rambut Naura,namun di tepis oleh Naura dengan kasar.
"Gak usah pegang pegang" ketusnya.
Astaga, Nayla mengelus dadanya.
Seorang anak menangis,Nayla pun menghampiri "kenapa sayang?" Nayla melihat nametag anak itu 'Jeny'.
"Pensil warna ku hilang" Kata Jeny sambil menangis.
"Jeny sudah periksa dalam tas?" Jeny mengangguk,namun Jeny melihat ke arah Naura seperti takut. "Atau mungkin jatuh disuatu tempat?"
Semua anak sudah mengumpulkan hasil karya gambarnya termasuk Naura,gambar dengan karya khas anak anak, namun Nayla tak melihat gambar di atas buku gambar Naura.
"Naura kenapa gak ada gambarnya sayang?" tanya Nayla lembut.
"Karna Naura gak mau" katanya.
Astaga..
Berapa kali Naura menghela nafasnya hari ini,Ibu benar Nayla harusnya berlatih kesabaran dulu kemarin. "Ya sudah kalo gitu Naura gak dapet nilai gak papa?" Naura hanya menegakkan dagunya acuh.
Saat Nayla sedang memeriksa gambar anak anak muridnya tiba tiba ada suara gaduh dari anak anak, ternyata salah satu dari mereka sedang berkelahi.
__ADS_1
Nayla bergegas memisahkan "Hey ada apa ini?" Nayla berhasil meleray. "Doni.? ada apa sayang?" Nayla bertanya pada anak laki laki bernama Doni.
Lalu melihat anak yang tadi berkelahi dengan Doni, Naura.. lagi?
Lala benar gadis cilik ini biang masalah "Naura? kenapa berantem? kalian gak boleh berantem kalian kan teman"
"Naura bukan teman Doni" kata Doni menatap Naura tajam.
"Naura juga gak mau temenan Doni" balas Naura.
"Bisa jelaskan sama ibu ini ada apa sebenernya?"
"Dia ngambil botol airku" tunjuk Doni.
"Bener itu Naura?"
"Gak!!" teriak Naura.
"Gini aja biar ibu yang cari botol air Doni gimana?" Doni mengangguk. "Naura bisa liat tas kamu?" Nayla mengambil tas Naura dan memeriksanya, dan tidak ada. "Gak ada kok, berarti bukan Naura yang ambil, gini aja deh Doni inget gak terakhir nyimpennya dimana" Doni menggelang dia lupa.
"Doni kalau kita gak punya bukti kita gak boleh nuduh sembarangan apa lagi langsung berantem kayak gitu" Doni menunduk "Ayok sekarang Doni minta maaf"
"Maaf" lirih Doni.
"Naura juga!" Kata Nay.
"Kok aku sih,aku gak salah" sangkal Naura.
"Tapi Naura udah jambak rambut Doni"
__ADS_1
"Gak, gak mau" Naura pergi meninggalkan kelas.Nayla melihat punggung Naura yang berlari keluar, Nayla benar benar harus sabar,Ah ia jadi teringat ibunya.
Ibuuuu!!! tolong Nay.. jerit Nay dalam hati.