Melody Cinta Nayla

Melody Cinta Nayla
Bab 43- Permintaan maaf


__ADS_3

Hari ini adalah hari libur Nayla bekerja pagi pagi Nayla membantu Ibu berbelanja karna ada pesanan kue dari salah satu tetangga yang akan mengadakan hajatan pernikahan.


"Udah kan bu?"


"Udah deh kayaknya Nay, kita pulang yuk nanti keburu siang panas" Ibu mengelap keringat di dahinya.


"Ayo Bu" Nayla menaikan barang barang belanjaan dan menyalakan motornya.


"Bu Nayla mau kuliah"


"Emang uangnya udah ada Nay"


"Belum seberapa sih Bu, tapi kan bisa sambil jalan aku cari kerjaan yang bisa sambil kuliah"


"Ibu terserah kamu aja Nay, maafin Ibu ya gak bisa biayain kamu kuliah"


"Gak apa Bu, Nayla ngerti kok"


Dibelakang Nayla ibu mengusap bahu Nayla yang tengah membawa motornya menuju rumah mereka untuk pulang,Ibu tersenyum haru, Ibu tau Nayla masih bersedih tapi dihadapan Ibu dan Bima Nayla selalu bersikap biasa saja.


"Siapa tuh bu?"Ibu dan Nayla tiba di depan rumah mereka mendapati rumah mereka terbuka.


"Tamu kayaknya Nay" Ibu bergegas turun dan melihat Bima yang keluar dari dalam, rautnya terlihat jengah. "Kenapa Bim?"


"Noh ada tamu, males deh nyesel nyuruh masuk"


"Kenapa sih adek ku pagi pagi dah marah marah aja, nih bawain" Nayla menyerahkan barang belanjaannya ke Bima.

__ADS_1


Ibu menghentikan langkahnya ketika melihat orang yang tengah duduk di kursi tamu "Mau apa lagi kalian kemari"


Sam dan Ratih yang sejak lima belas menit lalu menunggu kedatangan Ibu Nayla pun berdiri dari duduk mereka "Ibu Santi bisa bicara sebentar" Sam berbicara dengan raut tenang.


"Apa lagi yang mau kalian bicarakan, belum puas kalian menyakiti kami, menyakiti anak saya"


Nayla yang masih membereskan barang belanjaannya tersentak mendengar nada bicara Ibu yang tinggi "Siapa sih Bim?"


"Orang tuanya si Rey" kata Bima enteng.


"Kamu tuh kenapa gak bilang dari tadi" Nay melempar kantong belanjaan terakhir kepada Bima.


Nayla bergegas masuk kedalam rumah mendapati kedua orang tua Rey dan Ibu yang sedang menahan amarahnya "Bu..." Nayla mengusap tangan ibu "Tenang Bu"


"Permisi tuan,nyonya ada apa anda kemari?" Nayla melihat kearah Sam dan Ratih.


"Sudah terlambat" kata Ibu.


"Bu"


"Sudahlah Nay kita gak perlu berurusan sama mereka lagi, mohon tuan dan nyonya segera pergi dari gubuk kami ini" Santi tidak tahan apalagi mengingat cara mereka menyodorkan uang untuk konpensasi atas kematian Ayah Nayla juga perkataan Sam yang menyakitkan.


Flashback..


"Terima uang ini, sebagai imbalan menjadikan suami mu sebagai tersangka"


"Maksud anda apa, yang bersalah adalah anak kalian" saat itu Ibu berada di ruang rawat Nayla yang juga terluka cukup parah akibat kecelakaan yang di akibatkan Rey.

__ADS_1


"Anak kami masih muda, sedangkan Suami anda sudah tiada, jadi tidak akan berpengaruh sama sekali" kata Ratih.


"Jadi maksud kalian kematian suamiku tidak berarti bagi kami,lihat itu anak anak ku masih kecil dan membutuhkan Ayahnya"


"Karna itu terima saja uang ini dan besarkan anak mu dengan uang ini, ini bahkan cukup untuk pendidikan anak mu hingga kuliah dan menjalani hidup dengan baik" Sam mengulurkan satu koper penuh dengan uang.


"Aku tidak mau,kembalikan suamiku" teriak Ibu Santi.


"Kau gila orang yang sudah mati tidak akan bisa hidup lagi" Sam menghela nafasnya "Ayo Ratih" Sam dan Ratih pergi begitu saja dari ruang rawat Nayla.


Ibu mengejar dengan membanting koper berisi uang itu dihadapan Sam dan Ratih "Hingga mati pun aku tidak rela suamiku menjadi tersangka"


Sam terkekeh "Aku sudah memberi tawaran untuk mu,tapi kau menyianyiakan nya, kau sepertinya belum mengerti kekuatan uang nyonya,baiklah jika itu yang kau mau"


Setelah itu polisi datang dan mengatakan kasus ditutup karna suaminya sebagai tersangka adalah Ayah Nayla yang meninggal dunia,dan satu satunya korban meninggal dari kecelakaan beruntun tersebut.


Flashback off..


"Hingga saat ini aku masih mengingat bagaimana kalian melempar uang di hadapan ku menjadikan suami ku kambing hitam, dan melarikan anak kalian dari tanggung jawab"


"Maka dari itu kami datang kemari untuk meminta maaf" kata Ratih memelas.


Santi terkekeh "Baiklah,jika kalian ingin kami memaafkan kalian,kembalikan nama baik suamiku,dan biarkan Rey menjadi tersangka"


Nayla tak bisa bicara apapun, sekalipun Nay mencintai Rey, namun dirinya juga memcintai Ayahnya,Ibu dan juga Bima selama ini mereka hidup tanpa sosok Ayah dan itu juga menyakitkan untuk dirinya, juga Bima.


Sam menghela nafasnya "Ya karna sekarang pun Rey sudah berada di kantor polisi untuk menyerahkan dirinya" Nay tertegun mendengar ucapan Sam.

__ADS_1


"Maka dari itu Nyonya Santi, tolong maafkan kesalahan kami dan juga Rey"


__ADS_2