
"Naura..? kamu mencuri.?" Sudah dua kali Nayla bertanya namun Naura tak melihatnya malah mengalihkan pandangannya ke tempat lain.
"Naura lihat ibu..!" Naura meraih wajah Naura agar melihat kearahnya. "Kamu yang mengambil ini kan dari teman teman kamu..? Naura ini gak boleh, ini artinya kamu mencuri"
Naura menepis tangan Nayla "Naura tau, trus ibu mau apa" tantang Naura.
Nayla mendesah ada yang gak beres sama anak ini, tak ada rasa penyesalan dalam diri anak ini bahkan setelah terbukti dia bersalah.
"Baiklah,,, Ibu mau menghubungi orang tua kamu dan membicarakan ini"
"Terserah ibu" ketus Naura.
Nayla mencari kartu nama asisten Daniel yang kemarin di dalam tasnya.
Nayla segera menghubunginya tersambung namun tak kunjung di angkat.
Satu kali..
Dua kali..
Tiga.. Nayla menyerah, "Gak di angkat ya bu" Naura mencibir "Ya iya lah sibuk".
Nayla tertegun melihat raut Naura sekarang gadis itu terlihat sedih, apa itu masalahnya apa anak ini kurang perhatian dari orang tuanya.
"Nanti ibu hubungi lagi" Nayla memasukan ponselnya kedalam tasnya, "kamu kuat buat jalan kita kekelas sebentar lagi jam masuk" Nayla menurunkan Naura dari ranjang "Sakit gak?"
"Gak" Naura berjalan meski agak tertatih.
Di jam istirahat Nayla menghubungi kembali asisten orang tua dari Nayla,
__ADS_1
"Hallo"
"Hallo, dengan Pak Daniel?'
"Ya saya sendiri"
"Saya wali kelas Naura, yang kemarin"
"Oh ya bagaimana bu"
"Ada sesuatu yang ingin saya sampaikan tentang Naura, bisakah saya bertemu dengan salah satu wali Naura?"
"Baik akan saya sampaikan"
Daneil baru saja keluar dari ruang rapat yang di hadirinya dengan Rey, baru saja duduk di kursinya ponselnya yang bergetar sejak di ruang rapat, kembali bergetar.
Setelah menerima panggilan Daniel melangkah kan kakinya ke ruangan Rey, Daniel masuk setelah mengetuk pintu.
"Tuan wali kelas nona Naura ingin bertemu, untuk membicarakan tentang nona Naura"
Rey melepas kaca mata bacanya dan menatap tajam Daniel "Aku sudah katakan bukan jika kamu tak bisa datang kesana, minta Monic yang datang" Monic adalah salah satu sekertaris Rey.
"Tapi tuan dia hanya ingin bertemu dengan walinya"
"Katakan saja kau walinya, pergilah kau membuang waktuku, anak itu selalu merepotkan" Dengus Rey,lalu melanjutkan pekerjaannya.
Daniel menghela nafasnya, sebenarnya dia sudah tau jawaban yang akan di berikan Rey namun tak ada salahnya kan berusaha, namun jawabannya tetap sama jika tidak Daniel, pasti Monic yang menghadiri panggilan dari sekolah, bahkan Rey membeli sekolah tersebut agar ia tak di repotkan dengan urusan seperti itu.
Daniel sendiri bingung kenapa Rey begitu tidak memperdulikan Naura, bahkan terlihat membencinya, ah apa dia termasuk ayah yang membenci anak kandungnya sendiri, tapi jika Rey membencinya seharusnya Rey tak perlu repot memberi yang terbaik untuk Naura, mulai dari pakaian, makanan, bahkan sekolah pun yang terbaik, mainan yang di minta pun selalu terpenuhi.
__ADS_1
Hanya satu yang tak pernah Rey lakukan menatap Naura dan memberi perhatian.
Daniel memarkirkan mobilnya di parkiran sekolah Naura, dan bergegas untuk memasuki ruang guru untuk menemui wali kelas Naura.
"Selamat siang bu Nayla" sapa Daniel.
Nayla mengerutkan dahinya bukankah dia meminta bertemu dengan orang tua Naura, tapi asistennya lagi..
"Saya kemari mewakili wali dari Naura" Daniel duduk di hadapan Nayla dan hanya terpisah oleh meja.
"Saya ingin berbicara dengan Walinya langsung" tegas Nayla.
"Begini, ayahnya sangat sibuk dan ibunya..."
Daniel belum selesai bicara Nayla menyela dengan geram "Sesibuk apapun harusnya bisa meluangkan waktu untuk anaknya" Nayla menghela nafasnya "Keadaan Naura bisa di bilang tidak seperti anak pada umumnya,jika tidak segera di tangani akan berakibat fatal"
"Anda bisa bicara pada saya, saya akan sampaikan pada ayahnya"
"Sudah saya katakan saya hanya akan bicara langsung pada beliau, jadi silahkan sampaikan langsung pada beliau, hari ini tidak usah menjemput Naura dia aman bersama saya" Nayla mengambil kertas dan menuliskan sesuatu "jika ayahnya atau ibunya benar benar menyayagi Naura jemput dia ke alamat ini"
"Silahkan" Nayla menunjuk pintu keluar.
Daniel pun tanpa banyak bicara keluar dari ruangan Nayla, sebenarnya dia bisa saja mengancam Nayla namun ia harus mencoba mungkin Rey akan menuruti dan datang,
Semoga...
____________
Hayo loh.. apakah Rey akan segera bertemu Nayla, atau aku pending lagi aja ya?π€
__ADS_1
Terimakasih sudah membaca π jangan lupa likeπ,coment, juga vote hadiah juga bolehπππ