Melody Cinta Nayla

Melody Cinta Nayla
Bab 79- Menemui Meylani


__ADS_3

Rey mendaratkan bokongnya dikursi setelah perjalanan dari Indonesia ke Malaysia, hari ini ia benar benar sibuk dan tidak sempat memegang ponsel hanya Daniel yang mengabarkan sesuatu yang terjadi seharian ini dirumahnya.


"Daniel aku akan mengunjungi adikku besok, sebelum pulang, pastikan ini selesai malam ini juga"


"Baik pak" Rey merindukan Nayla,namun Rey ingin pekerjaannya cepat selesai agar bisa fokus pada hubungannya dengan Nay dan meminta restu dari ibu Nay.


Rey tak ingin melihat ponsel jika ia melihat nya maka ia tidak akan tahan dan segera menghubungi Nay dan mungkin akan berlangsung lama.


Rey memulai pekerjaannya, rapat yang di hadirinya berjalan alot hingga beberapa kali ia mengurut dahinya.. pening..


.


.


Esok harinya ia bertandang ke mansion adiknya yang kini sudah menikah dan memutuskan ikut sang suami tinggal di Malaysia.


"Apa kabar kakak ipar?" Jefry menyambut di depan pintu.


"Aku baik,bagaimana kalian?"


"Kami baik, mari Meylani sedang menyiapkan makanan" Jefry mempersilahkan Rey masuk.


"Kakak, aku rindu.." Meylani memeluk Rey.


"Hmm.. bagaimana kabarmu?"


"Baik" Meylani mengusap perutnya, adiknya sedang mengandung, sudah hampir enam bulan mereka tidak bertemu, meski kadang mereka saling mengabari lewat pesan dan telpon. "Kakak tau Ibu juga baru kemarin tiba, dia tau kakak akan datang temui lah"


Rey hanya bergumam, Meylani tau kakaknya hingga sekarang masih marah pada Ibu yang menjodohkannya dengan Sonia dulu.


Bahkan saat ibu mengunjungi Rey, tak jarang Rey hanya berbicara seadanya.

__ADS_1


"Rey?" Ibunya menghampiri "Apa kabar?"


"Lebih baik setidaknya sekarang" jawab Rey datar. "Bagaimana dengan ibu?"


"Baik, kamu sendiri mana Naura?"


"Ibu Kak Rey kesini untuk bekerja bukan untuk berlibur" Meylani menyela, Mey mengerti Rey paling tidak suka ditanya soal Naura.


Ibu mengangguk faham.Rey masih terlihat datar Ibu sungguh merindukan senyuman putranya yang sudah hilang sejak enam tahun lalu, terlebih padanya Rey tak pernah menunjukan raut bahagianya karna memang Rey tak bahagia.


Tak lama seorang perempuan mengahampiri dengan senyuman "Hai ada tamu?" tanyanya.


"Oh ya Rey kenalkan ini Amanda,dia sepupu Jefry" Ibu memperkenalkan.


Amanda mengulurkan tangannya "Hai aku Amanda" Rey hanya menatap dengan mengangkat sebelah alisnya tanpa menyambut uluran tangan Amanda.


Dari rautnya saja Rey tau Amanda sedang tersenyum menggoda dan itu membuatnya muak.


Rey menatap ibu tajam "Apa pun yang ibu rencanakan buang itu dalam fikiran ibu sekarang juga,karna mulai kini aku akan menutup mata dengan apa yang ibu katakan" kata Rey penuh penekanan.


"Cepat sekali, kakak bahkan belum makan"


"Maaf kakak sangat sibuk, Jef jaga adik ku!" katanya pada Jefry.


"Tentu.." Jefry merangkul bahu Meylani seolah menunjukkan bahwa ia akan menjaga istrinya.


"Tuan Rey bisakah aku menumpang aku juga akan ke bandara sekarang" Amanda masih belum menyerah.


"Amanda" Jefry menegur namun Amanda tak hiraukan.


Meylani mendesah ia tak suka pada sikap Amanda, Amanda yang agrisif membuat Jefry malu pada Rey.

__ADS_1


"Bagaimana tuan Rey" Amanda masih senyum menggoda.


"Dengar Nona entah apa yang di bicarakan ibuku padamu, tapi jangan pernah bermimpi itu akan terjadi, dan tentang tumpangan maaf aku bukan supir taksi yang bisa mengantar kemana tujuanmu"


"Rey!!" Ibu menegur "Tujuan kalian sama tidak masalah jika.." Rey mengangkat tangannya dan Ibunya langsung bungkam.


"Jangan pernah ikut campur lagi dalam kehidupanku, cukup sekali kau menghancurkan hidupku" Ibu tertegun Rey bahkan tak memanggilnya 'Ibu'


Rey pergi dari rumah Meylani dan Jefry tanpa menoleh lagi.


"Ibu hanya membuat keadaan semakin buruk"


"Ibu hanya berusaha, ibu hanya tak mau Rey menjalani hidupnya tanpa seorang istri"


"Dan menciptakan Naura yang lain?" ya Ibu tau bagaimana perlakuan Rey pada Naura.


"Dan kau Amanda maaf kamu tidak di terima jadi kakak iparku"


"Aku bahkan belum berusaha" desis Amanda.


Meylani terkekeh "Saranku jangan karna aku tak tau apa yang akan di lakukan kakak ku padamu jika kau mengusik hidupnya"


Meylani pergi dan disusul Jefry ia harus menenangkan amarah istrinya.


"Maaf Amanda" kata ibu, tadinya ia berharap setelah mengenalkan Amanda Rey akan membuka hatinya.


"Tidak apa bu aku akan berusaha"


"Tidak Amanda jangan lakukan itu,karna ibu tak bisa menjamin keselamatan mu" Ibu menyerah lalu pergi kini tersisa Amanda yang masih memandang pintu.


"Tidak semudah itu, aku mulai tertarik padanya" senyum Amanda terbit.

__ADS_1


_____________


Hadeuh boleh lah satu badai sebelum tamat๐Ÿ˜๐Ÿ˜


__ADS_2