
Di kediaman Aisyah...
Aisyah menatap langit malam yang diselimuti mendung.Angin malam menyapu wajahnya yang terlihat pucat.Bintang dan bulan pun enggan menampakkan diri.Pikirannya menerawang entah kemana.Tatapannya kosong, wajahnya sendu.
"Seharian ini hatiku gelisah, dadaku sesak,dan air mataku mengalir saat aku teringat padamu.Kenapa hari ini hatiku terasa sakit saat teringat padamu,sakit sekali."Aisyah
Aisyah beranjak dari tempat duduknya, menutup jendela yang membuatnya bisa memandang langit diluar sana.kemudian mengambil pena dan selembar kertas, mulai menorehkan tinta di lembar putih itu
βπππ₯π πππ βππππ¦
βπππ₯π....
ππππππ₯π¦π π£ππ€π π₯πππ‘π πππ π¨π¦ππ¦πππͺπ,
πΉππππ π¦πππ£π,πππ¦ π₯ππ πππ€π π₯πππ‘πππͺπ.
πΉππ€π πππππ¦ππ₯ππ¦ π€ππππ,
βπππ¦π π₯ππ£ππππππ πππππππ.
πππππ¦ππ₯ππ¦ ππππππππ€,
πππ ππ¦ππ π₯ππ£π₯ππ¨π.
πΈππππππ πππ£πππππ£ πππππππ?!
βππππ¦ .....
πππ₯ππππ πππ₯π πππππ€π πππππ¦
πππ£ππ€π πππ£ππ₯ πππ πππππππππππ¦
πΎππππ€ππ πππ₯π π₯πππ‘π πππ£πππ¦
ππππ¦π‘ππππππ¦,πππ¦ π₯ππ ππππ‘π¦
π'ππππ¦ π₯ππ£πππͺπππ π€ππ₯πππ‘ π¨πππ₯π¦
ππππͺππ€ππππ π€ππ€ππ πππππ ππππππ¦
πππππ πππ₯ππππ,πππππ ππππͺπππ€πππ¦
πππ¦π π‘π¦π π₯ππ πππ€π ππππ¦π‘ππππππ¦
βππππ¨ππ£ π€ππππ₯ ππππππ πππ£π₯πππ¦
πππ£ππππ¦ππ¦ πππ£πππ πππππππ₯ππππ¦....
Aisyah meletakkan penanya, menghapus air mata yang terus menetes saat menorehkan tinta di lembar kertas putih itu.
Dertt...dertt....derttt......
Suara handphone mengalihkan perhatian Aisyah, dilihatnya nama Abi dilayar handphonenya.Mencoba menetralkan suaranya setelah menangis kemudian menggeser icon berwarna hijau.
"Halo, Assalamualaikum?!" sahut Aisyah dengan suara sengau khas suara seorang yang baru saja menangis.
"Wa'alaikumu salam.Ay.."Keynan mengernyitkan keningnya, merasa suara Aisyah beda dari biasanya.
"Hemm..... "sahut Aisyah
"Apakah kamu baik -baik saja?!"tanya Keynan yang merasa curiga,tak pernah istrinya hanya berdehem seperti itu jika dia memanggilnya.
"Iya, Aisyah baik-baik saja,"ucap Aisyah dengan nada sendu, membuat Keynan semakin gelisah.
"Apa terjadi sesuatu padamu?!"tanya Keynan
"Tidak,"jawab Aisyah singkat.
__ADS_1
"Apa kamu merindukan Mas?! "tanya Keynan
"Hemm,"sahut Aisyah.
"Ay..apa kamu ingin Mas pulang?!"tanya Keynan
"Hem,"sahut Aisyah dengan air mata yang sudah berderai.
"Tunggu beberapa hari lagi ya?!Mas akan usahakan untuk pulang,"Keynan.
"Hemm,"sahut Aisyah.
[ π¨ππ πππππ ππππππ ππππ ππππππ,π΄ππ.π©πππππ ππππ ππππ ππππ πππ ππππ πππ πππππ π΄ππ ππ π π πππππ , π π ππππππ, πππππππππ π ππ πππ ππππ ππππππ ππππππππππππ ππ.]
"Ay...apa kamu marah sama Mas?!"tanya Keynan
...(__"__) Hening, tidak ada jawaban dari Aisyah...
"Ay.....apa kamu sakit?! "Keynan semakin khawatir.
"Tidak,"jawab Aisyah singkat dengan suara parau dan sedikit isakkan.
"Kamu menangis Ay'...?!"kata Keynan dengan hati serasa tersayat pisau.
"Aisyah capek Mas, Aisyah ingin istirahat,"balas Aisyah terdengar tidak bersemangat.
"Ay'....β¦"panggil Keynan tapi langsung dipotong Aisyah.
"Assalamualaikum,"ucap Aisyah memotong perkataan suaminya kemudian memutuskan sambungan telepon tanpa menunggu jawaban salam dari Keynan.
Tut.....Tut....Tut.,.
"Ay'......Ay....."ucap Keynan melihat benda persegi panjang pipih ditangannya yang layarnya sudah gelap.
"Wa'alaikumu salam,"ucap Keynan membalas salam dari Aisyah yang tidak mungkin dapat didengar Aisyah.
Keynan mengusap wajahnya kasar lalu menyunggar rambutnya dengan frustasi.
Tubuhnya Keynan merosot, duduk dilantai bersandar di dinding kaca, kemudian menekuk lututnya menjadikan lututnya tumpuan kedua sikunya kemudian dengan kedua tangannya Keynan meremas rambutnya sendiri.
"Ada apa Ay'?Kenapa sikapmu seperti itu?Apa kamu marah padaku?! Sudah tiga Minggu aku tidak pulang,aku sangat merindukanmu Ay',aku butuh kamu.Aku tersiksa disini tanpamu,aku harus menahan diri untuk tidak menemui mu,"Keynan.
Sedangkan Aisyah yang duduk di atas ranjang pun menekuk kedua lututnya, memeluk lutut itu kemudian menyembunyikan wajahnya diantaranya kedua lututnya,Aisyah menangis tersedu-sedu.
"Aisyah ingin Mas disini, memeluk ku,menciumiku dengan hangat seperti biasanya,aku ingin Mas bersamaku,"monolog Aisyah yang terisak.
Aisyah mengangkat wajahnya, menatap benda persegi panjang pipih ditangan kanannya yang memperlihatkan dua garis berwarna merah.Air matanya terus mengalir membasahi pipi.
***
Di sisi lain Cicilia sibuk bertanya pada beberapa orang pelayan untuk mencari keberadaan Keynan.
"Sayang,mana suamimu?"tanya Pak Wira ketika berpapasan dengan Cicilia.
"Cicil juga tidak tahu,pa.Mungkin mencari udara segar,Dia pasti bosan dengan suasana pesta, soalnya yang hadir dalam pesta ini kan orang-orang yang kita undang.Keynan kan hanya mengundang orang tuanya saja ,pa,"ucap Cicilia yang mengetahui Keynan hanya mengundang orang tuanya saja.
"Ya sudah,kamu cari dia.Semua tamu undangan sudah pulang,jadi papa juga mau pulang,"Wira.
"Ya sudah, hati-hati dijalan ,pa,"ucap Cicilia kemudian mencium pipi kanan dan pipi kiri Pak Wira.Kemudian Pak Wira pun meninggalkan hotel tempat diadakannya acara pernikahan itu.
Setelah menanyai beberapa pelayan, di sinilah akhirnya Cicilia . Di balkon hotel berbatas kaca setinggi dada, dengan pemandangan yang indah,namun sayang malam ini mendung hingga bintang dan bulan pun enggan menampakkan diri.
"Sayang,kamu disini rupanya,"ucap Cicilia ketika melihat Keynan duduk di lantai, bersandar pada kaca pembatas balkon dengan wajah menengadah dan mata terpejam.
Mendengar suara Cicilia, Keynan membuka matanya.Cicilia berjalan mendekati Keynan kemudian memegang tangan Keynan,tapi langsung ditepis oleh Keynan.
"Tinggalkan aku sendiri,"ucap Keynan dingin.
__ADS_1
"Sayang, ini kan malam pernikahan kita!?!Masa kamu ingin sendiri?!Ayo,kita habiskan malam ini berdua dalam kehangatan,"ucap Cicilia tersenyum sambil menaik turunkan alisnya.
"Malam pernikahan?!Bukan aku yang menginginkan pernikahan ini.Pernikahan ini terjadi karena kamu menjebak ku,"ucap Keynan menatap tajam Cicilia.
"Sayangg...ayo kita kekamar,"ucap Cicilia dengan nada dibuat manja tanpa menghiraukan kata-kata Keynan.
"Pergi saja sendiri,"ucap Keynan dingin.
Cicilia merasa kesal dengan sikap Keynan, kemudian matanya melirik benda pipih ditangan Keynan dan dengan secepat kilat menyambarnya kemudian beranjak meninggalkan Keynan.
"Hey,... kembalikan hanphone ku!!"ucap Keynan lalu bangkit menyusul Cicilia.
Cicilia yang masih memakai gaun pengantin pun tidak bisa melangkah cepat hingga dengan mudah Keynan menyusulnya.
Keynan segera menegang tangan kanan Cicilia yang memegangi handphone nya tapi Cicilia segera memindahkan handphone itu ke tangan kirinya dan ketika Keynan berusaha mengambilnya lagi Cicilia malah menyelipkan handphone itu dalam bajunya, tepatnya diselipkan diantara dua bukit kembar miliknya.Membuat Keynan mendelik menatap tajam pada Cicilia.
"Kembalikan hanphone ku!!"kata Keynan dengan suara berat penuh penekanan.
"Ambil saja sendiri!!"ucap Cicilia tersenyum smirk, kemudian melangkah pergi meninggalkan Keynan.
"Arrrgghhh.....'teriak Keynan mengusap wajah dan menyunggar rambutnya dengan kasar.meninju dan menendang udara.
"Wanita sialan!!!Tak sudi aku menyentuh tubuh kotor mu itu.Dasar perempuan second!!"gumam Keynan, menatap Cicilia yang sudah jauh meninggalkan nya.Dan mau tak mau Keynan menyusul Cicilia.
Keynan melangkah mengikuti Cicilia dari jauh, memasuki kamar yang telah dihias layaknya kamar pengantin pada umumnya.Dengan kelopak bunga mawar yang berbentuk hati di tengah ranjang berukuran king size,dan beberapa lilin yang menambah kesan romantis di dalam kamar tersebut.
Namun sayang, suasana romantis di dalam kamar itu tidak bisa membuat hati Keynan yang gundah gulana karena Aisyah itu terkesan.
Ketika Keynan memasuki kamar itu dia tidak melihat Cicilia di sana, namun dari suara gemericik air di dalam kamar mandi, Keynan bisa menduga kalau Cicilia sedang mandi.
"Dimana dia menyembunyikan handphone ku,"gumam Keynan menyalakan lampu mencoba memindai kamar itu mencari handphone nya tapi nihil, Keynan tak menemukannya.
Karena merasa sebal, Keynan membuka semua laci,lemari,bahkan menyingkap seprei yang bertaburkan kelompok mawar untuk mencari handphone nya, hingga kamar yang semula terlihat romantis sekarang menjadi acak-acakan dengan lampu yang menyala terang.
Cicilia yang baru keluar dari kamar mandi dengan handuk kimono yang membalut tubuhnya nampak terkejut melihat kamar yang semula terkesan romantis kini sudah seperti kapal pecah.
"Sayang,apa yang kamu lakukan?!"tanya Cicilia kesal.Gagal sudah rencananya bercinta dengan Keynan dalam kamar yang romantis.
"Kembalikan hanphone ku!!"ucap Keynan dengan tatapan tajam menusuk.
"Kamu ingin handphone mu kembali?!"tanya Cicilia degan senyum menghiasi bibirnya.
"Kembalikan padaku!!"ucap Keynan seraya menengadahkan tangan kanannya.
"Oke..aku akan mengembalikan handphone mu tapi setelah kita melakukan malam pertama,"ucap Cicilia berjalan mendekati Keynan seraya melepas handuk kimono yang membalut tubuhnya, hingga terlihatlah tubuh polos, dengan leher jenjang,kulit putih bersih dengan dua bukit kembar yang terpampang jelas di depan mata Keynan.
Cicilia berjalan mendekati Keynan yang masih berdiri tegak di tempatnya semula dengan gaya yang menggoda dan sennsuual.
Perlahan di ulurkan nya tangannya ingin menyentuh rahang yang tegas dan kokoh milik Keynan.Namun belum sempat jemari tangan Cicilia menyentuh rahang Keynan, tangan Cicilia sudah ditepis oleh Keynan.Kemudian Cicilia mengalungkan kembali 'tangannya dileher Keynan tapi kembali tangannya dihempaskan Keynan.
"Sial!!!Selama ini tidak ada satu laki-laki pun yang tidak tergiur melihat tubuh ku, apalagi menolak sentuhan ku,"gerutu Cicilia dalam hati,merasa kesal dengan penolakan Keynan,bahkan nampaknya laki-laki itu sama sekali tidak tergiur dengan kemolekan tubuhnya.
Keynan berdiri disamping ranjang berhadapan dengan Cicilia,namun Keynan membelakangi ranjang.Dengan secepat kilat Cicilia mendorong tubuh Keynan keatas ranjang, Keynan yang tidak menduga gerakan Cicilia itupun terjerembab di atas ranjang dengan posisi telentang.
Dengan secepat kilat Cicilia menindih tubuh Keynan, menyerangnya dengan ciuman yang membabi buta hingga Keynan shock dengan kebrutalan Cicilia.
Cicilia mencium paksa bibir Keynan seraya menangkup wajah Keynan dengan kedua telapak tangannya, hingga Keynan tidak bisa menghindari gerakan cepat Cicilia itu.
Dengan kekuatannya Keynan membalikkan tubuh Cicilia hingga posisi mereka tertukar.Tubuh Cicilia yang polos tanpa sehelai benang itu berada dibawah kungkungan Keynan yang masih mengenakan pakaian tuxedo lengkap.
Cicilia tersenyum menang merasa sudah membangkitkan gaiirahh Keynan.Dengan nafas memburu Keynan menatap tajam Cicilia, perlahan tangan kanan Keynan terangkat menyentuh rahang Cicilia,sedang tangan kirinya menopang bobot tubuhnya.Mata Cicilia nampak berbinar-binar.
"Akhirnya kamu tergoda juga kan dengan kemolekan tubuhku.Tidak akan ada yang bisa menolak pesonaku apalagi sampai tidak berhassrat saat melihat tubuh polos ku yang molek ini,"gumam Cicilia dalam hati.
Detik berikutnya.....
...π"Cinta itu tidak berwujud tapi berjuta rasa"π...
__ADS_1
..."Author"...
To be continued....