Mencintai Tanpa Melihat

Mencintai Tanpa Melihat
Episode 32 Aisyah?


__ADS_3

Di ruang keluarga kediaman Wishaka.


"Pa, Key dengar papa hari ini tidak menemui klien kita yang harusnya papa temui jam dua siang.Bahkan saat dihubungi pun telponnya nggak papa angkat.Klien kita jadi marah karena ketidak profesionalan papa.Kemana saja papa tadi siang hingga balik kekantor pas udah jam lima sore,"ujar Keynan terlihat kesal.


"Maaf Key, sebenarnya tadi siang papa mengalami kecelakaan,"jawab Danu.


"Papa kecelakaan?!Apa mobil papa rusak?"tanya Reni,sedang Keynan nampak terkejut.


"Ma,papa kecelakaan bukannya ditanya papa baik-baik saja atau tidak malah nanya mobil rusak atau tidak,"ucap Danu kesal karena istrinya tidak menanyakan keadaannya tapi malah menanyakan mobil.


"Mama lihat sepertinya papa baik-baik saja, makannya mama nanyain mobil papa,"ucap Reni ketus.Membuat Danu geleng-geleng kepala.


"Gimana bisa terjadi kecelakaan?Dan apa papa baik-baik saja?"tanya Keynan menyudahi perdebatan suami-istri itu.


"Papa baik-baik saja.Tadi siang papa bertemu klien kita yang lama untuk memperpanjang kontrak.Tapi saat papa ada di tepi jalan tiba-tiba ada kecelakaan yang melibatkan truk, mobil pribadi dan beberapa kendaraan bermotor,"


"Papa sama sekali tidak mengetahui kejadian kecelakaan itu bagaimana, karena kecelakaan itu terjadi dibelakang papa.Saat papa mendengar ada suara tabrakan yang keras dibelakang papa,papa langsung menoleh kebelakang,"


"Papa shock saat menengok kebelakang ada mobil pribadi yang terpental tepat kearah papa.Saat itu papa sudah pasrah jika papa mati saat itu juga karena sangking shock nya papa tidak bisa bergerak.Namun tiba-tiba ada seorang perempuan yang menarik papa dengan kencang hingga papa terhindar dari kecelakaan itu,"


"Tapi nahas setelah menyelamatkan papa perempuan itu malah terjatuh hingga mengalami pendarahan dan akhirnya keguguran.Jadi papa mengantar dan nungguin perempuan itu dirumah sakit,"jelas Danu panjang lebar.


"Kenapa nggak nyuruh keluarganya saja sih pa untuk menungguinya, terutama suaminya suruh nungguin,"ucap Reni tidak suka.


"Suaminya keluar kota ma,dan dia sudah tidak mempunyai keluarga selain suaminya,"jawab Danu.


"Deg!!"Keynan merasa jantungnya berdetak kencang saat papanya mengatakan perempuan itu tidak punya siapapun selain suaminya dan suaminya sedang keluar kota.Keynan jadi semakin memikirkan Aisyah.


"Dirawat di rumah sakit mana perempuan yang sudah menolong papa itu?"tanya Keynan.


Keynan ingin mengucapkan terimakasih pada perempuan yang sudah menolong papanya sampai-sampai perempuan itu harus kehilangan janinnya.


"Di rumah sakit xx, kamar VIP nomor 7,"jawab Danu berkata jujur agar istrinya tidak curiga atau menuduh dia macam-macam.


"Apa?!Papa menempatkan perempuan itu di kamar VIP?! Berlebihan sekali sih pa? Jangan-jangan papa juga yang membayar biaya rumah sakitnya?!"cecar Reni.


"Ma, uang yang papa pakai untuk biaya berobat perempuan itu tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan nyawa papa apalagi perempuan itu keguguran karena menyelamatkan papa,"ucap Danu dengan wajah kesal dan marah pada istrinya.


"Sudah, cukup!! Hargailah nyawa orang lain, harta tidak ada harganya dibandingkan nyawa, karena anda tidak akan bisa menyogok malaikat maut dengan harta yang Anda punya untuk menghentikannya mencabut nyawa Anda,"ucap Keynan kepada Reni karena sudah kesal dengan Reni yang selalu mementingkan harta, kemudian Keynan pun meninggalkan ruangan itu.


***


Keesokan paginya Keynan bersiap-siap untuk pergi ke rumah sakit, menjenguk perempuan yang sudah menolong papanya.


Keynan telah sampai didepan rumah sakit, sesaat setelah memarkirkan mobilnya Keynan memandang rumah sakit yang ada didepannya.


"Ada apa ini, kenapa perasaanku tidak enak saat sudah berada di sini.Jantungku jadi berdebar-debar,"gumam Keynan dalam hati.


Perlahan Keynan melangkahkan kakinya masuk kedalam rumah sakit itu.Keynan merasa tidak nyaman, semakin dia masuk ke dalam rumah sakit itu hatinya semakin gelisah.


"Permisi Mas, ruangan VIP nomor 7 ada disebelah mana ya?"tanya Keynan pada seorang petugas medis.


"Bagian apa ya,Mas?"tanya petugas medis itu.


"Em,itu dia habis keguguran,"jawab Keynan.


"Oh, bagian kandungan dari persimpangan depan belok kiri,"ucap petugas medis itu.


"Terimakasih,Mas,"ucap Keynan.


"Iya, sama-sama,"ucap petugas medis itu.

__ADS_1


"Ah ini sepertinya, ini nomor tujuh,"gumam Keynan.Perlaham tangannya menggapai gagang pintu.


Ceklek


"Permisi,saya ingin memeriksa pasien,anda siapanya pasien ya?"tanya dokter perempuan itu mengurungkan Keynan yang baru mendorong pintu itu sedikit.


"Saya keluarganya pasien,"ucap Keynan dan tiba-tiba handphone Keynan berbunyi."Permisi saya mau menerima telepon dulu,"kata Keynan kemudian mencari tempat untuk menerima telepon.


"Oh, silahkan,"ucap dokter itu.


Sementara Aisyah yang ada didalam,"Suara itu... itu seperti suara mas Keynan,"gumam Aisyah, hatinya berdebar-debar.


"Selamat pagi,kita periksa dulu ya?,"ucap dokter.


"I..iya dok," ucap Aisyah jadi gugup.


"Ibu ada keluhan? kok jantung ibu berdebar-debar?"tanya dokter.


"Tidak,dok.Saya hanya kaget karena teringat sesuatu,"kata Aisyah yang keadaannya masih lemah itu.


Sedangkan diluar ruangan, Keynan nampak serius menerima telepon.


"Halo Sat,ada apa?"tanya Keynan.


'Bro,kita harus segera berangkat ke luar negeri.Klien kita ingin secara langsung bertemu denganmu,"ucap Satria.


"Aku sudah bilang, cukup kamu saja yang bertemu dengan klien,"kata Keynan.


"Tapi bro,dia tidak mau jika tidak bertemu langsung dengan mu.Jika kita berhasil menjalin kerjasama dengan mereka,kita akan untung besar bro,dan perusahaan kita juga akan semakin besar.Ini kesempatan emas bro,"


"Banyak perusahaan yang ingin bekerja sama dengan mereka tapi hanya perusahaan kita yang mereka pilih untuk bekerja sama dengan perusahaan mereka tolonglah key, please!!!,"ucap Satria.


"Baiklah Sat,aku akan segera ke sana.Kamu siapkan semua keperluan ku,"ucap Keynan.


"Huh, lain kali saja aku menengok perempuan itu,"gumam Keynan.


***


Dua Minggu setelah Aisyah mengalami keguguran.


"Selamat sore Aisyah?"sapa Danu pada Aisyah.


'Selamat sore, Pak!"balas Aisyah.


"Kata dokter, besok kamu sudah boleh pulang,kamu jangan khawatir soal biaya selama kamu dirawat disini sudah saya lunasi,"ucap Danu.


"Terimakasih, Pak,"ucap Aisyah dan dibalas anggukan serta senyum kecil dari Danu.


Aisyah sekarang bingung bagaimana caranya dia pulang.Aisyah tidak punya uang sepeserpun dan hanya punya empat stei baju yang dibelikan Danu.Sedangkan menurut dokter yang merawatnya, sekarang ini dia berada di pulau yang berbeda dari tempat asalnya.Para penculik itu telah membawanya ke pulau lain.


Sebenarnya seminggu setelah keguguran Aisyah sudah merasa sehat,tapi Danu memaksa Aisyah untuk tinggal selama dua Minggu di rumah sakit karena dokter yang menyarankan.


"Em..nak Aisyah,saya minta maaf sebelumnya, besok saya tidak bisa mengantarkan Nak Aisyah pulang,saya ada pekerjaan yang tidak bisa saya tinggalkan,"ucap Danu.


"Tidak apa-apa pak.Tapi jika bapak tidak keberatan bolehkah saya minta tolong kepada bapak ?"tanya Aisyah ragu.


"Tentu saja selagi saya mampu,saya akan membantu,"ucap Danu.


"Saya ingin mencari pekerjaan,tapi saya tidak punya ijazah.Bisakah bapak membantu saya?"tanya Aisyah.


"Aduh Nak, bukanya bapak tidak mau membantu,tapi kalau tidak punya ijazah akan sulit untuk mencari pekerjaan,"ucap Danu.

__ADS_1


"Menjadi asisten rumah tangga juga tidak apa-apa Pak, asalkan saya punya pekerjaan,"ucap Aisyah.


"Kamu serius?"tanya Danu.


"Iya pak,saya serius.Saya benar-benar membutuhkan pekerjaan,"ucap Aisyah.


"Baiklah,jika begitu kamu boleh bekerja di rumah saya,"ucap Danu.


"Benarkah?Terimakasih Pak!saya akan bekerja sebaik mungkin."ucap Aisyah terlihat bahagia.


"Sama-sama Nak,"ucap Danu.


'Em... kalau boleh tahu apakah setelah dari sini bapak akan langsung


pulang ke rumah bapak,"tanya Aisyah Aisyah.


"Iya, kenapa Nak?"tanya Danu penasaran.


"Bolehkah saya langsung ikut dengan bapak sekarang saja?"tanya Aisyah karena dia tidak punya uang untuk pergi ke rumah Danu besok.


"Baiklah, saya akan mengatakan pada dokter dulu ya!,"ucap Danu lalu pergi untuk menemui dokter.


Setelah menemui dokter dan membayar biaya rumah sakit akhirnya Aisyah pulang bersama Danu ke kediaman Wishaka.Aisyah sangat kagum melihat rumah yang besar itu.


"Nak Aisyah,kita tiba tepat saat makan malam,ayo kita langsung ke meja makan saja,"ucap Danu dan Aisyah pun mengangguk.


"Pa,siapa perempuan yang papa bawa itu?"tanya Reni yang juga mewakili pertanyaan Dio dan Cicilia yang juga baru kembali dari luar kota tadi siang.


"Oh kenalkan,ini Aisyah,dia yang telah menyelamatkan papa dari kecelakaan waktu itu,"jelas Danu.


"Kenapa dibawa ke sini?"tanya Reni menyelidiki.


Reni, Dio dan Cicilia pun mengamati Aisyah dari ujung kepala sampai ujung kaki.Namun yang terlihat hanya mata dan dahinya yang sebagian tertutup Ciput.


"Dia akan tinggal di sini,"ucap Danu.


"Maksud pa.."


"Tuan Muda,"panggil Bik Minah pada seseorang yang baru datang, motong kata-kata Reni.


Semua mata pun tertuju pada Keynan tak terkecuali Aisyah.


"Deg,"jantung Aisyah rasanya hampir jatuh melihat orang yang sekarang menjadi pusat perhatian.


"Sayang,kamu sudah pulang,"tanya Cicilia yang langsung bergelayut manja di lengan Keynan yang dari tadi masih sibuk dengan handphonenya tanpa memperhatikan orang yang ada disekitarnya.


"Mendengar hal itu Aisyah langsung menunduk menyembunyikan wajahnya. Tubuhnya seakan tak bertulang, hatinya hancur melihat wanita lain bergelayut manja dan memanggil sayang pada orang yang selama ini ditunggunya.Matanya merah menahan buliran air mata.


"Jadi ini alasanmu tidak bisa pulang?!Kamu sudah memiliki wanita lain selain diriku.Benar kata orang, tidak mungkin kamu mau hidup dengan ku yang hanya gadis desa tak berpendidikan.Tidak mungkin kamu mau tinggal denganku di gubuk reyot sedangkan rumah mu bak istana,"batin Aisyah.


"Oh ya Key,,kenalkan ini perempuan yang sudah menolong papa, ucap Danu saat Keynan sudah duduk dan meletakkan handphone nya.Keynan pun mengikuti arah mata Danu.


Keynan melihat seorang perempuan yang menunduk,mengenakan cadar dan gamis longgar yang mengingatkan Keynan pada Aisyah.


"Kenalkan namanya Aisyah,"ucap Danu lagi.


"Deg,"


"Aisyah?!"


To be continued

__ADS_1


Selamat menunaikan ibadah puasa!! Semoga amal ibadah kita diterima Allah SWT. Amiin ya rabbal alamiin.


__ADS_2