
"Diam dan dengerin,Mas.Jika kamu tidak mau dengerin penjelasan Mas,Mas akan......."
"Akan ap.......... emmmp......
Aisyah tak sempat lagi melanjutkan kata-katanya karena Keynan kembali menyumpal bibir Aisyah dengan bibirnya. Awalnya ciuman itu lembut,tapi lama-lama jadi menuntut untuk melakukan lebih.
Namun sayang,Aisyah sama sekali tidak merespons ciuman Keynan, hatinya masih terasa sakit karena melihat ada wanita lain yang memanggil suaminya dengan panggilan sayang dan bergelayut manja di lengan suaminya.
Keynan yang merasa Aisyah tidak merespons ciumannya, akhirnya Keynan pun melepaskan tautan itu. Keynan berusaha menahan hasratnya untuk menerkam istrinya, karena nampaknya wanita itu masih marah padanya.
Diusapnya wajah ayu istrinya kemudian bibir berwarna pink yang basah karena ulahnya.
"Dengerin Mas,hanya kamu satu-satunya wanita yang Mas cinta........
"Gombal, Mas pasti juga berkata begitu pada perempuan lain,Mas senang dipanggil sayang dan digelayuti oleh perempuan itu," ucap Aisyah bersungut-sungut, menepis tangan Keynan.
Keynan mengerutkan keningnya saat mendengar tuduhan Aisyah, kemudian tersenyum tipis saat melihat istrinya bersungut-sungut."Apa dia cemburu?"batin Keynan.
"Apa istri Mas yang cantik ini sedang cemburu,hem?"tanya Keynan mencolek dagu istrinya memastikan prasangkanya sekaligus menggoda istrinya.
"Cemburu? Siapa juga yang cemburu!"elak Aisyah menepis tangan Keynan.
"Terus kenapa ngambek kayak gini kalau nggak cemburu,hem?"tanya Keynan terus menggoda istrinya.
"Aisyah nggak cemburu,"ucap Aisyah semakin menekuk wajahnya.
"Sudah nggak ngomong saya-anda lagi?"batin Keynan lalu tersenyum tipis.
"Benarkah,hem?!"tanya Keynan membelai wajah Aisyah dan perlahan mendekatkan wajahnya pada leher istrinya kemudian berkata,"Istri Mas semakin manis kalau lagi cemburu,"bisik Keynan tepat ditelinga Aisyah.
Diluar dugaan Keynan, Aisyah mendorongnya kebelakang namun hanya membuat Keynan menjauhkan wajahnya saja,dan mundur satu langkah karena kaget dengan tindakan Aisyah yang tidak diduganya.
"Apa kamu nggak rindu sama Mas,hem?"tanya Keynan, masih berusaha meredakan amarah istrinya.
"Nggak!!"jawab Aisyah masih dengan bibir mungilnya yang di monyongkan, membuat Keynan semakin gemas.
"Nggak salah lagi!!"sahut Keynan tersenyum menggoda istrinya.
"Apaan sich?Mas kan nggak kenal sama Aisyah!"ucap Aisyah sewot.
Keynan menghela nafas berat,"Ay,Mas minta maaf karena sudah berpura-pura tidak mengenalmu.Mas terpaksa menikah dengan Cicil......"
"Mas, juga terpaksa menikah dengan Aisyah, besok-besok Mas terpaksa menikah dengan siapa lagi?!"ucap Aisyah memotong kata-kata Keynan.
"Oh ya Allah, semakin gemas saja aku dibuatnya.Jika saja dia sudah nggak marah lagi, akan aku terkam dia sampai dia tidak bisa bicara lagi,"batin Keynan.
__ADS_1
Perlahan Keynan mendekati Aisyah dengan tatapan tajam hingga membuat Aisyah merasa takut dan melangkah mundur hingga tubuh Aisyah mentok di dinding.
Keynan menempelkan telapak tangan kanan dan kirinya didinding,di sebelah kiri dan kanan Aisyah, mengungkung istrinya.Perlahan Keynan memiringkan kepalanya dan mendekatkan wajahnya pada wajah Aisyah.
Saat wajah keduanya sudah sangat dekat, tiba-tiba Aisyah memerosotkan tubuhnya ke lantai keluar dari kungkungan Keynan dan segera menjauhi Keynan.
"Ay,'pekik Keynan frustasi dengan ulah istrinya itu.Kemana istrinya yang penurut dan selalu mendengarkan dia dulu.
Keynan langsung menyusul Aisyah kemudian dipeluknya lagi tubuh itu dari belakang.
"Sepertinya kucing imut, lucu dan manisnya Mas ini agak sedikit nakal karena sudah lama nggak dimanjakan,"ucap Keynan kemudian tanpa diduga melepas jilbab Aisyah.
"Mas!! Lepaskan!!"kata Aisyah mencoba melepaskan lengan kekar Keynan yang melilit di perutnya.Namun lengan kekar itu malah semakin kuat melilit di perutnya.
"Iya Ayang,ini juga udah Mas lepas jilbabnya.Apa kamu ingin Mas juga melepaskan yang lainnya,"bisik Keynan yang terdengar sensual di telinga Aisyah.
"Mas, apaan sich?"ucap Aisyah.
Keynan tidak menimpali kata-kata Aisyah dan malah menciumi leher Aisyah dengan lembut mengantarkan gelenyar-gelenyar nikmat yang ingin Aisyah tolak tapi tidak bisa.Suaminya terlalu lihai dalam memanjakannya.
Keynan semakin gencar mencumb*i istrinya dan karena rasa rindu yang sudah lama ditahan membuatnya semakin berhasrat untuk menerkam istrinya.Keynan semakin tidak dapat mengendalikan dirinya saat Aisyah tidak lagi meronta bahkan mendesah karena buaiannya.
Mata Keynan nampak berkabut penuh hassrat, Keynan sudah tidak bisa lagi menahan diri untuk tidak menerkam istrinya.Tubuhnya terasa panas karena hassrat yang telah memuncak, nafasnya menjadi cepat dan wajahnya pun memerah.
"Ay, bolehkan Mas meminta hak Mas sebagai seorang suami?"tanya Keynan membalikkan tubuh Aisyah agar menghadap dirinya penuh harap agar istrinya mau melayaninya.
𝘼𝙨𝙮-𝙎𝙮𝙖𝙞𝙠𝙝𝙖𝙞𝙣 𝙢𝙚𝙧𝙞𝙬𝙖𝙮𝙖𝙩𝙠𝙖𝙣 𝙙𝙖𝙧𝙞 𝘼𝙗𝙪 𝙃𝙪𝙧𝙖𝙞𝙧𝙖𝙝 𝙍𝙖𝙙𝙝𝙞𝙮𝙖𝙡𝙡𝙖𝙝𝙪 𝙖𝙣𝙝𝙪 𝙙𝙖𝙧𝙞 𝙉𝙖𝙗𝙞 𝙎𝙝𝙖𝙡𝙡𝙖𝙡𝙡𝙖𝙝𝙪 ‘𝙖𝙡𝙖𝙞𝙝𝙞 𝙬𝙖 𝙨𝙖𝙡𝙡𝙖𝙢 𝙗𝙚𝙧𝙨𝙖𝙗𝙙𝙖, 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙖𝙧𝙩𝙞𝙣𝙮𝙖: “𝙅𝙞𝙠𝙖 𝙨𝙚𝙤𝙧𝙖𝙣𝙜 𝙨𝙪𝙖𝙢𝙞 𝙢𝙚𝙣𝙜𝙖𝙟𝙖𝙠 𝙞𝙨𝙩𝙧𝙞𝙣𝙮𝙖 𝙠𝙚 𝙖𝙩𝙖𝙨 𝙧𝙖𝙣𝙟𝙖𝙣𝙜𝙣𝙮𝙖, 𝙩𝙚𝙩𝙖𝙥𝙞 𝙞𝙖 𝙩𝙞𝙙𝙖𝙠 𝙢𝙚𝙢𝙖𝙩𝙪𝙝𝙞𝙣𝙮𝙖, 𝙢𝙖𝙠𝙖 𝙥𝙖𝙧𝙖 𝙈𝙖𝙡𝙖𝙞𝙠𝙖𝙩 𝙖𝙠𝙖𝙣 𝙢𝙚𝙡𝙖𝙠𝙣𝙖𝙩𝙣𝙮𝙖 𝙨𝙖𝙢𝙥𝙖𝙞 𝙥𝙖𝙜𝙞,"
𝘽𝙞𝙡𝙖 𝙨𝙖𝙢𝙥𝙖𝙞 𝙩𝙚𝙧𝙟𝙖𝙙𝙞 𝙥𝙚𝙣𝙤𝙡𝙖𝙠𝙖𝙣 𝙩𝙖𝙣𝙥𝙖 𝙖𝙙𝙖𝙣𝙮𝙖 𝙪𝙯𝙪𝙧 𝙨𝙮𝙖𝙧'𝙞 𝙙𝙖𝙧𝙞 𝙨𝙖𝙣𝙜 𝙞𝙨𝙩𝙧𝙞, 𝙞𝙩𝙪 𝙖𝙙𝙖𝙡𝙖𝙝 𝙨𝙖𝙩𝙪 𝙠𝙚𝙢𝙖𝙠𝙨𝙞𝙖𝙩𝙖𝙣 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙗𝙚𝙧𝙗𝙖𝙝𝙖𝙮𝙖 𝙪𝙣𝙩𝙪𝙠 𝙠𝙚𝙨𝙚𝙡𝙖𝙢𝙖𝙩𝙖𝙣 𝙙𝙞𝙧𝙞𝙣𝙮𝙖. 𝙎𝙚𝙗𝙖𝙗 𝙠𝙚𝙢𝙖𝙧𝙖𝙝𝙖𝙣 𝙨𝙪𝙖𝙢𝙞 𝙢𝙚𝙣𝙜𝙖𝙠𝙞𝙗𝙖𝙩𝙠𝙖𝙣 𝙠𝙚𝙢𝙪𝙧𝙠𝙖𝙖𝙣 𝘼𝙡𝙡𝙖𝙝.
Setelah mendapatkan pelepasan dalam pergulatan panasnya dengan Aisyah ,Keynan pun menjatuhkan tubuhnya disamping Aisyah, mengecupi wajah ayu yang selalu membuatnya candu.
Memeluk Aisyah hingga tubuh mereka yang sama-sama polos pun menempel tanpa penghalang.Hanya selimut tebal yang menutupi tubuh polos mereka.
"Makasih Ay,"ucap Keynan semakin mengeratkan pelukannya.Menahan diri agar tidak mengulangi kegiatan panas mereka karena Aisyah baru pulih pasca keguguran.
"Hem,"sahut Aisyah hanya berdehem, menenggelamkan wajahnya di dada bidang suaminya, menikmati pelukan hangat suaminya yang sudah lama ia rindukan.
Merasa kucing nakalnya sudah kembali menjadi kucing imut, lucu, manis dan penurut, Keynan pun memutuskan untuk menjelaskan kesalahpahaman yang terjadi di antara mereka.
"Ay, waktu itu Mas pamit mau pergi selama empat hari.Sesampainya disini,Mas lembur menyelesaikan semua pekerjaan Mas agar bisa cepat-cepat pulang.Hari ketiga Mas disini, Mas sudah bisa menyelesaikan semua pekerjaan Mas dan Mas memutuskan untuk pulang malam itu juga,"
"Walaupun sebenarnya Satria sudah melarang Mas untuk pulang malam itu dan menyarankan agar Mas pulang keesokan paginya,Mas kekeh untuk pulang malam itu juga.Sebelum ke bandara Mas memutuskan untuk makan dulu di sebuah restoran,dan di restoran itulah Mas ketemu Cicilia yang ternyata memberikan obat tidur pada Mas,"
"Saat keluar dari restoran itu Mas perlahan kehilangan kesadaran.Saat Mas bangun pagi Cicilia sudah ada disamping Mas tanpa sehelai benangpun,"jelas Keynan.
__ADS_1
"Aisyah mendongakkan kepalanya menatap suaminya,"Mas bercinta dengannya?"tanya Aisyah dengan raut wajah kecewa.
"Mas tidak merasa melakukan apapun padanya Ay! Saat Mas bangun,Mas memang sudah tidak memakai baju dan celana panjang Mas,tapi Mas masih memakai celana boxer Mas,"
"Dan saat Mas tertidur itu,Mas seperti mendengar suara desah*n dan merasakan goncangan di tempat Mas tidur, seperti ada dua orang yang sedang bercinta.Tapi Mas tidak bisa membuka mata Mas.Mas yakin kalau malam itu Mas tidak bercinta dengan Cicilia,"
"Setelah kesadaran Mas pulih,Mas berusaha keluar dari kamar itu, tapi ternyata Cicilia mengunci pintunya.Setelah itu Cicilia langsung menghubungi papanya,dan saat papanya datang dia berpura-pura menangis, menuduh Mas telah memaksanya bercinta dengannya dalam keadaan mabuk,"
"Akhirnya Mas dipaksa untuk bertanggung jawab,Ay.Tapi sumpah,Mas tidak pernah bercinta dengannya Ay,"jelas Keynan.
"Mas nggak bohong kan?"tanya Aisyah menatap mata suaminya, seolah mencari kebenaran dari sana.
"Mas nggak bohong Ay, punya Mas nggak mau bangun kalau nggak sama kamu,"ucap Keynan membelai lembut wajah Aisyah.
"Bohong,"ucap Aisyah sambil mencubit pinggang suaminya.
"Awhh, sakit Ay, sumpah punya Mas nggak bisa bangun kalau nggak sama kamu,"ucap Keynan berusaha meyakinkan istrinya seraya mengusap pinggangnya yang dicubit Aisyah.
"Awas kalau bohong,"ucap Aisyah kembali bersungut-sungut.
"Nggak bakalan Ay.Mas juga nggak bakalan mau menikah dengan Cicilia kalau saja papanya tidak mengancam akan membunuh Mas,jika Mas nggak mau menikahi Cicilia,"ucap Keynan.
"Papanya Cicilia mengancam akan membunuh Mas?"tanya Aisyah tak percaya.
"Iya, papanya Cicilia juga menyuruh orang untuk mengikuti Mas,kemanapun Mas pergi.Karena itu Mas nggak pulang,Mas takut kepulangan Mas akan membahayakan kamu.Mas takut mereka akan melakukan sesuatu padamu jika mereka tahu bahwa kamu adalah istri Mas,"
"Maafkan Mas ya Ay?!Mas terpaksa menyembunyikan hubungan kita.Mas takut Papanya Cicilia nekat membunuh Mas, jika Mas tidak mau menikahi Cicilia.Mas juga takut papanya Cicilia menghancurkan perusahaan Mas,"
"Bukannya Mas takut miskin atau tidak mau hidup sederhana denganmu,tapi Mas nggak mau ribuan karyawan yang bekerja di perusahaan Mas kehilangan mata pencaharian mereka,"
"Jangan sampai mereka kehilangan pekerjaan dan tidak bisa menghidupi keluarga mereka.Mencari pekerjaan jaman sekarang itu susah, apalagi bagi yang sudah agak tua.Kamu mengerti maksud Mas kan?"tanya Keynan.
"Iya , Aisyah ngerti,"jawab Aisyah.
"Mas sudah jujur padamu, sekarang bolehkah Mas minta tolong padamu,Ay?!"tanya Keynan.
"Apa yang bisa Aisyah bantu Mas?"tanya Aisyah.
Sekarang Aisyah mengerti kenapa waktu bertemu dengannya kemarin Keynan pura-pura tidak mengenalnya.Ternyata alasannya bukan cuma untuk melindungi dirinya tapi juga untuk melindungi perusahaan agar para karyawan yang menggantungkan hidupnya dengan bekerja di perusahaan tidak kehilangan mata pencaharian mereka.
"Mas minta tolong agar kamu mau merahasiakan hubungan kita dan berpura-pura tidak mengenal Mas sebelumnya,apa kamu bersedia?!"ucap Keynan.
...🌟 Terkadang kejujuran itu menang pahit tapi menyembuhkan, sedangkan kebohongan itu manis tapi pada akhirnya akan menyakitkan.🌟...
..."Author"...
__ADS_1
To be continued