
"Bagaimana, Tuan?!"tanya Johan kepada Wira saat pria paruh baya itu baru saja kembali ke ruangannya.
"Keynan tidak bisa membantu, ternyata Wishaka company akhir-akhir ini maju begitu pesat karena investasi dari Sanjaya company.Jadi mana mungkin mereka membantu kita,"keluh Wira.
"Apa Nona Cicilia juga tidak bisa membantu kita Tuan?!Nona kan model terkenal yang sudah go internasional, mungkin nona punya kenalan pengusaha kaya yang dapat membantu kita,"usul Johan.
"Sudah,saya sudah mengatakan pada Cicilia,dan dia bilang setelah mereka tahu bahwa kita bersaing dengan Sanjaya company, mereka menolak untuk membantu,"ucap Wira putus asa.
"Bagaimana dengan Nona Cicilia sendiri Tuan?!Nona sudah lama menjadi model terkenal yang sudah go internasional.Apakah Nona tidak mempunyai tabungan atau aset mungkin?"tanya Johan hati-hati.
"Anak itu hanya tau cara bersenang-senang.Aku sudah bertanya kepadanya, jangankan aset,bahkan tabungan yang dia miliki saja tidak seberapa,"ujar Wira nampak kecewa dengan putrinya yang suka berfoya-foya.
Sebenarnya saat datang ke Wishaka company, Wira sangat yakin jika dia akan mendapatkan dana.Tapi begitu melihat Rinto yang memegang perusahaan itu, Wira agak ragu, apalagi setelah tahu bahwa Sanjaya company juga berinvestasi besar kepada Wishaka company,harapan Wira pun sirna.
Wira merasa dipermainkan oleh Keynan, untuk apa Keynan menyuruhnya pergi ke Wishaka company jika memang sudah tahu tidak bisa membantu.Apalagi harus bertemu dengan Rinto, orang yang sangat dibencinya dan sekarang malah merendahkan dirinya.Apa Keynan sengaja mempermalukannya?!
"Apa kamu berhasil menemui salah satu petinggi Sanjaya company?!"tanya Wira.
"Tidak Tuan,dan.......'Johan menggantung kata-katanya.
"Dan apa?!"tanya Wira tidak sabar.
"Dan banyak investor kita yang pergi Tuan.Dari seminggu yang lalu saya sudah berusaha membujuk mereka untuk bertahan.Mereka memberikan waktu seminggu untuk kita menstabilkan perusahaan dan bila dalam waktu seminggu kita tidak dapat menstabilkan perusahaan mereka akan menarik investasi mereka jadi....,"Johan
"Jadi maksud kamu besok mereka akan menarik investasi mereka?!"ucap Wira memotong kata-kata Johan.
"Iya Tuan,"jawab Johan.
Wira mengusap wajahnya dengan kasar,"Hancur!! Hancur sudah semuanya,"pekik Wira menyapu semua barang dan juga berkas yang ada di atas mejanya dengan tangannya hingga jatuh berantakan.
***
Di kediaman Wishaka.
"Key, tunggu!!Aku ingin bicara denganmu,"panggil Cicilia pada Keynan yang sedang menuruni anak tangga.
"Kita bicara diruang tamu saja,"ucap Keynan.
Semenjak kejadian dirinya diberi obat dan dikunci didalam kamar Cicilia waktu itu, Keynan tidak mau lagi masuk ke kamar Cicilia.Dan Cicilia semakin sulit mendekati Keynan hingga membuat hubungan mereka semakin renggang.
"Katakan,apa yang ingin kamu bicarakan!"seru Keynan saat dirinya sudah duduk di sofa singgel.
"Aku ingin bertanya kenapa kamu tidak mau membantu papaku?!"tanya Cicilia.
"Karena investor terbesar perusahaan ku saat ini adalah Sanjaya company.Dan kamu tahu kan kalau papamu saat ini sedang bersaing dengan Sanjaya company?!Jika aku membantu papamu sama saja aku mencari mati,"
"Sanjaya company akan menarik investasi mereka dari perusahaan ku,jika mereka tahu aku membantu perusahaan papamu.Dan ujung-ujungnya bukan cuma perusahaan papamu yang hancur, tapi perusahaan ku juga akan ikut hancur.Aku tidak mau perusahaan yang sudah susah payah dibangun kakek ku hancur,"
"Lagian kamu juga bukan istri yang aku cintai,aku menikahi mu karena terpaksa.Buat apa aku menghancurkan perusahaan ku untuk orang yang tidak aku cintai.Oh bukan,bukan orang yang tidak aku cintai, lebih tepatnya orang yang aku benci,"jelas Keynan panjang lebar dengan senyuman sinis.
"Oh, sekarang kamu mulai berani bicara seperti ini ya setelah papaku hampir bangkrut?"tanya Cicilia.
"Bukan hampir bangkrut, tapi sudah bangkrut,"ucap Keynan.
"Kau!!"sergah Cicilia tidak melanjutkan kata-katanya lalu pergi meninggalkan Keynan dengan hati dongkol.Cicilia berpikir tidak ada gunanya berdebat dengan Keynan.
***
Malam harinya,setelah makan malam.
"Key,papa dengar kemarin malam Wira Ganendra datang ke rumah ini untuk menemui mu?"tanya Danu.
"Iya,benar,"jawab Keynan.
__ADS_1
"Apa Wira meminta bantuan padamu?Papa lihat tadi pagi dia juga ada di perusahaan kita.Papa melihatnya keluar dari ruangan Pak Rinto dalam keadaan marah,"ucap Danu.
"Iya,dia meminta bantuan pada Keynan,"ucap Keynan santai.
"Papa dengar perusahaan mertuamu itu sudah hampir bangkrut,"kata Danu.
"Apa?!Apa itu benar pa?!"tanya Reni yang sejak tadi menyimak pembicaraan Danu dan Keynan.Namun malah dipelototi Danu membuat Reni jadi diam.
"Bukan hampir bangkrut, tapi akan Keynan pastikan perusahaan itu akan benar-benar bangkrut.Keynan ke kamar dulu,ada pekerjaan yang harus Key selesaikan,"ucap Keynan dengan penuh keyakinan, kemudian meninggalkan Danu dan Reni.
"Kenapa Keynan bicara seperti itu pa?! Seolah-olah dia yang menghancurkan perusahaan mertuanya sendiri,"tanya Reni.
"Papa juga tidak tahu, tapi mama bisa lihat sendiri bagaimana hubungan Keynan dan Cicilia kan?! Hubungan mereka tidak selayaknya hubungan suami-isteri pada umumnya,"kata Danu.
"Iya,pa.Mama beberapa kali mendengar mereka berdebat dan Keynan mengatakan tidak pernah menginginkan Cicilia sebagai istrinya.Bahkan mereka tidur dikamar yang terpisah kan?!"tanya Reni.
"Menurut informasi yang papa dapat, Keynan dijebak oleh Cicilia hingga Keynan terpaksa menikah dengan Cicilia,"ucap Danu.
"Pantesan Keynan tampak tidak suka dan tidak perduli dengan apa yang dilakukan oleh Cicilia,"ucap Reni.
"Sudahlah ma, sebaiknya kita ke kamar saja,papa mau istirahat.Papa banyak pekerjaan yang harus papa selesaikan besok,"ucap Danu lalu bangkit dan berjalan menuju kamarnya,dan Reni pun mengikutinya.
Pukul Dua belas malam.
"Aku haus sekali, kerongkongan ku rasanya kering sekali,"gumam Bik Minah.
Dengan mata yang mengantuk Bik Minah pun berjalan menuju dapur.
Di kamar Keynan.
"Huh, akhirnya aku akan segera bisa menceraikan Cicilia.Pekerjaanku juga sudah selesai,aku akan segera kekamar Aisyah,"gumam Keynan menutup laptopnya kemudian keluar dari kamarnya.
Suasana dalam rumah tampak sepi dan temaram karena hanya ada beberapa lampu dengan sinar redup yang menerangi rumah itu.Keynan melihat ke segala penjuru untuk memastikan keadaan aman.Tanpa disadari Keynan Reni keluar dari kamarnya dan melihat Keynan menuruni tangga.
"Eh Bukankah itu Tuan Muda?! Kenapa Tuan Muda celingukan seperti itu?!"batin Bik Minah yang sedang berada di dapur dengan keadaan lampu temaram , tidak sengaja melihat Keynan turun dari tangga yang bisa dilihat dari dapur.
"Astaga!! Keynan masuk ke kamar Aisyah?!Apa yang dia lakukan?! batin Reni.
"Tuan Muda masuk ke dalam kamar Non Aisyah lagi?!Apa sebenarnya hubungan mereka,aku rasanya tidak percaya dengan apa yang aku lihat.Mereka itu orang-orang yang taat beribadah, tapi....." batin Bik Minah.
"Bik Minah!!"seru Reni yang melihat Bik Minah bengong di ruang makan.
"Astaga!!! Nyonya?!"ucap Bik Minah, terperanjat karena Reni menegur sembari menepuk pundak Bik Minah.
"Bik Minah juga melihat Keynan masuk kedalam kamar Aisyah?!"tanya Reni.
"Saya.... saya...."Bik Minah bingung harus bicara apa.
Di kamar Aisyah.
"Ay,"panggil Keynan sambil menutup pintu kamar Aisyah.Keynan melihat Aisyah keluar dari kamar mandi dengan rambut tergerai dan dress tipis tanpa lengan, dengan tali kecil di kedua bahunya.
Aisyah menoleh kepada suaminya lalu tersenyum manis.
"Kenapa sih, istri Mas ini selalu menggoda?!"ucap Keynan menghampiri Aisyah dan langsung memeluk tubuh istrinya itu.Menciumi leher yang putih mulus itu.
"Mas!!"pekik Aisyah saat tiba-tiba Keynan menggendong dan membaringkan tubuhnya di atas ranjang.
"Kamu sengaja menggoda Mas ya, dengan memakai dress seperti ini,hem?!"tanya Keynan langsung menghujani wajah Aisyah dengan ciuman.
'Massss,"sahut Aisyah dengan suara manja membuat Keynan semakin gemas.
"Mas ingin kamu mengandung anak Mas lagi Ay,"ucap Keynan kemudian mulai menautkan bibirnya dengan bibir Aisyah.Tangan Keynan mulai bergerilya kemana-mana dan ciumannya pun mulai menjelajahi tubuh Aisyah.
__ADS_1
Di tangga bagian bawah.
"Bibi tunggu di sini,awasi kamar Aisyah.Awas jangan kemana-mana sebelum saya kembali,"ucap Reni,dan Bik Minah pun mengangguk.
"Aku harus membangunkan suamiku,gumam Reni kemudian berjalan dengan cepat menuju kamarnya.
"Pa!!pa!!Bangun pa!!"seru Reni seraya menggoyangkan tubuh suaminya.
"Ada apa sich ma?!Papa masih mengantuk,"kata Danu dengan mata terpejam.
"Bangun,pa.Ini gawat!!seru Reni.
"Apanya yang gawat ma?!"tanya Danu masih enggan membuka matanya.
"Bangun pa,ini benar-benar gawat.Keynan menyelinap masuk ke kamar Aisyah,pa!!"ujar Reni terus menggoyang-goyangkan tubuh Danu.
"Apa maksud mama?!"tanya Danu yang akhirnya bangun karena Reni tidak berhenti lagi menggoyang-goyangkan tubuhnya.
"Mama dan Bik Minah melihat Keynan menyelinap ke kamar Aisyah.Apa coba yang dilakukan Keynan malam-malam begini di kamar Aisyah?!"tanya Reni.
"Yang benar ma?!Mama nggak bohong kan?!"tanya Danu tidak percaya.
"Kalau papa tidak percaya,ayo kita lihat bersama-sama.Dibawah juga masih ada Bik Minah,"ucap Reni sambil menarik tangan Danu dan mau tidak mau Danu pun mengikuti istrinya.
Sesampainya di lantai satu Reni segera menghampiri Bik Minah.
"Bik,apa Keynan sudah keluar dari kamar Aisyah?!"tanya Reni.
"Be.. belum Nyah,"jawab Bik Minah gugup karena merasa tegang dengan situasi saat ini.
"Pa, gimana nih?!tanya Reni.
"Ada apa ini?!"tanya Dio yang tiba-tiba muncul.
"Dio?!"Mau kemana kamu?"tanya Reni tanpa menjawab pertanyaan Dio.
"Dio mau minum,haus.Tapi kenapa kalian berkumpul disini?!"tanya Dio.
"Ceklek"belum juga Dio mendapatkan jawaban atas pertanyaannya, pandangan mereka semua tertuju pada pintu utama yang dibuka.
"Cicilia?!"ucap Reni dan Danu bersamaan.
Melihat banyak orang berkumpul di bawah tangga, Cicilia yang baru pulang pun menghampiri mereka.
Cicilia memang sering pulang malam karena profesinya sebagai model terkenal dengan jadwal yang padat membuatnya pulang dengan jam yang tidak menentu.
"Ada apa ini?! Kenapa kalian semua berkumpul di sini?!"tanya Cicilia tampak bingung.
"Em... begini Cil,mama dan Bik Minah melihat Keynan menyelinap masuk ke dalam kamar Aisyah,"ucap Reni pelan.
"Apa?!/What?!"pekik Dio dan Cicilia bersamaan.
"Sestsssss!!! Reni menutup bibirnya sendiri dengan jari telunjuknya,"jangan keras-keras!"seru Reni dengan suara pelan.
"Apa maksud mama?!"tanya Cicilia merasa tidak percaya dengan ucapan Reni.
"Mama dan Bik Minah melihat Keynan masuk ke dalam kamar Aisyah,"kata Reni memperjelas kata-katanya.
"Apa yang dilakukan Keynan malam-malam begini di kamar Aisyah?!"tanya Dio.
"Apa kalian berpikiran sama dengan mama?!"tanya Reni melihat Danu, Cicilia, Dio dan Bik Minah bergantian.
"Apa?!"tanya mereka bersamaan.
__ADS_1
To be continued