
Setelah makan malam selesai semua pun kembali ke kamar masing-masing.
"Ma, apa sebenarnya yang terjadi hari ini?Dan kenapa Dio menyebut-nyebut nama Santi?"tanya Danu penasaran.
"Pagi tadi, tiba-tiba rumah kita kebanjiran.Hampir semua kran air rusak tidak bisa ditutup bahkan ada beberapa pipa yang pecah.Dan saat itulah Aisyah yang sedang berada di taman hampir saja diperkosa dua orang pria asing jika Dio dan mama tidak menolongnya,"
"Beberapa saat Dio dan mama melawan dua pria itu, Keynan juga datang dan membantu kami.Dari rekaman cctv,kedua pria asing itulah yang merusak kran hingga membuat rumah kebanjiran.Kami menduga kalau kedua pria itu merupakan orang suruhan Santi,"jelas Reni.
"Apa ada bukti bahwa Santi yang menyuruh mereka, sehingga kalian menuduh Santi?!"tanya Danu.
"Memang belum mempunyai bukti yang menunjukkan Santi adalah dalang dari kejadian hari ini.Tapi tidak ada yang bisa kami curigai selain Santi.,"ujar Reni.
"Walaupun kalian tidak suka pada Santi, tapi kalian jangan terus-terusan mencurigainya,"ujar Danu.
"Terus siapa yang harus kami curigai?Papa? Karena papa ingin membantu Santi agar bisa menikah dengan Keynan? Dan agar tujuan papa bisa tercapai,papa akan menyingkirkan Aisyah ?Apa begitu pa?"cecar Reni dengan suara ketus.
"Apaan sich ma? Walaupun papa tidak suka Aisyah menjadi istri Keynan,papa tidak akan melakukan hal semacam itu,"sergah Danu tidak terima dituduh isterinya seperti itu.
"Kenapa? Kenapa papa tidak suka jika Aisyah yang menjadi istri Keynan?"tanya Reni.
"Karena dia itu tidak berpendidikan tinggi dan tidak cantik , tidak pantas bersanding dengan Keynan,"ucap Danu ketus.
"Karena pendidikannya? Orang yang berpendidikan tinggi belum tentu berakhlak baik.Lihatlah Cicilia dan Santi, mereka berpendidikan tinggi tapi minim akhlak, tidak berperasaan dan hanya memikirkan keuntungan dan kebahagiaan mereka sendiri,"
"Bahkan menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan mereka.Soal kecantikan? Santi hanya cantik karena operasi plastik.Sama sekali tidak bisa dibandingkan dengan Aisyah yang tidak hanya cantik hatinya tapi juga cantik wajahnya.Seujung kuku pun Santi tidak bisa dibandingkan dengan Aisyah,"kata Reni berapi-api.
"Mama ini sudah rabun atau amnesia?Mama tidak bisa melihat wajah Aisyah yang bergigi tonggos waktu itu? Atau mama sudah amnesia sehingga tidak mengingat bahwa Aisyah itu buruk rupa?!"ucap Danu mencibir.
"Mama tidak rabun apalagi buta.Mama juga tidak amnesia.Papa itu yang sudah dibutakan dengan balas budi kepada orang tua Santi yang nggak masuk akal,"
"Dan amnesia karena tidak mengingat bahwa Aisyah telah menyelamatkan kedua putra papa,mama,bahkan juga menyelamatkan nyawa papa sampai -sampai Aisyah dan Keynan kehilangan janin dalam kandungan Aisyah,"ucap Reni berapi-api.
"Tadi pagi mama melihat wajah asli Aisyah.Dia itu cantik, bahkan sangat cantik hingga mama yang seorang wanita pun mengaguminya.Dan jika mama seorang pria maka mama akan jatuh cinta saat pertama kali melihat wajahnya,"ucap Reni membayangkan wajah cantik Aisyah tadi pagi.
"Mama tidak sedang berhalusinasi kan?"tanya Danu yang tidak percaya.
"Berhalusinasi?Mama masih sadar dan masih waras.Papa itu yang sudah tidak waras karena otak papa dicuci oleh Santi,"
"Keynan menutupi kecantikan Aisyah agar tidak ada orang lain yang bisa melihatnya selain dia.Papa bisa bertanya pada Dio jika papa tidak percaya,"dengus Reni yang merasa sebal karena Danu tidak mempercayainya.
"Satu lagi yang ingin mama katakan pada papa.Papa itu sebagai laki-laki harus tegas,jika benar katakan benar,dan jika salah katakan salah,"
"Jangan plin plan seperti air di atas daun keladi, mudah terpengaruh oleh omongan orang,"kata Reni meninggikan suaranya karena benar-benar jengkel dengan sikap Danu lalu pergi meninggalkan Danu.
"Mama dulu juga seperti Cicilia dan Santi, menghalalkan segala cara untuk
mencapai tujuan mama,"teriak Danu yang membuat Reni menghentikan langkah.
"Mama dulu memang seperti mereka,tapi setidaknya sekarang mama sudah sadar dan bertaubat serta mulai memperbaiki diri.Bukankah mantan pendosa yang bertaubat lebih mulia saat kembali pada-Nya? Dari pada mantan orang baik yang menjadi pendosa saat kembali pada-Nya?"ujar Reni kemudian melanjutkan langkahnya.
Sedangkan Danu terdiam dan nampak berpikir dan merenung setelah mendengar kata-kata Reni.
***
Pagi itu Keynan pergi ke Wishaka company setelah menyuruh Aisyah masuk ke kamar mereka dan tidak mengijinkan Aisyah keluar tanpa ijin darinya.
"Maaf Pak, pasti kemarin Bapak sangat jenuh karena menunggu saya,"ucap Keynan merasa tidak enak hati.
__ADS_1
"Tidak apa-apa Nak, Bapak percaya Nak Keynan pasti ada sesuatu yang lebih penting sehingga membatalkan pertemuan kita kemarin,"ucap Rinto pengertian.
"Terimakasih Pak.Mana berkas-berkas yang harus saya tandatangani?"tanya Keynan.
"Ini Nak.Dan ada beberapa file baru yang sudah Bapak kirim ke Nak Keynan,"ucap Rinto.
"Oke, saya akan mengerjakannya semua ini,dan memeriksa file yang Bapak kirimkan.Bapak bisa lanjutkan pekerjaan Bapak,"ujar Keynan yang duduk di sofa dan tidak mau memakai meja kerja Rinto walaupun Rinto sudah menyarankan agar Keynan memakai meja kerjanya.
Setelah beberapa jam akhirnya Keynan pun menyelesaikan pekerjaannya.
"Tok..!!Tok..!!Tok..!! suara pintu ruangan Rinto di ketuk.
"Masuk!"ucap Rinto.
"Eh Key,kamu disini?"tanya Bayu yang melihat Keynan sedang duduk di sofa dengan setumpuk berkas.
"Iya,"sahut Keynan singkat.
"Yah,ini berkas yang Ayah minta,"ucap Bayu menyerahkan berkas pada Rinto.
"Oh ya, terimakasih sudah mau mengantarkannya untuk ayah,"ucap Rinto.
"Sama-sama, Yah,"sahut Bayu.
"Bay, kebetulan aku tadi juga akan menemui mu,ada hal yang ingin aku bicarakan denganmu.Karena kita ketemu di sini,aku akan membicarakannya disini saja,"ucap Keynan.
"Ada apa Key?"tanya Bayu penasaran kemudian duduk di depan Keynan.
"Maaf,apa tidak apa-apa jika Bapak tetap di sini Nak Keynan?"tanya Rinto karena takut hal yang akan Keynan bicarakan itu rahasia.
"Terimakasih, Nak,"ucap Rinto yang dibalas senyuman oleh Keynan.
"Jadi,ada hal apa Key?"tanya Bayu penasaran.
"Begini, kemarin Aisyah hampir saja diperkosa ....."
"Apa?! Bagaimana bisa?"tanya Bayu dan Rinto bersamaan, memotong kata-kata Keynan.
"Dengarkan dulu penjelasan ku!"perintah Keynan.
"Oke,oke.."jawab Bayu dan Rinto yang sempat berdiri karena kaget pun duduk kembali.
"Kemarin ada dua orang asing yang ingin memperkosa Aisyah,untung Kak Dio dan mama Reni melihatnya dan berusaha menolong Aisyah dan aku baru datang setelah mereka.Aku curiga Santi, keponakan papa yang tinggal di rumah kami adalah pelakunya,"
"Karena dari informasi yang diberikan mama Reni pada kami, Santi ingin menikah denganku dengan menekan papaku,meminta papa membalas budi kepada keluarganya yang telah menguliahkan papa dengan cara menikahkan aku dan Santi,"ujar Keynan panjang lebar.
"Jika mendengar informasi tentang Santi seperti itu,aku rasa kecurigaan kamu masuk akal.Lalu dimana kedua pria brengseek itu?"tanya Bayu.
"Mereka di rumah sakit xx,aku sudah menyuruh orang untuk mengawasi mereka untuk mengantisipasi kejadian yang tidak terduga.Aku takut mereka akan dihabisi oleh bos mereka agar mereka tidak mengatakan siapa bos mereka,"ujar Keynan.
"Bagus,tindakan kamu sudah benar.Aku akan mengurus sisanya.Aku yakin kamu telah mematahkan tangan dan kaki mereka mangkanya mereka sampai harus masuk rumah sakit,"kata Bayu memicingkan matanya pada Keynan,bisa menebak apa yang dilakukan Keynan pada orang yang sudah berani menyentuh Aisyah.
"Kalau negara ini bukan negara hukum,dan aku orang yang tidak tahu agama, aku tidak akan hanya mematahkan kaki dan tangan mereka.Tapi aku akan menyiksa mereka hingga mereka memohon untuk kematian mereka,"ucap Keynan mengepalkan tangannya.
"Oke,aku akan urus semuanya,"ucap Bayu mencoba mencairkan suasana.
"Aku akan mengirimkan semua bukti yang aku punya agar mempermudah dan mempercepat pekerjaan kamu,"ucap Keynan.
__ADS_1
"Oke aku tunggu secepatnya,aku cabut dulu,"sahut Bayu,"Yah, Bayu pamit,"ucap Bayu pada Rinto kemudian bangkit dari duduknya.
"Saya juga pamit Pak Rinto,"ucap Keynan ikut bangkit dari duduknya.
"Ach iya.Hati-hati dijalan,"ucap Rinto yang dijawab dengan anggukan kepala oleh kedua pria muda itu.
***
Malam hari di kediaman Tirta.
Setelah selesai makan malam Dinara langsung kembali ke kamarnya.Dinara pun bergegas ke kamar mandi.
"Kakak,"pekik Dinara saat tiba-tiba ada yang memeluknya dari belakang.
Dinara tahu bahwa yang memeluknya adalah Satria, walaupun tanpa melihatnya.Karena Dinara sangat hafal dengan aroma tubuh suaminya itu.
"Bagaimana kamu bisa tahu kalau yang memeluk kamu adalah Kakak? Padahal kamu tidak bisa melihat Kakak yang memeluk kamu dari belakang,"ujar Satria mencium pipi Dinara.
"Karena kakak adalah belahan jiwa ku.Bagaimana aku tidak mengenali belahan jiwa ku?!"sahut Dinara membalikkan badannya menghadap Satria, mengalungkan tangannya di leher Satria lalu berjinjit , menarik tengkuk Satria kemudian mencium bibir Satria beberapa kali yang disambut Satria dengan senang hati.
"Tumben masih jam setengah delapan Kakak sudah kesini?"tanya Dinara.
"Kenapa?Kamu tidak suka Kakak kesini lebih awal dari biasanya?!"tanya Satria menyelidik.
"Bukan,aku hanya heran saja, biasanya Kakak kesini saat aku sudah tidur.Aku malah senang jika Kakak datang lebih awal seperti ini,jadi kita bisa mengobrol.
"Kakak sudah tidak punya pekerjaan lagi di rumah.Tapi Kakak punya pekerjaan penting disini,"ucap Satria berbisik mendekatkan wajahnya dileher Dinara hingga membuat Dinara meremang.
"Kakak mempunyai pekerjaan disini?Pekerjaan apa?"tanya Dinara tidak mengerti.
"Kamu mau tahu?"tanya Satria tersenyum tipis.
"Iya,"sahut Dinara.
"Yakin?"tanya Satria.
"Yakin,seribu persen yakin,"jawab Dinara.
"Oke, akan Kakak tunjukkan,"ucap Satria langsung menggendong tubuh Dinara ke arah ranjang.
"Kak!!"pekik Dinara yang terkejut dengan gerakan cepat Satria yang tiba-tiba menggendongnya.
"Bugh,"Satria menjatuhkan Dinara di atas ranjang dan langsung menindih tubuh Dinara dengan tubuhnya.
"Kakak,"pekik Dinara saat Satria langsung menyerangnya.
Sepasang suami-isteri itu pun bergumul di atas ranjang,mulai berlayar ke samudera cinta, mereguk nikmatnya asmara dan surga dunia hingga suara sepasang suami istri itu memenuhi ruangan kamar diakhiri dengan suara erangan panjang yang menandakan bahwa mereka telah mencapai puncak surga dunia.
"Terimakasih,kamu semakin membuat Kakak kecanduan,"ucap Satria mencium bibir Dinara beberapa kali, yang dibalas senyuman oleh Dinara.
Satria menyelimuti tubuh polos mereka yang bermandikan peluh dengan selimut.Direngkuhnya tubuh polos istrinya itu dalam pelukannya, dan mengecup puncak kepala Dinara beberapa kali.
...🌟 Bukankah mantan pendosa yang bertaubat lebih baik dari pada mantan orang baik yang menjadi pendosa?!🌟...
..."Author"...
To be continued
__ADS_1