
Di ruangan presiden direktur.
"Tuan,jika seperti ini terus perusahaan kita akan gulung tikar, Tuan,"ucap Johan.
"Apa Sanjaya company terus bersaing dengan kita?!"tanya Wira.
"Iya, Tuan.Para investor juga sudah mulai resah Tuan,bahkan sudah ada beberapa investor yang pergi Tuan,"lapor Johan.
"Aturlah pertemuan dengan Sanjaya company,aku ingin bicara dengan mereka.Aku ingin tahu mengapa mereka berusaha menjatuhkan kita,"ucap Wira menghela nafas berat.
"Saya sudah berusaha Tuan,tapi mereka sama sekali tidak memberi kesempatan untuk bertemu,"jawab Johan.
"Kalau tidak bisa bertemu dengan sengaja, carilah cara agar bisa bertemu secara kebetulan.Ada saatnya kan mereka harus menghadiri suatu acara?!Carilah momen yang seperti itu,"
"Coba juga untuk mengeluarkan produk baru yang sekiranya tidak akan mereka saingi, carilah ide.Adakan rapat untuk menentukan produk apa yang akan kita buat yang akan laris di pasaran dan tidak disaingi mereka,"jelas Wira.
"Tuan , bagaimana kalau kita bekerjasama dengan Wishaka company?"usul Johan.
".Mereka itu bergerak di bidang konstruksi dan jasa,bukan membuat produk elektronik dan makanan instan seperti kita,"ujar Wira.
"Maksud saya, perusahaan mereka kan maju pesat akhir-akhir ini,kenapa tidak minta bantuan pada menantu anda?!Kita tidak mempunyai modal yang cukup lagi untuk memproduksi barang baru, sedangkan barang yang sudah kita produksi juga susah sekali laku,"cetus Johan.
"Iya juga ya?!Baiklah,akan aku coba bicara dengan Keynan,"ucap Wira.
***
Di klub malam.
"Hey bro, kemana aja Lo? Gimana?!Lo nggak nyari barang lagi?!"tegur Arko pada Dio.
"Lo kan tahu, kalau villa yang gue sewa itu dibakar para wanita itu.Duit gue habis buat judi online.Gue nggak bisa lagi bayar orang buat cari barang, tempatnya untuk penampungan juga sudah nggak ada lagi,"
"Masih untung pas nyewa villa itu gue nyamar dan pakai identitas palsu,kalau enggak sudah tidur dibalik jeruji besi gue,"cerocos Dio tampak frustasi.
"Ya udah gih, booking cewek sana biar stress Lo hilang,'bujuk Arko.
"Gue lagi bokek,belom gajian,"jawab Dio.
"Yahh....sama aja dong!!"sahut Arko.
"Ya udah gue mau cabut aja dech,"ucap Dio.
"Masih sore bro!"sahut Arko.
"Kalau gue kelamaan di sini,gue nggak sanggup bayar minuman gue,"ucap Dio.
"Ya udah dech,serah Lo,"ucap Arko.
Dio pun meninggalkan klub malam itu dan pulang.
***
Di kediaman Wishaka, setelah makan malam.
"Key,aku ingin bicara denganmu,"ucap Cicilia, setelah selesai makan malam.
"Bicara saja, tidak ada yang melarang mu bicara,"kata Keynan datar.
"Aku hanya ingin bicara berdua denganmu saja,"ucap Cicilia.
"Huh..oke,"sahut Keynan malas.Sekias melirik Aisyah yang sedang membereskan meja makan bersama Bik Minah kemudian berjalan mengikuti Cicilia kedalam kamarnya.
Sedangkan Aisyah merasa tidak suka ketika suaminya memasuki kamar Cicilia.Dadanya terasa sesak, tidak rela berbagi suami dengan wanita lain.
"Aku harus memilikimu malam ini,"batin Cicilia.Mengukir senyum licik di bibirnya.
"Masuklah,"ucap Cicilia membukakan pintu kemudian mengunci pintu itu dan menyembunyikan kuncinya.
"Apa yang ingin kamu bicarakan?'tanya Keynan setelah duduk di sofa.
"Sudah hampir empat bulan kita menikah tapi kita seperti orang asing,"ucap Cicilia berjalan kearah nakas.
"To the point aja,aku tidak suka berbelit-belit,"ucap Keynan ketus.
__ADS_1
Cicilia berjalan mendekati Keynan dan berdiri dibelakang Keynan.Tiba-tiba Cicilia menarik kepala Keynan kebelakang dengan memegang kedua rahang Keynan,membuka paksa mulut Keynan dan memasukkan obat dari dalam mulutnya ke mulut Keynan dan mencium paksa Keynan hingga obat yang diberikan olehnya tertelan.
"Apa yang kamu berikan kan padaku?!"ketus Keynan, ingin mengeluarkan obat yang sudah tertelan pun sudah tidak bisa.Keynan yakin obat yang diminumnya akan membuat dirinya berhubungan badan dengan Cicilia.
"Aku hanya ingin kita menghabiskan malam ini berdua,"ucap Cicilia.
Keynan langsung berjalan kearah pintu kamar, namun saat ingin membukanya ternyata pintu sudah dikunci oleh Cicilia.
"Shiitttt"umpat Keynan menendang pintu itu.
"Berikan kuncinya padaku!!"seru Keynan menatap tajam Cicilia.
"Akan aku berikan setelah kita menghabiskan malam ini bersama,"ucap Cicilia berusaha menyentuh Keynan namun dihempaskan Keynan.
"Saat ini kamu bisa menolakku, tapi sebentar lagi,tanganmu sendiri yang akan menyentuh dan membelai ku.Aku sudah memberimu obat yang paling bagus dengan reaksi yang paling cepat,"ucap Cicilia.
"Arrrgghhh....dasar perempuan sialan,aku sudah mulai merasakan panas ditubuhku.Berteriakpun tidak ada gunanya, kamar ini pasti sudah diatur kedap suara,"
"Aku harus mencari cara untuk keluar dari sini sebelum aku hilang kesadaran dan lepas kendali lalu menghabiskan malamku dengan perempuan ini,"pekik Keynan dalam hati, mencoba menenangkan diri.
Keynan memejamkan mata untuk menenangkan pikiran nya,namun Cicilia malah memanfaatkan itu untuk menyentuh tubuh Keynan.
Tiba-tiba mata Keynan terbuka dan dengan sekali sentakan menggendong Cicilia kearah ranjang.
"Wah obatnya benar-benar bagus, reaksinya cepat sekali,"batin Cicilia tersenyum senang.Cicilia sudah tidak sabar menikmati malam panas bersama Keynan.
Keynan membaringkan Cicilia di tengah ranjang kemudian melepas sarung bantal dan mengikat tangan Cicilia."Apa yang kamu lakukan," tanya Cicilia terkejut ketika Keynan mengikatkan tangannya ke sandaran ranjang.
"Kamu ingin melewati malam panas kan?!"tanya Keynan.
"Owh ... kamu ingin kita bergulat dengan cara yang berbeda,ya?!"tanya Cicilia dengan suara yang dibuat menggoda.
"Tentu saja,agar kamu tidak akan pernah melupakan malam ini,'ucap Keynan tersenyum penuh arti.
Cicilia pun menurut saat kaki dan tangannya diikat oleh Keynan.Dia sudah tidak sabar lagi ingin menikmati malam ini.Namun saat kaki dan tangannya sudah diikat, Keynan malah meninggalkan ranjang dan menuju meja rias Cicilia dan mengobrak-abrik meja rias dan juga laci nakas mencari sesuatu.
"Kamu mau apa Key,"tanya Cicilia bingung.
"Tentu saja keluar dari sini,apa kamu kira aku sudi menghabiskan malam denganmu?!"sergah Keynan yang tubuhnya semakin terasa panas.
Keynan berhasil menemukan jepit rambut dari meja rias Cicilia.Dengan tubuh yang semakin terasa panas dan tangan gemetaran, Keynan berusaha membuka kunci pintu kamar Cicilia dan setelah berusaha keras beberapa menit akhirnya Keynan berhasil membuka pintu.Dan segera keluar dari kamar itu.
"Key,jangan pergi!! Lepaskan aku Key!!"seru Cicilia tapi tak dihiraukan Keynan,"Keynan sialan!!"teriak Cicilia yang berusaha melepaskan ikatan ditangan dan kakinya.
Tok...tok..tok...
"Ay,...buka pintunya Ay!!"seru Keynan dari luar kamar Aisyah.
"Ceklek"begitu pintu dibuka Keynan langsung menerobos masuk dan mengunci pintunya.
"Tuan Muda, ngapain masuk ke kamar Non Aisyah,"batin Bik Minah yang tidak sengaja melihat Keynan masuk ke kamar Aisyah.
"Ngapain bibi bengong disini?!"tegur Dio yang baru pulang.
"Eh ..e... enggak apa-apa Tuan,sa...saya tadi mau mengerjakan sesuatu tapi sampai disini lupa, makanya jadi bengong disini,"ujar Bik Minah mencari alasan.
"Aneh!!"seru Dio kemudian langsung pergi ke kamarnya.
"Aku jadi penasaran, ngapain Tuan Muda masuk ke kamar Non Aisyah.Tapi kalau aku terus disini aku bisa ketahuan Tuan Muda nanti,"gumam Bik Minah kemudian kembali ke kamarnya.
"Mas, kenapa jam segini sudah kesini?"tanya Aisyah saat Keynan mengunci pintu.
"Ay... tolong Mas Ay!!"kata Keynan langsung menggendong Aisyah keatas ranjang.
"Mas,kamu kenapa?!"tanya Aisyah yang merasakan tubuh Keynan panas,matanya juga merah.
"Tolong Mas Ay," ucap Keynan membaringkan Aisyah di ranjang dikemudian dengan cepat melucuti seluruh pakaiannya hingga tubuhnya polos tanpa sehelai benang.Setelah itu Keynan naik keatas ranjang dan melucuti pakaian Aisyah.
"Mas,kamu kenapa?!"tanya Aisyah yang kebingungan dengan tingkah suaminya.
Namun sepatah kata pun Keynan tidak menjawab.Tanpa ba bi bu Keynan langsung menerkam istrinya,mencurahkan segala hasssrat yang sudah susah payah dia tahan tadi.
Walaupun masih bingung dengan tingkah suaminya, sebagai seorang istri Aisyah tetap melayani suaminya.Keynan bermain agak kasar tidak seperti biasanya, bahkan terus menerus mengulang kegiatan panas mereka sampai Aisyah kewalahan.Setelah berkali-kali mendapatkan pelepasan akhirnya Keynan pun tertidur, begitupun dengan Aisyah.
__ADS_1
Disisi lain saat Dio ingin masuk ke kamarnya yang letaknya disebelah kamar Cicilia, Dio mendengar suara Cicilia yang berulang kali mengumpat Keynan.Karena penasaran Dio membuka pintu kamar yang tidak tertutup sempurna itu.
Dio terkejut saat melihat Cicilia diikat di atas ranjang.Tubuh itu tampak seksih dan menggoda hingga membuat Dio susah payah menelan salivanya.
"Dio, cepat kesini, tolong lepaskan aku,"ucap Cicilia yang melihat Dio.
Dio pun menutup pintu dan berjalan mendekati ranjang.
"Kenapa kamu diikat seperti ini siapa yang melakukannya?!"tanya Dio.
"Sudah cepat lepaskan aku,"ketus Cicilia.
Dio menyeringai melihat Cicilia,"Aku akan melepaskan mu, tapi setelah kamu memberikan imbalan padaku,"ucap Dio langsung melepaskan bajunya dan menyumpal mulut Cicilia dengan bajunya.
Dengan semangat empat lima Dio langsung merobek seluruh pakaian yang dipakai Cicilia dan langsung memulai penyatuannya.
"Dasar bodoh,tanpa dipaksa pun aku akan melayani mu.Aku malah bersyukur ada kamu, karena aku tidak perlu lagi mencari pria untuk menetralkan pengaruh obat ditubuhku.Aku sudah terlanjur minum obat, Keynan malah meninggalkan aku,"batin Cicilia yang tidak bisa bicara karena Dio menyumpal mulutnya.
"Kamu nikmati sekali, bisik Dio di telinga Cicilia, setelah dirinya mendapat pelepasan.Kemudian melepaskan ikatan Cicilia.
"Jangan pakai bajumu,kita belum selesai,"ucap Cicilia saat Dio akan memakai bajunya.Cicilia langsung meraih obat di atas nakas dan memasukkannya kedalam mulutnya.
"Dio, mengernyitkan keningnya,"Apa maksudnya?Dia tidak marah? Padahal aku telah memperk*Sanya,"batin Dio
Belum terjawab rasa penasaran Dio, tiba-tiba Cicilia sudah menyerang Dio dan memaksa Dio menelan obat dari mulut Cicilia.
"Aku ingin kamu memuaskan aku malam ini,"bisik Cicilia di telinga Dio.
Dio yang sebenarnya masih menginginkan Cicilia pun langsung menyerang Cicilia lagi,mendaki puncak berkali-kali hingga mereka sama-sama terkulai lemas.
***
Pagi harinya.
"Apa yang dilakukan Tuan Muda di kamar Non Aisyah,ya?!Apa semalam Tuan Muda langsung keluar dari kamar Non Aisyah??Non Aisyah juga kenapa tidak seperti biasanya,dari tadi tidak kelihatan dan tidak membantuku didapur.Ah...kenapa aku jadi penasaran begini,ya?!"batin Bik Minah.
"Bik,masak apa?!"tanya Reni yang langsung membuyarkan lamunan Bik Minah.
"Eh... i..,iya Nyah.Bibi masak nasi goreng,"jawab Bik Minah gagab.
"Kok, anak-anak belum pada turun,ma?!"tanya Danu yang sudah duduk di kursi meja makan.
"Nggak tau pa, bangunin sana geh Bik!"perintah Reni.
"Baik, Nyah,"sahut Bik Minah.
Agak lama Bik Minah baru kembali lagi ke ruang makan.
"Sudah Bik?!"tanya Reni.
"Anu Nyah, Tuan Muda, Tuan Dio, Non Cicilia, bahkan Non Aisyah tidak ada yang menyahut saat saya panggil.
Reni dan Danu saling berpandangan mendengar kata-kata Bik Minah seolah dari tatapan mata mereka sama sama bertanya,"Ada apa dengan keempat anak itu?"
Biar mama yang bangunin,"kata Reni lalu menuju kamar Aisyah.
"Tok.. tok...tok... Aisyah bangun, Aisyah.
!! Aisyah!!!Huh... kalau bukan karena Keynan, sudah ku tendang perempuan ini!"gerutu Reni mencoba membuka pintu kamar Aisyah tapi teryata di kunci, lalu Reni menuju kamar Dio.
"Tok..tok..tok...Dio!! Dio.!!Dio.!!!"teriak Reni tapi tidak ada jawaban.Dan saat Reni mencoba membuka pintu teryata tidak dikunci.
"Kemana anak itu?!Kok nggak ada?!Apa Dio semalam tidak pulang?!'batin Reni yang tidak menemukan Dio di kamarnya.Kemudian menuju kamar Cicilia.
"Tok...tok...tok....Cil.!!Cicil.!!.Cilll..!!!teriak Reni,"Coba aku buka pintunya,"gumam Reni.
"Ceklek"perlahan Reni mendorong pintu itu.
"Astaga..!!!!!
...🌟 Tidak semua keinginan dapat terwujud, walau terasa menyakitkan itulah hidup.🌟...
..."Author"...
__ADS_1
To be continued